My Love My Twilight

My Love My Twilight
Chapter 22


__ADS_3

Seorang pria tampak tengah berdiri di depan ruang oprasi di salah satu rumah sakit di kota itu.


Mananti dokter yang akan membawa kabar tentang kondisi gadis yang beberapa hari ini menarik hatinya.


"gadis bodoh itu...kondisinya sudah seperti itu malah tidak kunjung di oprasi...apa masalahnya coba...dia memiliki keluarga yang kaya kalo untuk biaya oprasi saja tidak mampu apa keluarganya mampu membeli nyawa." Batin senja yang merasa heran dengan Nara yang kondisinya harus operasi tetapi tak kunjung oprasi.


Diseksi Aorta akibat Aterosklerosis atau penyempitan dan penebalan dinding aorta. Itulah penyakit yang diderita Nara kondisi yang diderita Nara lumayan parah sehingga membutuhkan operasi sesegera mungkin.


Setelah menunggu berjam-jam akirnya lampu ruangan operasi berubah warna menandakan oprasi telah usai salah satu dokter keluar memberi kabar tentang kondisi Nara setelah oprasi.


"Dengan keluarga pasien?" Tanya dokter itu kepada senja.


"Oh...iya dok" senja masih berfikir sebelum mengatakan iya.


"Kondisi pasien telah melewati masa kritis... Pasien bisa segera sadar saat kondisi pasien pulih dan pengaruh biusnya telah habis." Ucap dokter itu.


"Apa saya bisa melihat kondisi pasien dok?" Tanya senja yang terlihat begitu cemas senja memang tidak bisa langsung tenang kalo belum melihat secara langsung.


"Boleh. Setelah pasien di pindahkan di rang rawat." Ucap dokter itu langsung di jawab senja dengan mengagukkan kepala setelah itu dokter itu memutuskan pergi untuk mengistirahatkan diri setelah oprasi pasien.


Beberapa menit kemudian senja telah berada di dalam ruang inap tempat Nara di rawat. Memandang wajah gadis yang di depannya dengan seksama tak kadang senja ingin sekali mengusap waja gadis itu tetapi dia urungkan takut mengganggu tidur gadis manis itu.

__ADS_1


Saat senja hampir tertidur di sofa ruangan itu matanya kembali terbuka saat terdengar suara ponselnya berdering. Senja segera mengangkat telfon takutnya suara bising ponselnya akan membangunkan gadis yang tertidur di ranjang rumah sakit itu.


Senja pergi keluar untuk mengakat telfonnya dia sedikit melihat Nara uang masih tertidur dia membatin 'bukankah tidak apa-apa kalo aku tinggal sebentar' setelah itu senja menutup pintu kamar itu perlahan agar tidak menimbulkan bunyi.


📞: Halo ada apa?


📞: Kapan kau kembali?! Kau fikir perusahaan ini tidak memiliki banyak pekerjaan? Kau harus menandatangani beberapa laporan. Dan juga banyak meeting yang di undur para klien hampir pada kabur kalo bukan sekertaris mu yang cekatan ini menghandle semua urusan.


📞: Nah bukankah kau bisa menghandlenya kenapa kau trdengar frustasi.


📞: Hai Kau ini! bagaimana aku tidak fustasi! Aku sudah di Bebani bertumpuk-tumpuk pekerjaan dari bosku yang ijinya melihat proyek tapi malah tidak ada kabar 3 hari! Dan lagi akhir-akhir ini aku sering di ganggu gadis aneh dia lebih menakutkan dari sayton.


📞: Hahaha nikmati itu selagi ada yang mau pada pria seperi mu!


📞: Kau ini tolonglah pengertian kepadaku aku sedang mengurusi hal penting di sini dan bisa jadi ini akan membawaku ke masa depanku yang indah.


📞: Hai bukan kamu saja yang menginginkan masa depan Inda aku juga perlu itu. Cepatlah kembali bukankan kau akan pergi ke rumah calon tunanganmu? Bukankah tinggal 4 hari lagi?


📞: Oh astaga aku benar-benar melupakan itu. Baiklah aku akan pulang sehari sebelum pergi ke rumah mantan calon tunaganku.


📞: Hai apa maksudmu dengan mantan calon tunaganku?

__ADS_1


📞: Aku yakin rencana ibuku itu gagal karena sampai sekarang dia tidak menghubungiku untuk memintaku pulang ke masion.


📞: Itu hanya tebakkanmu saja senja kita manusia tidak ada yang tau hari esok.


📞: Iyaaa EL kembalilah berkerja aku harap saat bosmu kembali kantorku masih seperti kantorku.


📞: Kantormu akan jadi milikku karna aku yang mengurusinya.


📞: Enak saja kau hanya mengurusi kantor 3 hari dan aku sudah mengurus betahun-tahun.


📞: Tapi aku juga berdiri di sampingmu saat pertama kamu merintis karir dan mendirikan prusahaan ini jadi aku juga berperan penting membagun prusahaan.


📞: Ayolah... Cepat tutup telfonnya pulsaku lemitit edisen jadi aku tidak membeli terlalu banyak.


📞: Halah alas_


Telfon senja terputus bukan karena kehabisan pulsa melainkah kehabisan kesabaran... Senja lelah mendengar ocehan sekertarisnya itu. Setelah menelfon senja masuk kembali ke ruangan itu dia menatap gadis di sana lalu mengusap wajah gadis itu.


"Hai kapan kamu bangun?" Gumam senja sambil mengusap wajah lembut yang di miliki gadis bernama Nara itu.


Tidak ada tanggapan dari Nara hanya terdengar nafas Nara yang teratur menandakan gadis cantik itu tengah menjelajah dunia mimpi. Senja memutuskan menutup matanya sejenak karena sejak Nara jatuh pingsan sampai sekarang matanya tidak pernah istirahat.

__ADS_1


"pria itu baik hati. Bagaimana aku nanti membalas jasanya?" batin gadis itu sebenarnya Nara hanya berpura-pura tidur saja dia enggan berbicara dengan senja lelaki yang menurutnya masih asing.


__ADS_2