My Love My Twilight

My Love My Twilight
Chapter 6


__ADS_3

Di dalam kamar...


Seorang gadis sedang duduk di lantai sambil memeluk lututnya. Ini Sudak he 3 kalinya dalam sebulan Nara merasa sesak di dadanya. Setelah rasa sesak yang dia rasa sudah mereda Nara pergi mandi menyegarkan tubuhnya. Karena dia harus kelihatan fresh didepan orang lain.


Juga Nara besok pagi akan ketemu dengan duo sahabatnya.


🌼


🌼


🌼


Setelah urusan suster ngepel selesai senja dan arraz pergi ke hotel, senja tidak mau pergi ke kediaman keluarga Wiranjaya karena enggan di jodohkan.


"hey ar hubungi EL suruh dia ke hotel ada yang perlu aku bicarakan pada kalian." Senja lalu menatap ke luar jendela mobil setelah berpesan pada arraz.


"Ok pak senja." Arraz cengengesan dia mengira senja akan mengajak dia minum-minum untuk melepas penat.


Setelah sampai di hotal senja melucuti semua kain yang menempel pada tubuhnya tampak setumpuk roti sobek yang tersusun rapi di tubuh senja menambah ke estetikan tubuh pria itu. senja berendam dan sejenak berpikir tentang perjodohan yang akan di hadapi.


Setelah selesai mandi dan mengganti baju senja menemui temannya yang telah lama menunggu batang hidung senja.


Senja duduk di kursi ruang tamu dan tentu saja terdapat Ar dan EL di situ.


"Kamu ada perlu apa Sen, gue sibuk gue mau ng*pet siapa tau jadi kaya raya gue." Ucap EL yang marah karena tadi dia hendak mendekati lexa tapi si arraz rival sekaligus temannya malah menelfon nya.


"Eleh sibuk apa Lo?mau ng*pet sama siapa kamu pacar aja zonk?Lo pasti sibuk PDKT sama lele kan?" Ucap arraz cemburu sekaligus kesal rivalnya sudah bertindak satu langkah darinya.


"Kalian diem. Masalah asmara kalian bisa di pikir lain kali tapi masalah gue udah warning harus cepet di selesaikan." Kesal senja karena dua sahabat tak berakhlak malah rebutan adiknya.


"Ck. Ada apa?" EL bertanya.

__ADS_1


"Gue di jodoh in." Ucap singkat senja.


"Puffft" arraz hampir saja tertawa tapi ia tak berani karena di tatap senja.


"Gue punya misi untuk kalian." Ucap senja penuh penekanan.


"Gue punya firasat buruk ni." Tebak EL Saat mendengar ucapan senja.


"Jika salah satu dari kalian berhasil membuat perjodohan ini gagal." Senja menjeda perkataannya lalu kembali bicara.


"Dengan berat hati gue kasih izin kencan sama lexa."


"Omg jalan sama lele." Ucap EL antusias.


"Gue yang bakal jalan sama viapia." Sahut azzar.


"Lo nggak bakal menang lawan gue lele akan jatuh hati padaku." Ucap EL memandang sinis sahabatnya.


"Kalo kalian mau kencan dengan lexa cepat batalkan perjodohan ini." Senja langsung berdiri lalu masuk kamar dari pada mendengar dua manusia yang rebutan adiknya pasti tidak ada habisnya.


🌼


🌼


🌼


Di sudut kota yang berbeda seorang pria paruh baya sedang melihat ke luar jendela kantornya. tampak kepungan asap berada di sekitar pria paruh baya itu dari sebatang rokok yang tengah dia nikmati.


"Jo kamu sudah mulai menjalankan rencana kita bukan?" Tanya pria paruh baya itu kepada asistennya.


"Sudah tuan rencan kita hanya perlu untuk di jalankan saja." Ucap Jo asisten pria paruh baya itu.

__ADS_1


"Kita tunggu waktu yang tepat." Pria itu berhenti bicara saat menghisap pucuk rokok yang sedang ia nikmati.


"Kita akan tembak 1 mati 2." Ucap pria paruh baya itu dengan senyum tipis.


"Bukankah kita hanya akan membunuh 1 kenapa mati 2 tuan." Jo merasa bingung dengan ucapan tuannya seharusnya hanya ada satu mangsa yang mereka bunuh.


"Jika menjalankan pada waktu yang tepat dimana si sodari bersama lalu menangkap 1 bukankah yang 1 akan ikut tertangkap,jika si sodari melihat sodari lain mati karna dirinya bukankah dia akan mati gila dengan sendirinya." Lagi-lagi pria itu tersenyum keji sambil merokok dan tak lupa menatap jendela.


"Ah saya mengeri tuan, tuan ingin menjebak salah satunya untuk kambing hitam penculikkan kita."


"Tentu saja rasa bersalah bisa jadi pisau tajam yang mampu melukai diri sendiri." Pria itu menghempaskan rokoknya ke lantai lalu menginjak-injaknya.


"Laporkan padaku saat dua ikan badut itu masuk ke karangnya." Pria itu berbalik menatap Jo dengan tatapan tajam.


"Baik tuan." Jo langsung menghilang di balik pintu yang tertutup.


🌼


🌼


🌼


Pagi pun tiba jam di seluruh penjuru kota menunjukkan pukul 08.35 beberapa menit lagi Nara akan bertemu sahabatnya.


Nara yang telah selesai bersiap pergi ke cafe bersama teman-temannya tak lupa berpamitan kepada kak afa dan kak ama Mami sedang pergi jadi dia tidak berpamitan pada maminya.


Sesampainya di cafe dua sahabat Nara pergi ke dalam dulu Nara harus pergi ke toilet karena dia sudah kebelet sedari dari jalan.


Saat selesai membanjiri negara Nara keluar dari toilet tapi tatapanya menuju kepada para pengunjung yang berkerumun menatap pria yang di kejar ODGJ.


Mata Nara terbelalak menatap lelaki itu ternyata pria yang menabraknya saat di rumah sakit. nara hampir tertawa saat melihat pemandangan lelaki tampan di kejar ODGJ tetapi salfok dengan muka pria itu yang nampak pucat karena takut Nara pun iba pada lelaki itu.

__ADS_1


__ADS_2