My Love My Twilight

My Love My Twilight
Chapter 13 + "ELme"


__ADS_3

"Emmm...emhhh.." Nara meronta mencoba melepaskan ikatan dan menyelamatkan kakaknya dari lelaki mesum itu.


"Oh!..hai adik kecil tidak boleh menoton adegan dewasa!" Ucap zero tersenyum sinis sambil menarik tirai sampai menutupi seluruh ranjang itu namun bayangan kedua orang itu masih terlihat.


"Emm...emhhh..." Nara masih mencoba melepaskan diri sedangkan Amanda.


"Hai brengsek lepaskan!!!" Amanda mencoba melepaskan ikatan di tanganya.


"Kau diam dan nikmati saja! siapa tau ini kenikmatan sebelum kamu mati."


Pria itu melepaskan ikatan di tangan Amanda namu kembali mengikat tangan Amanda namun terikat di atas kepala dengan tali di setiap ujung ranjang membuat tangan Amanda terlentang namun tidak mampu untuk memukul pria itu.


"Dasar pria mesum! Brengsek! Pergilah!!!" Amanda terus saja meronta dan memaki zero.


"Terserah aku memang lelaki mesum!" Zero juga mengikat kaki Amanda seperti mengikat tangannya tadi.


Kegiatan mengikat tadi juga di lihat langsung oleh Nara meski terhalang dengan tirai namun dia masih bisa melihat bayangan mereka berdua.


"kak Afa tolong kami"Nara menitihkan air mata berdoa agar malaikat penyelamat datang menolong mereka.


"Mari mulai bermain sayang.."


zero menindih tubuh Amanda dan mulai membuka baju atau lebih tepatnya merobek baju amada.amanda pun tak tinggal diam dia terus meronta dan mencaci pria itu namun percuma karena sekuat apapun dia meronta kaki dan tanganya sudah di ikat dengan kencang.


Zero ******* bibir lembut Amada lumayan yang tadinya biasa menjadi lumayan rakus Amanda berhasil menggigit bibir zero sepontan lelaki itu melepas lumatannya.


Amanda menarik nafas dalam-dalam karena nafasnya seakan di serap habis oleh zero.

__ADS_1


Namun ciuman dan hisapan sudah tiba di leher Amanda meniggalkan banyak tanda kepemilikan.amanda mati-matian menahan desahnya yang sedari tadi ingin lolos...bukan hanya takut kalo dia mendesah pria itu makin bergairah namu dia juga takut membuat adiknya mendengar suara yang tak senonoh.


"Ayolah mendesah lah...aku ingin mendengarnya..." Zero menggoda Amanda dia seakan lupa kalo Nara berada di balik tirai.


"Jangan bodoh aku tidak akan meladeni orang gila dan mesum seperti kamu!" Ucap Amanda berteriak dan terus meronta.


🌼


🌼


🌼


Di situasi yang berbeda seorang gadis sedang menemani ayahnya bertemu rekan kerjanya.


Tentu saja dia mau karena di paksa sang ayah,sang ayah mencoba meperkenalkan putri pertamanya itu dengan anak rekan bisnisnya.


"apa ini yang di maksut tampan? Kurasa ayah harus memakai kacamata untuk mengenali orang tidak hanya untuk membaca"batin gadis itu.


"Halo namaku Syam" ucap pria itu sambil tersenyum ramah.


"Halo aku Liora Anindia Sari." Liora meperkenalkan diri dengan angkuhnya.


"Kamu cantik." Ucap Syam yang seakan terpesona dengan kecantikan Liora meski sikapnya bisa di bilang sombong.


"Tentu saja aku cantik masak aku tampan." Ucapan Liora terdengar ketus di telinga semua orang.


Ayah Liora yang geram dengan kelakuan putrinya pun menginjak kaki putrinya,Liora sepontan melotot kepada ayahnya.

__ADS_1


"huh! dasar ayah tak sayang anak!" gerutu Liora dalam diam namun masih bisa di dengar oleh semua orang itu di meja restoran.


Syam terkekeh melihat waja imut Liora saat menggerutu.sadar akan tawa Syam Liora melirik sibuk dan kembali berkata ketus.


"Apa! Jangan ketawa wajahmu itu jelek." Liora memutar bola matanya malas.


"LIORA!" Pria paruh baya yang berstatus ayah Liora pun tak bisa menahan amarahnya karena menyingung anak rekan bisnisnya.


"APA!" Liora tak kalah berteriak.


"Jaga sikap kamu!" Ayah Liora menatap putrinya tajam.nyali Liora yang tadi berkobar menjadi padam.


"Maaf nak Syam putriku itu memang bocah nakal." Ayah Liora menepuk pundak Syam.


"Tidak apa-apa om saya malah suka gadis nakal." Syam mengedipkan satu matanya.


"Ish..." Liora lagi-lagi memutar matanya jengah.


Ayah Liora dan Syam hanya bisa terkekeh melihat kelakuan dua anak muda di depannya.


"akhirnya kita bisa jadi besan..." Ayah Liora berbisik kepada ayah Syam.


"aku tak sabar menjadikan anakmu jadi menantuku." Ayah Syam membalas ucapan ayah Liora dengan berbisik juga.


Saat mata Liora melirik ke samping dia melihat seorang pria tampan dengan pakaian jas hitam yang menambah karismanya.


"pria itu?... Akhirnya ketemu...aku tidak akan melepaskan kamu!" ucap Liora di dalam hati tanpa sadar menerbitkan senyum di wajah gadis cantik itu.

__ADS_1


__ADS_2