
Senja seperti mendapat bisikan dari setan dia mencium bibir Nara singkat tapi tak lama kemudian Nara membalas ciuman senja dengan mengecupnya singkat.
Seakan-akan para setan sedang berkerja sama mempengaruhi fikiran di lawan jenis itu. Senja yang mendapat lampu hijau dari Nara kini mencium kembali bibir yang menurutnya manis itu.
Kemudia ********** dengan perlahan Nara hanya bisa diam sungguh kali ini otak Nara sudah tidak ada isinya terhipnotis oleh mata senja membuatnya hilang akal. Lagipula Nara sama sekali tidak membalas ******* senja tentu karena ini kali pertama dia berciuman.
Senja perlahan menarik Nara dari posisi hampir jatuh menjadi berdiri di depanya tentu saja tidak melepaskan pungutannya Nara mulai terbiasa dan membalas senja.senja yang telah diluputi gairah kini mengendong Nara ke ranjang.
Pungutan mereka seakan enggan untuk terlepas setelah sampai di ranjang senja merebahkan tubuh Nara perlahan-lahan mereka melepas ciumannya Nara hanya bisa terengah-engah karena ciuman hot yang diberikan senja.
Senja menatap Nara yang menari ulur nafasnya. Baju Nara tersingkap membuat sebagian dadanya terekspos membuat senja tergoda apalagi si junior di bawah sana sudah tegang duluan membuat suasana makin panas.
Senja mencium dan menggigit leher jenjang Nara hingga meniggalkan kissmark. Turun dan turun senja memberi tanda kepemilikan pada Nara tak terasa senja telah sampai di dada nara.
Senja mendongak menatap Nara yang tampak menikmati kenakalannya. Senja kembali menatap dada Nara yang menggiurkan ia menjilat bagian atas dada Nara membuat si empunya kegelian.hingga....
__ADS_1
Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar
Adzan subuh membuat dua orang itu sadar atas perbuatanya. Nara reflek menapar senja hingga terdengar bunyi
PLAK...
Menggema di kamar itu si empu hanya menerima saja toh dirinya juga yang salah mendengar bisikan setan dan hampir khilaf ah tidak tidak! Sudah khilaf tentunya saat melihat leher nara penuh dengan bekas kissmark.
"Ma...maaf Nara..aku minta maaf..." Senja menunduk meminta maaf dari Nara.
"Akhhhh." Teriak frustasi Nara sambil mengacak-acak rambutnya hingga membuatnya kusut.
"Dasar Nara bodohhhh... Kenap kamu lempeng aja di gituin setidaknya sedikit jual mahal kek lah ini malah... Akkkkkhhhhhh...mau di taruh mana mukaku nanti kalo ketemu dia? Kalo dia mengira aku menikmatinya gimana? Tapi emang gitu kenyataannya akkkhhh...hiks...hisk..." Nara bergumam dan berteriak sudah mirip orang gila.
Nara bangkit dari kasurnya menatap cermin yang berada di meja riasnya perasaan Nara campur aduk saat melihat kismark yang penuh di lehernya.
__ADS_1
Akhinya masabodoh lah Nara kembali tidur untuk merileks pikirannya yang terasa amburadul.
Dan senja? main solo mungkin? Tiada yang tau kecuali author.
Kini seluruh nyawa orang-orang di villa itu telah kembali ke tubuh masing-masing untuk menjalankan pagi seperti biasanya. tapi tidak dengan di sebrang kota dimana arraz kini berada.
Pagi-pagi sekali dia sudah di sibukkan dengan cafenya ya itu karena ulah seorang gadis aneh yang berkunjung ke cafenya merusak beberapa properti malah di cafe itu.
Meski begitu gadis itu mau bertanggung jawab dia memberikan uang ganti rugi dan pergi setelah memberi uangnya.
Tentu saja keesokannya arraz harus ke cafenya untuk melihat dan mengganti semua barang-barang yang rusak.
Dan makin terkejutnya dia saat sampai sang pegawai mengatakan uang ganti ruginya berupa black card yang hanya milik orang kaya.
"Hai apa kalian bodoh? Kalian menerima kartu yang sangat berharga ini! Apa kalian buta!? Coba liat kartu ini kartu ini bukan sembarang kartu kalian menggesekkan nya sekali saja cafe kecil seperti ini pasti telah hangus dia beli! Apa kalian yakin dia hanya mengganti rugi bukan membeli cafe?!" Arraz bertanya pada pegawainya.
__ADS_1
"Nona itu langsung berlari pergi tuan saat kami mau kembalikan kartunya." Salah satu pegawai membuka suaranya.