My Love My Twilight

My Love My Twilight
Chapter 17


__ADS_3

Seorang pria sedang berkendara menuju ke kota lain untuk mengurus proyek sekaligus memperlambat waktu dia tidak mau pulang dan membahas hal yang tidak bermutu baginya.


"Kenapa aku harus lewat jalan setan ini!?" Keluh senja karena harus melewati jalan sepi dan dekat hutan yang gelap sehingga banyak yang mengatakan tempat itu adalah jalan setan.


Senja melajukan mobilnya dengan agak terburu-buru bukan takut tapi dia sangat ingin merebahkan tubuhnya yang sedari tadi terduduk di mobil selama 1 jam lebih.


Mata senja seakan keluar dari tempatnya dia melihat sesosok manusia entah hantu sedang tergeletak di jalan.


Senja menghentikan mobilnya bulu-bulu di tubuhnya langsung berdiri saat melihat kaki sesosok itu berdarah dan berlubang tentu sangat mengerikan di tambah rambutnya yang menutupi seluruh mukanya.


"Apa itu manusia atau sayton?bukankah kalo makhluk itu sayton dia sudah memakanku tapi dia kok gak bereaksi apa saytonnya pingsan?" Gumam senja merasa heran karena hantunya pingsan.


Senja berniat melindas makhluk itu kan dia sayton bisa tembus jadi tidak ada polisi sayton jadi dia tidak akan di penjara fikir nya.


Tetapi matanya membulat sempurna ketika melihat gelang sosok sayton di depan mobilnya.


Senja membatin seperi pernah melihatnya dan sejenak berfikir setelahnya dia teringat gelang wanita yang membatunya dari ODGJ.


"Gadis malaikat!" Sentak senja lalu bergegas membuka pintu mobilnya.


Senja melangkahkan kakinya mendekat ke gadis itu senja membalikkan wajahnya perlahan dan mengusap rambut yang menutupi wajah gadis itu.

__ADS_1


"Gadis ini..." Senja memerika denyut nadi gadis itu dia hampir tidak bisa menemukan nadinya karena terlalu lemah.


Senja yang panik bingung harus apa itu kebiasaan senja kalo panik Sadi bodoh.


"Di gendong aja mas..."


"Oh iya terus saya harus apa kalo udah di gendong." Tanya senja tanpa ia sadari sedang bicara dengan entah siapa.


"Rumah sakit."


"Baiklah..." Senja mengangkat tubuh gadis itu dan meletakkan di dalam mobil.


"Loh mana kunci mobilnya?" Senja mencari kuncinya di tempat dia mengangkat gadis tadi.


"Ah terima kasih." Ucap senja yang tidak fokus karena terlalu panik.


dia segera melajukan mobilnya menuju rumah sakit dia langsung ngebut.


Di tengah jalan senja tersentak dengan orang yang dia ajak bicara senja memastika apakah ada orang di mobilnya tetapi tidak ada.


"Ohhh asatagaaa jadi tadi beneran sayton!?" Senja langsung menancap gas mobilnya seakan-akan seperi jet.

__ADS_1


Sayton be like : Alhamdulillah dapet pahala ಥ‿ಥ


Senja membawa gadis itu ke rumah sakit terdekat gadis itu langsung di bawa ke UGD karena luka yang parah dan keadaan Nara yang tak sadarkan diri para dokter berusaha mengembalikan detak jatung Nara yang mulai melemah dokter itu bergulat dengan malaikat maut yang mampir untuk menjemput nara semua dokter di ruang itu berucap syukur karena detak jantung Nara telah kembali seperti semula.


Salah satu Dekter menjahit gigitan serigala itu sangat banyak karena lukanya cukup dalam.


Senja yang dari tadi mondar-mandir tak karuan dengan detak jatungnya yang serasa di pompa kembang kembis rasanya sangat berbeda dengan saat dia menolong gadis remaja beberapa Minggu lalu.


Senja langsung menatap ruang UGD saat pintu di buka tampak dokter dan perawat keluar dari ruang itu.


"Dok bagaimana dia?" Tanya senja dengan rasa di dadanya yang deg-degan.


"Istri anda telah melewati masa keritis. Kita hanya perlu menunggu dia sadarkan diri." Ucap dokter itu.


"Oh syukur lah..." Senja langsung terduduk di kursi rumah sakit karena merasa lega detak jantungnya mulai kembali normal.


"Saya udur diri dulu." Senja hanya mengangguk kan kepala dan senyum tipisnya. Dokter itu melangkah pergi.


Saat senja menyandarkan kepalanya di dinding dia tersadar dengan ucapan dokter tadi.


"Istri!? Hahaha istri apa dokter tadi itu tidak bisa melihat mana suami dan mama malaikat penolong?"

__ADS_1


Entah mengapa senja ingin sekali tertawa bukan mengejek dokter tadi melainkan itu yang hatinya bisikkan serasa dia senang di sebut suami gadis itu ya gadis itu Nara.


__ADS_2