My Love My Twilight

My Love My Twilight
Chapter 35


__ADS_3

Seketika bulu ketiak Nara rasanya bergetar karena bulu kuduk Nara sudah jadi patung sejak menarik tangan senja.


Nara menatap senja dengan tatapan sinis dan tajam.


"Tadi kamu bilang apa?" Tanya Nara memastikan.


"Kita muhrimin aja.." sahut antusias senja mengira Nara akan setuju tapi nyatanya tidak.


Kretek...kretek..


Suara jari-jari Nara yang sengaja di tekuk agar berbunyi seketika itu senja merasa firasat buruk sesuatu akan menimpanya.


DUGK...


DUGK...


DUGK...


Pukulan dan tendangan Nara haturkan pada senja senja yang tidak mungkin balas melawan ia hanya pasrah saja mana mungkin dia balik pukul nara senja hanya pasrah saat Nara menyeretnya keluar kamar dan melemparkannya sampai ke lantai.


"Sorry kak.." ucap Nara sebelum menutup pintu kamar.


"Gila belum nikah aja dah kena KDRT" gumam senja sambil mengelus perutnya yang di bogem Nara.


"Tapi setidaknya aku lega pasti dia bisa jada diri kalo aku nggak ada." Senja berdiri dari duduknya di lantai tanpa sadar dari tadi ada penonton.


"Sepertinya tuan di larang masuk kamar oleh nyonya." Ucap salah satu penonton yang ternyata pelayanan villa senja yang sedari tadi menjadi penonton di jarak aman.


"Sungguh kasihan tuan dia sudah cukup tua untuk menunggu momongan." Ucap salah satu pelayan yang langsung mendapat lirikan tajam dari pelayan lain


"Tua?" Sahut pelayan lainnya.


"Ya."

__ADS_1


"Buka matamu dia masih muda dan umurnya belum menginjak 30 tahun!" Pelayanan lain membela tuanya yang memang masih muda.


"Memang berapa umur tuan?" Tanya pelayanan pria itu tidak tau.


"29 tahun dan 30 tahun 2 bulan lagi!." Ucap pria duduk di kursi ruang tamu sambil melihat dan mendengar obrolan pelayang yang sedang menggibahi dirinya.


"Tu.. tuan!" Ucap salah satu pelayan yang di tinggal teman-temannya berlari kocar-kacir.


"Loh kenapa lari? Ayo teruskan..saya suka kalian menggibahi saya kan saya mendapat pahala kalian.." ucap senja yang tersenyum tapi terlihat menyeramkan di mata pelayan itu.


"Maaf tuan kami tidak akan mengulanginya lagi." Ucap pelayan itu lalu berlari pergi.


"Huff.." Senja menarik nafasnya panjang dan mengeluarkan dengan berat.


"habislah aku 2 bulan lagi umurku 30 tahun kalo aku tidak segera menikah aku tidak tau apa yang akan di perbuat mama." senja memijat pelipisnya berdenyut.


Tiba-tiba ponsel di sakunya berbunyi dia menatap layar ponselnya tertera nama Ziyu sang asisten yang bertugas mengurusi semua instruksinya.


📞: Ya ada apa menghubungi ku?


📞: Saya mau menyampaikan tugas yang anda berikan.


📞: Tugas yang mana?


📞: Makanya tuan kalo kasih tugas jangan banyak-banyak anda aja yang beri tugas aja sampai lupa!.


📞: Aku tidak lupa hanya tidak ingat!


📞: Itu sama saja tuan! Apa sejak anda bersama nona anda jadi tidak bisa menyamakan arti kata?


📞: Diam lah! Apa kamu menelfon ku hanya untuk mengomel! Cari pacar sana terus mengomeli dia!


📞: Maaf ya tuan kalo saya cari pacar pasti saya kasih seluruh hati jiwa raga dan termasuk uang saya bukan malah memberi dia beban pikiran dengan mengomel! Lagian saya punya bos yang setia mendengar omelan saya hehe..

__ADS_1


📞: Hehe...diam lah! Kepalaku cukup pusing untuk memuat omelanmu!


📞: Tuan pasti di usir dari kamar kan?


Kening senja menyerengit mendengar ucapan asistennya


📞: Tidak! Aku yang memutuskan tidak tidur dengannya! Karna kita belum muhrim.


📞: Saya tak yakin nona mau anda muhrim kan


📞: Tentu saja mau! Aku ini tampan! Kaya! Baik hati! Penuh kasih sayang! Dan lain-lain yang lebih.


📞: Kalo anda baik hati bisakah anda menaikan gaji saya?


📞: Bisa.


📞: Akhirnya gajiku naik!!!...


Terdengar suara girang Ziyu di sebrang telfon membuat senja menyeringai karena menemukan ide menarik.


📞: Siapa yang bilang gajimu naik!


📞: Tadi anda bilang gaji saya bisa naik


📞: Ya gajimu bisa naik tapi bukan sekarang!


📞: ...


Hening tidak ada jawaban dari sebrang. senja yang menahan tawanya saat berhasil mengerjai asistennya tertegun saat Ziyu kembali berbicara.


📞: saya sudah menemukan keberadaan nona Amanda kakak nona nara.


sebenarnya tadi saat suasana hening Ziyu bukan kecewa dia memang sudah mengira hal itu dia diam karena menerima laporan dari anak buahnya.

__ADS_1


__ADS_2