My Love My Twilight

My Love My Twilight
Chapter 16


__ADS_3

Nara menatap lelaki yang baru saja bertanya padanya.


Sesaat Nara mencoba mengingat apa yang terjadi setelah dia di pukul oleh bawahan om herry.


Flash back on


Jam 8 malam itu terlihat dua orang ber has hitam membawa seorang wanita memasuki hutan.


Tidak ada yang mengetahui hal itu karena hutan itu jauh dari perumahan namun di sebrang hutan terdapat jalan raya.


Pria ber jas itu memasuki hutan sedalam mungkin untuk membuang Nara yang pingsan.


"Apa ini sudah cukup dalam?" Tanya salah satu bawahan Herry.


"Mungkin sudah... Bukan kah kita telah berjalan 2 jam lamanya." Sahut bawahan lain.


"Ya sudah ayo kita tinggalkan gadis ini di sini."


Tiga bawahan Herry bergegas pergi mereka tidak mungkin tersesat karena mereka meninggalkan pita panjang di jalan yang mereka lewati dan mengambil kembali pita-pita itu saat kembali.


Nara yang di tengah hutan itu mengerjab-ngerjabkan matanya dia merintih kesakitan saat merasa seluruh tubuhnya sakit.


Nara membuka matanya lebar-lebar saat menyadari dia berada di tengah hutan.

__ADS_1


"Oh astaga kenapa aku bisa di hutan?"


Nara merasa ada yang melilit kakinya dia langsung mencoba berlari namun dia terjatuh dia mengira jika yang melilit kakinya adalah ular tetapi dugaan dia salah yang melilit kakinya adalah rotan.


Nara bernapas lega dia mencoba melepas kakinya yang terlilit rotan.nara mencoba berdiri sambil menahan rasa sakit di seluruh tubuh.


Nara menelusuri hutan itu entah mau pergi ke mana Nara yang terpenting untuk Nara adalah dia tidak boleh terus di tempat itu karena takutnya dia dikira makanan oleh serigala tapi memang benar Nara adalah makanan yang mengenyangkan perut serigala.


Sudah 1 jam Nara berjalan tubuhnya yang sedari bisa dia tahan rasa sakitnya kini makin melemah Nara berjalan sambil terhuyung.


"Di - dimana - jalan keluar - aku sudah - tidak kuat." Nara merasa kakinya gemetar karena terus berjalan dari tadi dan pukulan dari om herry masih terasa ngilu.


"Mami - papi - Ara takut." Nara menitihkan air dari sudut matanya dia merasa ketakutan karena dari tadi yang bisa dia lihat hanya hitam dan yang dia dengar adalah suara penghuni hutan yang membuat bulu kuduk Nara berdiri.


"Sebenarnya salah apa aku ini tadi aku melihat kakakku di lecehkan dan sekarang aku di buang hutan..." Nara menghetikan ucapannya lalu memegang dadanya yang terasa sesak.


"Apa aku akan mati?" Nara menagis tersedu-sedu tetapi dia menghentikan tangisnya karena dia mendengar suara aungan serigala mungkin hanya beberapa langkah darinya.


"aku harus pergi"Batin nara lalu mengumpulkan energinya untuk berdiri namu suara aungan serigala yang makin keras langsung membuat Nara berlari refleks.


"kenapa aku bodoh sekali!" Nara memaki dirinya sendiri kenapa dia malah berlari bukankah itu seperti menyajikan dagingnya ke serigala.


Nara berlari sekuat tenaga yang masih tersisa ia tidak berniat berhenti meski sudah jauh dari tempat itu karena di belakangnya serigala sedang mengejarnya.

__ADS_1


Tiba-tiba kaki Nara tergigit serigala Nara berteriak merasa kakinya yang telah lemah menjadi makin lemah saat kakinya tergigit agak dalam.


Nara bertekat lepas dari serigala itu Nara tidak bisa menarik kakinya pikiranya masih bisa berpikir di saat genting kalo semisal dia menarik kakinya bukankah kulit kakinya akan sobek?


Nara merasa ada benda keras di belakangnya dia mengangkat batu itu lalu menimpa batu itu ke kepala serigala namun usahanya tak cukup membuat serigala itu mati Nara kembali melakukannya dengan membabi-buta.


Setelah 4 pukulan melayang di kepala serigala itu Nara mambu melepaskan kakinya.


Nara menyeret kakinya pergi dari tempat itu dia takut serigala itu segera pulih dari pukulannya dia bukan tidak mau membunuh serigala itu namun dia sudah tidak ada tenaga lagi untuk menyerang.


"kakiku - sakit - sekali." Nara menyeret kakinya yang berdarah-darah.


Nara menyeret kakinya selama 1 jam lebih rasanya dia tidak kuat berjalan lagi.


Nara terduduk lemas di hutan itu merasa sakit di tubuhnya telah hilang dan sekarang sangat-sangat sakit di kakinya yang di gigit serigala.


Dadanya kembali sesak nafas Nara bulai terasa berat Nara tak mau putus asa dia mencoba menyeret kembali kakinya beberapa menit akhirnya dia menemukan jalan raya.


Tangis Nara pecah merasa kalo hidupnya akan terus berjalan namun


DEG...


Dada Nara makin sesak dia memegangi dadanya erat-erat berharap bisa mengurangi rasa sakitnya.

__ADS_1


Nara yang tidak kuat menahan sakit di seluruh tubuh dan sesak di dada akirnya terjatuh pingsan.


"apakah aku akan mati." batin Nara sebelum menutup matanya.


__ADS_2