My Love My Twilight

My Love My Twilight
Chapter 8


__ADS_3

"Apa kamu bilang!" ODGJ itu hampir memukul Nara tetapi tangan kekar senja menghentikan ODGJ itu.


"Berhenti jangan berani kau memukul dia." Senja menghempas tangan ODGJ itu sampai jatuh. ODGJ yang merasa tubuhnya sakit karena terbentur tanah itupun menagis histeris.


"Kamu!" Nara kesal karena sikap kasar senja.


"Bukan begitu menangani orang dengan gangguan mental." Nara berjongkok dan meraih tangan ODGJ itu.


"Apa tubuh anda terasa sakit?" Nara mencoba mendekati ODGJ itu tapi niatnya tidak di terima oleh ODGJ itu dia menghempaskan tangan Nara.


"Kamu_" senja marah saat menurutnya ODGJ itu di beti hati malah minta jantung."


"Orang dengan gangguan mental harus lebih di beri perhatian bukan di hindari. Jika kita mau membatu dan memberi perhatian maka mental mereka akan lebih baik. ODGJ bukan bahan ejekan atau hinaan ODGJ adalah orang-orang yang memerlukan perhatian dan kasih sayang." Ucapan Nara berhasil menyadarkan senja yang berperilaku kasar pada ODGJ itu.


"Maaf mari saya antar anda ke rumah sakit." Ucap senja yang ikut berjongkok di samping Nara.


"Saya_" ucapan ODGJ itu terhenti saat mendengar teriakkan dari seorang gadis kecil sekitar 6 tahun.


"Mamaaaa" ucap gadis itu memeluk ODGJ itu.


Senja dan Nara saling pandang heran dengan apa yang terjadi. Tak lama terlihat sepasang suami istri paruh baya yang datang.


"Maaf pasti Iyem merepotkan nona dan tuan." Ucap pria tua itu menunduk meminta maaf.


"Ah itu tidak merepotkan" ucap Nara dengan senyum mengembang sepertinya ODGJ itu telah bertemu keluarganya.


"hanya kamu yang tidak kerepotan." batin senja melihat kerah lengan bajunya yang sobek.

__ADS_1


"Anak saya tadi kabur dari penjagaan kami." Lanjut wanita yang puluhan taun lebih tua dari Nara itu.


"Memang kenapa nyonya iyem bisa seperti ini." Senja sedikit kepo dengan yang terjadi pada iyem.


"Anak kami dulu adalah model dia hamil sebelum menikah dengan kekasihnya tapi sebelum menikah pria itu terlibat kecelakaan lalu lintas dan dia meninggal meninggalkan Iyem dan putri mereka yang belum lahir."


"Pasti itu sangat membuat mentalnya hancur." Nara merasa kasihan dengan anak Iyem yang baru berusia 6 tahun tapi tidak memiliki ayah dan ibunya sakit mental.


"Model?! Apa yang anda maksud Zhiyem model terkenal yang mendadak hilang 6 tahun lalu?" Tanya senja.


"Benar." Jawab lelaki paruh baya.


"Astaga!" Senja tak percaya kalo itu adalah model Zhiy model yang sangat di kagumi kedua orang tuanya.


"Ada apa?" Nara merasa aneh melihat reaksi senja.


"Saya ucapkan terima kasih atas kebaikan hati nona dan tuan saya akan undur diri." Pria paruh baya itu kembali menunduk memberi hormat.


"Tolong jaga putri tuan dengan baik."


Setelah melihat keluarga itu pergi senja beralih menatap senja. Memang dari awal bertemu dia sudah mengenali Nara ya kan baru kemarin mereka bertemu.


"Nona nara apa tangan anda sudah membaik?" Tanya senja menatap mata indah Nara.


"Bagaimana anda tau nama saya?"


"Bagaimana kamu bisa lupa lelaki yang baru kamu temui kemarin?"

__ADS_1


"Oh kamu!" Nara pun langsung ingat dengan pria yang menabraknya kemarin di rumah sakit.


"Bagus kalo kamu ingat karena aku meramal kita akan sering bertemu kedepannya"


"Apasih lu bukan dilan nggak usah ramal-meramal!" Nara berbalik hendak meninggalkan senja tapi langkahnya terhenti saat tangannya di pegang senja.


Cup!


Senja berhasil menempelkan bibirnya ke bibir Nara. Nara yang terkejut pun sepontan mendorong tubuh senja.


"Kau apa yang kau lakukan!" Nara mengusap-usap bibirnya.


"Memberi setempel kepemilikan." Seringai tipis terbit di bibir senja.


"sepertinya aku jatuh cinta padamu dari pandangan pertama." batin senja menatap mata Nara yang membuatnya terpesona lalu menatap bibir Nara yang mungkin membuatnya candu.


"Apa- apaan kau ini,mungkin kau harus memeriksa mental mu" Nara berlari meninggalkan senja.


Ciumman pertama Nara berhasil di ambil oleh lelaki asing.memang benar dia telah berpacaran tapi dia enggan berciumman bukan tidak mau tapi malu.


Bahkan Singgih saja nggak di kasih bagian bibir, Singgih hanya boleh cium pipi dan kening tak lebih. Singgih yang malu tapi mau untuk mencimu bibir Nara itu tak berani meminta sedangkan Nara pun gengsi kalo harus cium dulu.


"kurang lama." batin Nara.


" loh pikiran aku kok jadi kotor, inget Ara dia tuh orang asing orang asing!." batin Nara lagi.


"Woy nar sini!"

__ADS_1


Tampak dua gadis melambai pada Nara menandakan kalo mereka akan bertemu di meja itu. Dua gadis itu tentu teman Nara, Liora dan Della si duo yang kalo berkumpul pasti cerita tentang drama percintaan saja.


__ADS_2