My Love My Twilight

My Love My Twilight
Chapter 59


__ADS_3

"Aku tidak jujur pada mereka...aku takut kalo aku jujur mereka bakal jauhin aku" Della menunduk lalu mendongak menatap arraz yang berada di sampingnya.


"Teman sejati itu sulit di cari tapi sekali menemukannya maka tidak akan pergi..." Arraz menggantung ucapanya.


"Yah...jadi intinya kamu harus percaya kalo teman sejati pasti akan terus sama kamu biarpun banyak masalah yang kamu hadapi kalo dia memilih pergi dia bukan teman sejati dia hanyalah orang yang sebatas ingin kenal kamu saja tidak lebih" Della hanya mengangguk lemah.


Bagi mereka di situasi seperti ini memang harus apa? Della tidak takut karena dia sudah terbiasa sedangkan arraz mungkin menanggapi ini seperi petualangan baru di hidupnya.


Alhasil mereka malah curhat dan menasehati saat dalam kondisi penculikan.


Sama sekali tidak ada wajah takut di muka mereka malah biasa-biasa saja bahkan para penculik yang memeriksa keadaan mereka hanya bisa termelongo-melongo saja.


"Jadi bagaimana kita bisa lepas?" Della hanya memejamkan matanya seraya berfikir.

__ADS_1


"Meski ini seru aku harus berkerja besok kalo aku nggak Dateng nasip para pekerja cafeku bisa terbengkalai" ujar arraz sambil menatap pintu yang tertutup di depannya.


"Apa kamu menemukan benda yang tajam di sekitarmu?" Tanya Della memecah keheningan yang mendera mereka beberapa saat lalu.


"Tempat ini bersih bahkan kamar EL kalah bersih!" Ujar arraz sambil mengolok-olok EL diam-diam.


Ya arraz meski bermusuhan karna cinta bukan berarti mereka berhenti berteman, mereka bersikap seperti teman sejati saat tidak ada urusannya dengan lexa gadis yang amat mereka rebutkan dan cintai.


Arraz sering pergi ke rumah EL untuk sekedar beristirahat maklum cafe arraz lebih dekat dengan apartemen EL lagian si pemilik pun tak masalah jadi dia sering menginap di sana dan dia menjadi tau betapa tidak terurusnya apartemen temannya itu.


Selain itu ya dia tidak berurusan dengan gadis lain karena mitra bisnisnya rata-rata adalah pria ah bukan maksudnya semua pria karena senja sama sekali tidak ingin berurusan dengan wanita bila soal pekerjaan takutnya si wanita baper kan bahaya.


Jadi selama ini dia sering mengurus apartemen EL Dan kadang membuatkan sarapan,makan malam,nyuci dan yang menurutnya mengganggu dia bersihkan bahkan EL sempat bertanya apa dia punya istri di rumahnya saat melihat apartemennya berubah rapi.

__ADS_1


"Kalo di fikir-fikir aku seperti istrinya EL" Gumam arraz namun tidak bisa di dengar Della yang sibuk membuat rencana pelarian.


"Kenapa jadi mikir bocah itu!?" Lirih arraz membuat Della menoleh ke arahnya.


"Apa?" Tanya Della yang tidak begitu mendengar arraz tadi.


"Enggak kok"


"Aku punya rencana untuk kabur, tapi kamu harus nurut dengan perintahku" Arras berfikir serius tentang ucapan della.


"Baiklah kamu punya rencana apa?" Della kemudian berkata lebih lirih dari sebelumnya agar para penjahat di depan puntu tidak mendengar.


"Arghhhhhh....." Della berteriak kencang sambil menampakkan wajah pucat.

__ADS_1


Karena mendenggar suara dari dalam ruangan para penjahat yang menunggu di luar masuk ke dalam takut tawanan mereka kabur dan mereka akan dihabisi oleh bos mereka.


__ADS_2