My Love Supir

My Love Supir
Sc. 24


__ADS_3

"Leon. Kau suruh Rara siapkan mobil untukku" perintah Nico.


"Baik, tuan" Leon meng-anggukan kepalanya berlalu dari ruangan kantor pria itu.


"Dan...kau" geram Nico. Mengeretakkan rahangnya membayangkan wajah imut supirnya itu.


"Bagaimana ini. Apakah aku harus bersembunyi lagi?" gumam Rara.


Detik kemudian ia meng-gelengkan kepalanya. "Percuma dia pasti bisa menemukanku" Rara menunduk lesu.


Rara diliputi perasaan cemas membayangkan hukuman apalagi yang akan diterimanya dari Nico.


"Nona disini rupanya" Leon menghela nafasnya. Berhasil menemukan Rara yang bersembunyi diatas menara gedung itu.


Leon terpaksa mengerahkan beberapa anak buahnya untuk mencari keberadaan Rara. Karena dia tau ponsel Rara masih dibajak oleh Nico.


"Nona diperintahkan tuan Nico untuk menyiapkan mobil" kata Leon.


"Cuma itu?" tanya Rara, menilik raut wajah datar asisten Nico tersebut.


"Ya, Nona. Mengapa anda terlihat takut?" tanya Leon.


Rarapun menceritakan apa yang telah terjadi, bahawa dirinya tidak sengaja menendang tongkat sakti milik Nico kepada Leon, dan rasa cemasnya akan hukuman yang akan diterimanya.


Leonpun tersenyum tipis. "Anda tidak perlu khawatir nona. Lebih baik sekarang anda segera mempersiapkan mobil tuan Nico" lanjut Leon lagi.

__ADS_1


Nico menatap tajam kearah Rara yang berdiri membukakan pintu penumpang bagian belakang untuknya.


Rara menundukkan kepala.


Setelah Nico menyebutkan sebuah club terkenal di Jakarta. Mobil itu meluncur membelah jalan raya.


Disepanjang perjalanan Rara berusaha fokus menyetir dibalik kursi kemudinya, Nico sibuk dengan ponsel ditangannya.


Mobil Anggie, Leon dan Nico datang hampir bersamaan memasuki area parkir club tersebut.


"Kau ikut denganku" perintah Nico pada Rara.


"Tidak usah tuan. Rara nunggu dimobil saja" tolak Rara halus.


Jujur ia belum pernah menginjakkan kaki ditempat yang namanya clubbing.


Tidak diragukan lagi. Nico, Leon dan Anggie adalah pengunjung istimewa diclub itu.


Mereka bertiga disambut dengan senyum ramah penjaga pintu club.


"KTP anda nona" pinta Penjaga pintu club tersebut kepada Rara.


"KTP..." Rara mengulangi kalimat penjaga club. "KTPku terting__"


"Dia datang bersamaku" Nico memotong ucapan Rara, menoleh kebelakang.

__ADS_1


Pelayan club mengantarkan Nico, Leon, Anggie dan Rara ke-meja mereka.


"Seperi biasa" Anggie yang lebih dahulu menjawab. Saat pelayan itu menanyakan pesanan.


Diikuti anggukan kepala Nico dan Leon.


"Anda nona?" tanya pelayan itu kepada Rara.


"Aku Jus Alpukat saja" Rara tersenyum, menyebutkan minuman kegemarannya.


"What!?" Anggie tergelak.


"Kenapa tidak sekalian kau pesan es teh saja, Ra" kata Anggie disela tawanya. Tapi kemudian tawanya terhenti. Mendapat tatapan tajam dan dingin dari kedua pria yang ada disamping dan hadapannya.


"Buatkan saja apa yang dia minta" kata Nico datar. Kepada pelayan club itu.


"Aku harap kerjasama kita nanti bisa berjalan dengan lancar dan tentunya menguntungkan untuk kemajuan perusahaan kita masing-masing nantinya" Anggie memulai percakapan sambil menunggu pesanan mereka.


"Tentu..." balas Nico tersenyum tipis.


Cheers....


Teriak Anggie, Nico dan Leon secara bersamaan mengadukan gelas-gelas mereka. Selanjutnya mereka bertiga terlibat percakapan yang tidak terlalu serius.


Anggie menggoyang-goyangkan tubuhnya mengikuti hentakan irama. Wanita itu sudah terlihat sedikit mabuk dibawah pengaruh alkohol yang diminumnya.

__ADS_1


"Ayolah...Rara. Kau coba sedikit saja minuman ini" Anggie menyodorkan gelas kearah Rara.


...✍️Bersambung ......


__ADS_2