My Love My Twilight

My Love My Twilight
Chapter 28 + ELme


__ADS_3

Saat margen mengambil pisau yang tergeletak di lantai kepalanya di tembak oleh Liora.


kepala Margen bersimbah darah dia tergeletak kehilangan nyawanya.


"Maaf margen tapi tugasku tidak hanya mengambil berkas tapi juga mengambil nyawamu!" Gumam Liora sambil berlalu pergi dari ruangan itu.


Namun saat keluar dia telah di sambut dengan gerombolan kelompok margen mereka telah membawa senjata masing-masing.


"Astaga... Sebaiknya kalian ikut aku ke markas lalu berdiam diri di penjara dari pada kalian melawanku dan mati hari ini bersama bos licik kalian." Ucap Liora sambil mencari ponselnya untuk menelfon markasnya.


Dari belakang seorang pria hampir memukul Liora namun sayang usahanya gagal karena Liora memang di latih sejak kecil untuk bertarung,bertahan hidup,dan dilatih untuk selalu waspada.


Liora berbalik menendang perut lelaki itu. Setelah itu Liora terlibat perkelahian dengan bawahan margen namun tidak semua bawahan margen menyerangnya sebagian dari mereka lebih memilih menyelamatkan diri mereka.


Setelah bergulat cukup lama Liora berhasil melumpuhkan musuh-musuhnya. Dia berjalan ke pintu keluar membawa berkas-berkas yang dia cari dan membawa keberhasilan misi untuk kesekian kalinya.


Liora merahasiakan semua ini dari dua temanya yaitu Della dan Nara dia takut seandainya dia memberi tau mereka mereka akan takut dengannya dan tidak mau berteman dengannya.


Liora mentap mobil yang terparkir di sebrang jalan. Iya mobil milik EL yang baru sampai di tempat itu setelah memutuskan melihat ke adaan Liora.


Liora berjalan dengan bahagia ke arah EL entah mengapa saat melihat EL mood nya naik.


"Hai kau kembali?ada apa?" Tanya Liora.

__ADS_1


"Aku tidak mau dapat dosa kalo kamu bunuh diri." Ucap EL sambil turun dari mobilnya.


"Kenapa kamu dapat dosa?kan aku yang bunuh diri. Dan liat sepertinya hidupku terlalu menyenangkan jadi tidak ada niat bunuh diri." Liora berkata sambil mengembangkan senyum lebar.


"Baguslah! Kalo begitu aku akan pergi!" Ucap EL ketus. Liora membuka matanya lebar-lebar saat seorang pria di kejauhan mengarahkan sebuah senapan ke arah EL.


Dor!!!


Liora meremas lengannya yang bercucuran darah. EL Hanya busa bengog dengan posisinya terlentang di tepi jalan dan Liora menindihnya.


"Ka..kamu?" EL menatap lengan Liora yang mengeluarkan darah segar.


"Tetap lah diam!" Ucap Liora sedikit berteriak. Dia menyibakkan gaun setinggi lututnya ke atas tampak sebuah tas kecil terikat di kaki mulusnya. Dia membuka dan mengambil pistol yang dapat menembak jarak yang cukup jauh.


Dor!!!


Liora menatap EL yang menatapnya dengan penuh tanya.


"Cepat kita pergi! Tembakan tadi tidak bisa membunuh dia kalo kita tetap di sini bisa-bisa kita yang akan di tembak" ucap Liora sambil berusaha untuk berdiri dari posisinya.


"Cepatlah! Apa yang kamu lamun kan." Liora sedikit berteriak kepada EL. EL pun bergegas melajukan mobilnya menjauh.


Dia menatap Liora dari kaca spion nampak Liora yang biasa saja dengan luka di lengannya.

__ADS_1


"Apa kita perlu ke rumah sakit?" Tanya EL sedikit ragu.


"Tidak perlu. Antarkan aku ke alamat zzz" pinta Liora kepada EL


"Tapi lenganmu terluka." Ucap EL sambil fokus menyetir.


"Tidak apa apa ini sudah biasa terjadi." Ucap Liora enteng.


"Namaku EL." Ucap EL tiba-tiba.


"Hemm" Liora hanya berdahem saja.


Dua orang itu hanya saling diam di dalam mobil tidak ada yang ingin memulai perbincangan sampai akhirnya keduanya sampai di alamat yang mereka tuju.


"Terima kasih." Ucap Liora singkat lalu membuka pintu mobil dan pergi.


EL Hanya bisa berdoa agar dua tidak bertemu kembali dengan wanita mengerikan tadi.


Akhirnya EL pergi dari tempat itu pergi ke apartemennya tentunya.


Flash back off


"Tuan EL senang bertemu denganmu." Ucap rekan kerja EL kepadanya sambil mengulurkan tangannya.

__ADS_1


"Tuan Hanco senang bertemu denganmu." EL tersenyum ramah dan tak lupa membalas jabatan tangan tuan Hanco.


EL mengenal tuan Hanco sudah lama dia adalah ayah dari teman sekaligus musuh cintanya arraz. Arraz adalah anak pebisnis sukses namun dia menjadi supir sekaligus teman Senja karena masalah yang terjadi beberapa tahun yang lalu.


__ADS_2