My Love My Twilight

My Love My Twilight
Chapter 15


__ADS_3

Sedangkan di balik tirai...


"dasar wanita bodoh dan keras kepala... Kalo mau mendesah ya mendesah saja kenapa di tahan." zero seakan lupa dengan keberadaan nara.


Beberapa menit lalu zero telah berhasil membobol gawang Amanda. Dia tidak peduli dengan mantan gadis di bawahnya yang menahan sakit di inti tubuhnya dan bibirnya karena dia gigit sendiri untuk menahan ******* yang sangat lancang ingin keluar.


Air mata Amanda tak henti menetes meratapi nasipnya yang begitu malang memikirkan bagaimana masa depannya kalo dia sudah kehilangan keperawanannya apakah suaminya nati akan menerima? Bahkan apa Nara adiknya yang melihat dari awal adegan akan membencinya? Apa orang tuanya akan malu memiliki anak yang penyakitan dan kotor? Semua pertanyaan muncul di benak Amanda...


Pandangannya pulai kabur mata indahnya mulai tertutup tapi sebelum ia menutup matanya dia mengucapkan nama seseorang "oshi..." Setelah itu dia pingsan.


Zero yang mendengar gumaman Amada tersentak kaget dengan nama yang di ucapkan Amada oshi nama yang akan selalu dia ingat dalam hidupnya.


Zero menghentikan aktivitasnya dia menatap wajah Amanda dia tersentak kaget saat melihat tai lalat berada di pinggir kelopak matanya dia teringat gadis manis yang menolongnya beberapa tahun lalu.


"Hei kau!" Zero mengguncang tubuh Amanda tetapi tidak ada respon akirnya zero mengenakan kain yang dia lepas dari tubuhnya tadi.


Dia langsung melilitkan selimut di tubuh gadis itu. Dia terburu-buru menggendong Amada pergi ia tetap tidak ingat kalo masih ada satu gadis di gedung itu.


"Emmmh...emh" Nara meronta saat melihat kakaknya di bawa pria jahat.


"dia mau bawa kemana kakak" Nara masih memberontak sampai terdengar langkah kaki mendekat ke arah nya.Nara mendengar tawa yang terdengar mengerikan itu. Ke adaan begitu gelap sampai Nara tak bisa nampak jelas melihat muka pria itu.

__ADS_1


Nara mendongak dia menatap lelaki paruh baya tengah tersenyum sinis padanya.


"Hai lelaki tua siapa kamu!lepaskan aku!". Nara berteriak sekeras mungkin.


"Hahahaha..... Gadis bodoh kamu itu sama bodohnya dengan ibu dan ayahmu!"


"Kau jangan menghina orang tua ku kau itu yang bodoh!" Nara mencoba menendang kaki pria tetapi kursi Nara jatuh dia lupa kalo kakinya di ikat di kursi.


Terlihat seperi lelucon pria itu tertawa puas dengan terjatuhnya Nara pria itu menunduk lalu menjambak rambut panjang Nara.


"Dengar gadis bodoh hari ini aku akan menyiksamu! kamu dasar anak tidak berguna tentu saja kamu kan anaknya Bima dan Rina." Nara hanya bisa meringis menahan sakit di kepalanya karena ulah pria paruh baya kejam di depannya itu.


"Dasar om tua! Sudah tua tidak ingat umur! Udah bau tanah bisa nggak sih tobat!" Nara seakan tak takut dengan muka menyeramkan lelaki paruh baya itu.


Nara menahan sakit di wajahnya akibat di benturkan oleh om tua jahat di depannya darah mengalir di hidung dan kening Nara yang terkena kerikil di lantai.


"Hahaha....liat mukamu itu...seperi gelandangan..." Pria itu melepas jambakannya lalu mengelap tangannya yang di rasa kotor.


"Kalian beri dia pelajaran seret ke ruangan itu dan pukul 10 kali" ucap pria paruh baya itu sambil menunjuk pintu di sudut ruangan yang di penuhi alat siksa.


"Oh hampir lupa...kenalkan namaku Herry." Pria itu menatap Nara dengan tatapan jijik.

__ADS_1


"Musuh terbesar orang tuamu! Suami dari wanita yang meninggal di gedung ini! Istriku korban dari kekejaman orang tuamu!" Pria itu melempar kain yang di gunakan mengelap tangannya ke muka Nara.


"Dasar om iblis!" Nara berteriak sambil diseret oleh bawahan om Herry.


Nara di pukuli sebanyak 10 kali. luka lebam memenuhi seluruh tubuhnya. Nara yang merasa sakit di seluruh tubuhnya hanya bisa pingsan. Bawahan yang memikul Nara pun kembali menyeret Nara kembali ke hadapan bosnya.


"Bagus. Buang dia ke hutan!" Herry berbalik pergi dua bawahannya membawa Nara ke mobil untuk di buang di hutan.


🌼


🌼


🌼


Nara mencoba membuka matanya lalu mengumpulkan semua energinya yang terkuras.


Nara terkejut saat mendapati dirinya tidur di ruangan asing. Dia tidur di kasur empuk dengan fasilitas yang mewah.


"aku diama? Bukankah aku di culik" batin Nara merasa heran. Nara membolakan kedua matanya membuka selimut yang menutupi tubuhnya meneliti setiap jengkal tubuhnya.


"Masih utuh..." Gumam Nara setelah itu kaget dengan suara seorang lelaki.

__ADS_1


"Apa yang masih utuh?"


__ADS_2