
Flash back on
Senja yang harus menemui rapat di cafe pagi itu berpakaian seperti CEO pada umumnya. Ia berangkat dari kantor bersama EL si sekertarisnya itu.
"EL sebaiknya kamu menyerah mendapatkan lexa, aq rasa kau dan arraz seperti pembeli makanan ringan SD kita dulu selalu mendapat hadiah 'coba lagi'." Senja hanya memperingati kepada sahabatnya itu karena akir-akir ini lexa terlihat bersama teman lelakinya.
"Kau jangan mengejek aq sen aq yakin bisa menaklukkan adikmu itu." Ucap EL yakin.
"Apa kamu tau aq tidak yakin kalo kalian akan jadi adik iparku" ucap senja dengan seringai licik di bibirnya.
"Apa maksud mu!"
"Apa kamu tau kalo lexa menemui lelaki yang di bilang 'sahabatnya' di tempat hiburan malam?" Senja berucap sambil menekankan kata sahabatnya.
"Apa ke club." EL merasa was-was kalo musuhnya bertambah satu dia saja sudah sulit menangani arraz apa lagi ini tambah satu.
"Iya bahkan lexa berciumman dengan lelaki itu aku saja melihat video yang di kirim merasa mereka cocok." Tentu saja senja hanya berbohong mana mungkin senja membiarkan lexa adiknya di cium orang asing.
"APA berciumman!" EL merasa dia di timpa batu besar. Tentu dia merasa shock ketika tau gadis tercintanya di cium lelaki lain.
"Bahkan mungkin lexa akan mepertemukan lelaki itu dengan papa." Senja merasa berbohong dengan EL adalah hiburan yang menyenangkan.
"Kamu pasti bohong..." EL sejenak terdiam lalu melanjutkan omongannya.
"Apa pria itu bernama Carens." EL berucap dengan wajah yang di Liputi amarah.
"Eh?" Senja bingung kenapa EL bisa tau lelaki itu bernama Carens.
__ADS_1
"Aku pernah melihat lexa menelfon si Carens itu. Dan apa kamu tau Carens adalah anak mafia." EL masih fokus menyetir mobilnya.
"APA"
"Hallo. kalian jangan biarkan lexa dekat-dekat dengan pria bernama Carens itu. Sampai lexa lecet awas kalian." Ancam senja kepada kedua penjaga lexa.
"Loh bukankah kau setuju kalo dia jadi adik ipar mu?"
"Mana ada, untung saja saat itu pengawal langsung menyeret pulang lexa, kalo Leka berhasil di cium orang itu mungkin lexa udah di gondol mafia." Senja sedikit bernafas lega tapi seketika menciut ketika menyadari muka EL yang terlihat tidak bersahabat.
"Kamu bohong?"
"Emm...maaf EL aku_" ucapan senja terjeda saat EL menyambar ucapannya.
"Kita sudah sampai bos."
"..." EL tidak menjawab dia masih kesal dengan senja yang berbohong pada dia.
Saat akan masuk cafe senja dan EL terhenti langkahnya. Seorang wanita sekitar 44 tahun memeluk senja dari belakang dia terlihat berantakan rambutnya terurai dan terlihat kusut memaki baju compang-camping dan sendal yang berbeda warna.
"Aa Eneng masih nunggu aa,kita udah ketemu sekarang nikah ya?" Ucap wanita itu sambil menarik kerah lengan baju senja.
"Bos saya pergi dulu saya tidak mau menggangu urusan bos." EL langsung berlari pergi begitu saja meniggalkan senja dan ODGJ itu.
"ini setimpal sen." batin senja yang berlari sambil tersenyum seperti orang aneh.
"Heyyy EL kau!!!aku akan pecat kamu jadi calon adik iparku."
__ADS_1
"Aa nikah on iyem kan?" Tanya ODGJ itu.
"Maaf nyonya iyem sepetinya anda salah mengenali orang." Ucap senja sambil menarik kerah lengan bajunya.
"Mas nggak mau tanggung jawab aq udah hamil 12 bulan." Ucap ODGJ itu.
"Maaf anda salah saya bukan aa." Senja terburu-buru melangkah saat dia berhasil menarik bajunya.
"Aa kamu jahat Iyem udah hamil tapi aa nggak mau tanggung jawab!" Rengek ODGJ itu sambil mengikuti senja.
Senja merasa di ikuti itu pun akirnya berlari. Dari awal sampai akhir senja menjadi tontonan para pengunjung cafe. Bahan di sudut cafe terlihat seorang yang merasa iba kepada senja yang kesulitan pergi dari ODGJ.
Flash back off
"Gue harus bantu itu orang kasian juga." Gumam Nara lalu menghampiri senja.
"Maaf nyonya bisa anda pergi mencari as anda yang lain saya bukan aa anda." Ucap senja lalu berlalu pergi tapi lagi-lagi baju senja di tarik ODGJ itu.
"Aa jangan jahat gitu sama Iyem." ODGJ itu tiba- tiba menagis sambil memeluk senja.
"Aduh jangan nagis dong nyonya nanti kemeja saya kotor." Ucap senja sombong.
"Maaf mengganggu tapi tolong jangan memeluk dia." Ucap wanita itu sambil menatap ODGJ yang sedang menagis itu.
"Kamu siapa hah!?" Ucap ODGJ itu menaikkan nada bicaranya.
"Kamu_" ucapan senja terhenti, seketika dia terkejut dengan ucapan Nara tetapi sekaligus senyum terbit di bibirnya.
__ADS_1
"Saya istri dia." wanita itu sekilas melihat senja lalu kembali melihat ODGJ itu. dia merasa aneh melihat senja yang senyum senyum sendiri.