My Love Supir

My Love Supir
Sc. 14


__ADS_3

Keesokan harinya...


"Selamat pagi, tuan" sapa Leon membungkukkan sedikit kepalanya. Melihat kedatangan Nico diruangan kantornya.


"Pagi, Leon" Nico. Menghempaskan bongkongnya dikursi kebesarannya.


Seperti biasanya Leon akan membacakan serangkaian jadwal aktivitas Nico untuk hari itu.


"Ehem. Maaf tuan saya lihat anda disupiri pelayan mansion pagi ini, apakah terjadi sesuatu lagi dengan nona Rara, tuan" tanya Leon.


"Coba kau cari tahu. Bukankah itu tugasmu?" tanya Nico balik memainkan ponsel ditangannya.


"Siap, tuan" kemudian Leonpun keluar dari ruang kerja Nico.


Didalam ruangnya Nico mengingat kembali apa yang diucapkan Rara malam itu.


"Aku berhenti!" pekik Rara.


Saat itu dia hanya pura-pura tidak mendengarkan apa yang Rara ucapkan malam itu.


"Aku ingin tau, apakah dia serius dengan ucapannya" Nico tersenyum meremehkan.


Ditempat lain...


Rara menggeliat diatas ranjang dan merenggangkan otot-otot tubuhnya.


Diraihnya ponsel diatas nakas. Lalu melangkah kekamar mandi untuk membersihkan diri.


Selesai mandi, Rara mengaktifkan ponselnya.

__ADS_1


Ada beberapa panggilan masuk dan massage yang masuk dari Bhumi.


Setelah membalas pesan dari Bhumi, Rara bersiap-siap untuk bertemu dengan pria itu.


"Jadi, kamu berencana untuk berhenti menjadi supir diperusahaan Donz" ucap Bhumi sumringah.


Setelah mereka berdua berada didalam mobil dan rencananya akan kekantor untuk mengambil motor Rara yang tertinggal disana.


"Hem, begitulah" balas Rara singkat. Dengan senyum dipaksakan.


"Aku janji. Akan membantumu untuk mendapatkan pekerjaan lain, yang lebih baik" Bhumi melirik Rara sekilas yang duduk disampingnya lalu fokus kembali melihat jalan didepannya.


"Masuk" perintah Nico. Setelah mendengar suara asistennya itu.


"Tuan, nona Rara baru saja berada digedung ini bersama dengan tuan Bhumi. Tapi hanya untuk mengambil motornya diarea parkir" Lapor Leon.


"Bukan urusanku!" bentak Nico.


Berdiri menuju jendela kaca didalam ruangan itu. Mengepalkan tangannya dengan rahang yang mengeras.


"Sebenarnya ada apalagi dengan kalian, tuan" batin Leon tapi hanya didalam hati.


"Apa aku mengganggu pembicaraan kalian..." Anggie memperlihatkan senyum manisnya, berdiri didepan pintu ruang kantor Nico.


"Apa kau tidak bisa mengetuk pintu itu dulu sebelum masuk!" hardik Nico. Detik kemudian "I'am sorry.." kata Nico. Memijat keningnya.


"It's okay, Nic" Wajah Anggie yang tadinya sempat kaget, kini kembali memperlihatkan senyumannya.


"Hai. Kau mau kemana?" tanya Nico, begitu melihat wanita itu malah membalikkan tubuhnya untuk keluar dari ruangan kantor Nico.

__ADS_1


"Aku akan mengulanginya kembali" Anggie tersenyum dan keluar dari ruangan itu.


Tok...tok...


"Masuk..." kata Nico dengan suara lemah.


Anggie melangkah, lalu duduk disofa yang ada diruangan itu.


"Boleh aku duduk?" tanyanya dengan wajah lucu.


"I'm really sorry" kata Nico. Pria itu melangkah dan duduk disofa berhadapan dengan Anggie.


"Something wrong?" tanya Anggie, menatap Nico dan Leon secara bergantian.


"Just a little problem" jawab Nico. "Oh...ya, ada apakah gerangan wanita cantik ini mendatangiku pagi-pagi?" goda Nico, melirik sekilas kearah Leon.


"Aku ingin mengajak kau berlibur" kata Anggie tersenyum. "Dan kau juga robot" Anggie melirik kearah Leon dengan raut wajah sebal.


"Kau panggil Leon, apa?" Nico terkekeh. "Robot?" tanyanya dengan mimik wajah lucu.


"ehm" Anggie mengangguk.


Sementara itu Leon, tetap dengan wajah dingin dan datarnya menanggapi ucapan Anggie dan kelakar Nico.


"Apakah kau sibuk?" tanya Anggie lagi pada Nico.


"Coba kau lihat jadwalku robot" Nico menertawai asistennya itu.


...✍️Bersambung ......

__ADS_1


__ADS_2