My Love My Twilight

My Love My Twilight
Chapter 54


__ADS_3

Di beberapa bunga terdapat sebuah kartu ucapan tentu saja Nara membaca kartu itu satu persatu karena menurutnya ini agak menarik.


..."Mawar,...


...Indah namun berduri...


...Bisa diraih tapi harus hati-hati...


...Ketika bunganya sudah merekah sempurna...


...Maka dia menjadi rapuh ...


...Tersenggol sedikit kelopaknya akan rontok...


...Dari ini aku tau persamaanmu dengan mawar...


...Kalian sama-sama cantik...


...Dan didepan mata tapi butuh berbagai cara ...


...Untuk diambil...


...Terlihat kokoh tapi kalian sama-sama rapuh...


...Tetapi mawar biasanya dimaknai dengan cinta...


...Namun kamu berbeda maknamu untuk hidupku adalah sumber kebahagiaanku."...


Tanpa sada Nara mengulum senyum sungguh kata-kata senja membuatnya sulit berkata-kata lagi yang pasti dia tidak pernah menduga senja adalah orang yang sangat manis dan romantis.


Nara menghampiri bunga ke dua dan mengambil secarik kertas yang berisi kata-kata yang membuatnya terus mengulum senyum tanpa sadar.


..."Mawar ungu, ...


...Masih mawar tapi mawar ini istimewa...

__ADS_1


...Artinya cinta pandangan pertama...


...Saat melihatnya aku teringat saat pertama melihatmu...


...Kamu cantik dan sekali pandang aku bisa melihat kamu spesial...


...Ingin sekali menarikmu dan mengatakan langsung ke ayahmu...


Bahwa aku ingin memilikimu tapi nyatanya tidak bisa


...Aku CEO yang berani mengambil keputusan untuk prusahaan tapi sekarang aku pengecut yang tidak berani mengambil keputusan untuk hatiku sendiri."...


Nara menatap kertas itu otaknya mulai merangkai semua yang terjadi firasat yang sedari dirasa semakin kuat tapi Nara masih mengelak.


"Nggak...kalo senja tau semua yang aku lakukan pasti dia juga tau kalo aku punya pacar...masak dia mau nekat nembak aku?!" Nara menggeleng berusaha menenangkan pikirannya.


Nara kembali melihat bunga lain da mengambil kertas yang berbentuk dan berwarna sama seperti 2 kertas yang tadi dia baca.


..."Tiger Lily,...


...Membuat bunga itu tampak eksotis...


...Memiliki makna tolong cintai aku...


...Dengan bunga yang eksotis ini aku meminta padamu tolong cintai aku...


...Pelan-pelan tak apa yang penting kamu membalas cintaku kamu tau cinta yang tidak terbalas itu seperti melempar belati namun belati itu malah berbalik menyerangmu dan menancap di dada."...


..."Baby Breath,...


...Cinta sejati yang tidak pernah berakhir...


...Itu lah makna bunga kecil itu...


...Bunga yang kecil namun artinya sangat dalam...

__ADS_1


...Dan aku harap bunga ini mampu mengabulkan mimpiku...


...Menjadikan kamu sebagai cinta sejati yang abadi dan mengalirkan cinta tanpa akhir....


...Maukah kamu menjadi baby Breath ku?"...


Surat terakhir yang telah Nara temukan telah dia baca sampai akhir dan membuat dia yakin dengan semua opininya.


"Duh! Ini membuat aku semakin kalo senja mau nembak aku...apa aku kabur aja? Tapi kemana? Biarpun kabur tapi nggak tau ini dimana apa bedanya? Ah ya udah bisa nggak bisa harus bisa"


Nara kembali mengikuti pita panjang yang dari tadi menjadi petunjuk arahnya untuk terus berjalan hingga dia tiba di sebuah taman belakang yang telah di hias dengan sangat rapi.


Nara menatap meja yang agak berada di ujung taman belakang rumah ini terdapat dua kursi dan satu meja dengan nuansa putih.


Dengan anggun Nara merjalan mendekati meja, nara telah mencapai ujung pita saat di depan pintu belakang taman tadi.


"Kamu sangat cantik" bisik senja sambil memegang bahu Nara dari belakang


"i iya" Nara hanya mematung tanpa berani berbalik.


Di dalam hatinya dia mengumpat dirinya sendiri, kemana Nara yang tidak penah gugup saat mengatasi berbagai keadaan, lah sedangkan ini dia hanya tinggal menolak bila di tembak, toh dia nggak akan mati setelah di tembak


"Gugup?" Senja dengan beraninya memeluk Nara dari belakang tentu Nara hanya diam saja karena gugup.


"Seharusnya aku kan yang harus gugu? Kok malah kamu!" Sambung senja saat Nara tidak kunjung menyaut ucapannya.


"Si si siapa yang gugup?!" Nara berbalik dengan jatung yang berdegup kencang.


"mampus kenapa dia malah jadi ganteng?" batin Nara saat melihat penampilan senja yang berbeda dari tadi


Senja sekarang mengenakan celana panjang hitam dan baju kemeja yang bagian bawahnya di masukkan sedangkan dua kancing bagian atas di biarkan terbuka mempertimbangkan dada bidang milik senja.


"Ayo..." Senja meraih tangan Nara dan mengajaknya beranjak dari tempat itu.


"Kemana?" Tanya Nara bingung

__ADS_1


"Menikmati suasana..." Cuek senja sambil terus berjalan dan menggandeng Nara.


__ADS_2