My Love My Twilight

My Love My Twilight
Chapter 48 + DELLme


__ADS_3

Tok tok tok...


Arraz mengetuk jendela mobil Della tak lama kemudian della membuka kaca mobilnya.


"Oh Ar kamu masih di sini?" Della mengira arraz sudah kembali ke cafenya tapi nyatanya masih di samping mobilnya masih di tempat yang sama sedari tadi.


"Iya. Kamu perlu bantuan? Kalo mobilnya mogok bisa panggil montir terus kamu bisa aku antar pulang." Arraz menawarkan bantuannya pada Della gadis yang baru dia kenal beberapa menit lalu.


Della nampak berfikir dan menimbang- imbang tawaran arraz ia tak mungkin membawa arraz pria yang baru saja jadi temannya pulang bisa di golok lehernya oleh ayahnya tapi di sisi lain dia hanya bisa mengandalkan arraz.


meminta bantuan dua temannya? Tapi mereka saja sulit di hubungi.minta bantuan keluarga? Alah mereka sibuk semua. Minta bantuan arraz?tapi baru kenal.minta bantuan author? Tapi tugas author cuman nulis hohoho┌(・。・)┘♪


"Jadi gimana" arraz kembali bertanya karena dari tadi Della hanya bengong.


"Ah...emm...oke lah kalo kamu nggak sibuk." Jawab Della sambil tersenyum manis.


"Baiklah kamu tunggu sebentar aku ke cafe dulu Ambi kunci mobil." Kini arraz tetah berlalu pergi meninggalkan Della seorang diri di parkiran cafe yang cukup ramai itu.


"Udahlah di golok ya di golok lah namanya kepepet." Gumam Della pasrah bila di pergoki ayahnya.


"Ayok!" Teriak arraz yang ternyata telah berdiri di samping mobil mungkin mobil miliknya fikir Della.

__ADS_1


Della kini beranjak dari tempatnya dan berlari kecil ke arah arraz berada. sesampainya arraz membukakan pintu mobil dengan romantis. Della hanya bisa tersenyum manis kayak gula aren.


Sepanjang perjalanan mereka berbicara dengan santai di selingi tawa riang antar mereka.


Namun tawa dan kesantaian mereka hancur ketika sebuah mobil menghadang jalan mereka.


Arraz langsung mengerem mendadak sebelum menabrak mobil di depan sana yang telah setia menghadang.


Arraz menatap Della memastikan keadaan gadis yang duduk dengan santainya di sampingnya.


Della memang sudah terbiasa dengan kejadian mencegat di jalan seperti ini. Bertemu musuh sudah menjadi makanan sehari-hari Della.


Arraz yang menatap Della hanya bisa menyerengit karena seharusnya gadis itu teriak atau gemetar ketakutan seperti yang di film-film.


"Buka!" Teriakkan terdengar dari luar mobil mereka menandakan pria di dalam mobil itu telah keluar dari mobilnya.


"Kalo Lo pada nggak buka!? Kita langsung pecahin kaca mobil ini dan menyeret tubuh kalian dengan kasar!" Bentak salah satu dari beberapa orang yang telah berkerumun di sekitar mobil.


"Ada apa ini? Dell aku keluar dulu ya." Pamit arraz pada Della namun Della hanya mengangguk.


Akhirnya arraz turun baru satu langkah dia menginjak tanah kerah bajunya langsung di tarik pria yang membentak-bentak tadi di pukul lah perut arraz secara tiba-tiba sampai tidak bisa berkutik.

__ADS_1


BUNG...


BUNG...


BUNG...


Arraz langsung di keroyok oleh pria-pria itu. Dia yang menerima tonjokan di perut dan ketidak adilan jumlah hanya bisa meringis kesakitan menerima beberapa pukulan dan tendangan.


Della yang melihat hal itu langsung mencari sebuah nomor yang bisa dia hubungi untuk meminta bantuan. Memang sejak mengerem mendadak Della sudah mengirimkan pesan tolong tapi tak kunjung dapat balasan.


"Ah! Sial kenapa baterai hp bisa habis di waktu yang tidak tepat ini!" Umpat Della saat baterai HPnya habis padahal dia sedang dalam keadaan sulit.


"Aku harus bantu arraz sebelum dia mati di pukul penjahat itu." Della lalu keluar dari mobil dan meneriaki para penjahat itu.


"Hai kalian! Aku tau kalian mengincar aku kan? Jadi urusan kalian itu dengan ku bukan dengan dia!" Ucap Della sambil menunjuk arraz yang tergeletak lemah di aspal.


Keadaan jalan sangat sepi jadi tidak ada yang menolong meskipun ada yang lewat pasti mereka akan takut berurusan dengan para penjahat-penjahat itu.


Arraz yang melihat Della turun dari mobil mencoba bangkit dan memukuli preman itu namun keadaan dirinya yang lumayan lemah membuatnya tidak bertenaga untuk memukul.


"Della masuklah ke dalam mobil pergilah! Tempat ini sangat berbahaya untukmu!" Teriakkan arraz untuk Della yang kini telah di dekati para penjahat itu.

__ADS_1


"Tidak! Kamu di pukuli karenaku jadi aku harus bertanggung jawab." Ucap Della lantang tanpa rasa takut.


__ADS_2