My Love My Twilight

My Love My Twilight
Chapter 36


__ADS_3

📞: Di mana?


📞: Di villa tuan zero Ambarawa di kota vxx


📞: Zero Ambarawa?


📞: Zero Ambarawa atau Zeroshi Ambarawa putra dari suci Ambarawa musuh dari keluarga nona nara.


📞: baiklah segera kirim anak buah mu kita akan pergi ke sana!


📞: Baik tuan.


📞: Kirim beberapa pengawal menjaga villa ku dan kamu jemput aku dari sini kita langsung saja mengawasi villa si zeo zeo itu.


📞: Zero tuan...


📞: Terserah aku mau bicara apa! Sekarang laksanakan tugasmu!


Tanpa menjawab Ziyu langsung menutup telfonnya dia tidak perduli bila bosnya menggerutu atas sikapnya yang tidak sopan tapi biarlah dia hanya ingin balas dendam.


Senja yang telah selesai menelfon kini beranjak pergi ke kamarnya saat dia membuka pintu dia di sambut dengan Nara yang memakai piyama putih dan duduk di tepi ranjang sambil menunduk hingga rambutnya tersibak ke depan.


"Astagfirullahhhhhh..." Senja mundur beberapa langkah sambil melotot mengira suster ngepel atau hantu yang menjawab pertanyaan ikut datang ke villanya.


"Santai..santai.." cucap Nara yang langsung berdiri setelah senja berteriak.


"Bagaimana aku bisa santai kalo kamu berpenampilan seperti itu!" Ucap senja yang masih merasa jantungnya turun ke lambung.

__ADS_1


"Hehe maaf...aku baru mencuci muka untuk tidur tapi tidak sengaja mataku terkena jariku." Nara menyengir saat senja menatapnya tampak salah satu matanya merah.


"Kamu itu terlalu ceroboh!" Senja berjalan mendekat ke Nara dia berdiri di hadapan Nara menjulurkan tanganya ke wajah cantik Nara.


"Lain kali kalo terkena jari kamu cukup memejamkan matamu beberapa saat jangan menguceknya! Liat sekarang matamu merah sebelah." Senja meniup-niup mata merah Nara.


"Tampan." Gumam Nara.


" Apa?" Senja yang dari tadi fokus meniup mata Nara tidak terlalu mendengar ucapan Nara.


"Tidak." Nara memalingkan wajahnya.


" Aku mau ambil baju" ucap senja berjalan ke lemarinya.


"Kamu mau kemana?" Nara bingung kemana senja malam-malam begini apakah seperti di novel-novel kalo cowok galau dia akan mabuk-mabukan dan memper*osa wanita yang ada di sekitarnya.


"Besek kita tunda dulu kepulangan mu" lanjut senja sambil berbalik menatap Nara.


"Ingkar janji?" Tanya Nara terlihat jelas di raut wajah gadis cantik itu kalo dia kecewa.


"Aku tidak ingkar janji aku hanya menundanya sebentar." Senja merasa bersalah pada Nara tapi ini juga janjinya pada Nara kalo dia akan membawa Amanda pulang.


Nara tidak menjawab dia hanya menunduk dan menghela nafas panjang lalu mendongak menatap senja.


"Tidak apa-apa kamu bisa antar aku pulang saat urusan mu selesai." Nara berusaha tersenyum dia memang sedih dan kecewa sedikit lagi dia akan berkumpul keluarga tapi harus dia urungkan.


"Maaf...aku akan segera pulang dan mengantarmu.." senja mengecup kening Nara.

__ADS_1


Sedangkan yang menerima kecupan langsung tersipu malu dan terasa detak jantungnya berdetak tak karuan.


Setelah senja pergi Nara menjatuhkan dirinya di kasur dia terbayang-bayang perlakuan senja tadi.


"Arghhh haruskah aku sedih atau bahagia?" Tanya Nara pada diri sendiri


"Harusnya aku sedih karena harus berlama-lama di dekat orang asing tapi...saat dia memperlakukan aku seperti itu aku seoerti melting..." Nara menjambak rambutnya frustasi


"Apa aku jatuh cinta pada dia?"


"Ahhhh itu tidak mungkin! Hanya ada Singgih di hatiku!" Nara mencoba menyakinkan diri sendi bahwa tetap Singgih lah yang menduduki tahta di hatinya.


"Lebih baik aku tidur sebelum pikiran aneh ini menggerogoti otaku!" Nara memejamkan matanya.


Nara yang baru beberapa menit lalu berteriak frustasi kini bernafas dan menutup matanya dengan sangat tenang menandakan dia telah tertidur.


Ke esokan harinya...


nara mengerjab kan matanya membuka matanya lebar-lebar saat sadar berderet-deret pelayan mengelilingi kasurnya.


dia tampak menatap bingung hingga...


"selamat pagi nona kami akan membantu anda menyiapkan keperluan anda" sapa pelayan itu dengan penuh hormat.


"ah..apa? aku bisa mengurus keperluanku sendiri kalian tidak perlu membatu apapun."


"tapi ini perintah dari tuan senja nona bila kami melanggar maka kami akan di pecat." keluh salah satu pelayan.

__ADS_1


__ADS_2