My Love Supir

My Love Supir
Sc. 35


__ADS_3

Sudah dua hari ini Hawk sengaja kembali mendatangi menara gedung Donz. Drc. Walau dirinya tidak ada kepentingan dan janji dengan pemilik gedung itu.


Dengan harapan bisa bertemu kembali dengan seorang gadis yang bernama Rara. Tapi harapannya tinggal harapan, karena gadis yang ia tunggu-tunggu tak kunjung datang.


Pagi inipun Hawk sengaja mendatangi kembali tempat itu, sebelum mengadakan janji rapat dengan Nico.


Nico terlihat kesal karena Hawk belum juga muncul diruangannya.


Padahal menurut Leon, Hawk sudah datang dari tadi.


Hampir setengah jam Nico menunggu. Baru kali ini dirinya dibuat menunggu oleh seorang berandalan kecil seperti Hawk.


Kalau tidak mengingat Hawk adalah adik kandung dari Anggie dan dari keluarga Ferdinand sudah pasti pria itu akan membatalkan sepihak pertemuan mereka.


"Coba kau hubungi dia sekali lagi, Leon" perintah Nico.


Baru saja Leon akan menggeser layar ponselnya.


Pria itu sudah muncul didepan pintu ruangan kantor Nico.


"Sorry, I am late" kata Hawk mengumbar senyumnya.


"Tidak kakak, tidak adik sama saja" umpat Nico dalam hati.

__ADS_1


Karena Hawk tidak mengetuk pintu ruangannya terlebih dahulu.


"Tadi aku menunggu seseorang yang penting dulu" kata Hawk lagi, duduk disofa yang ada diruangan itu.


"Kau itu serius mau kerja atau mau bermain-main" kata Nico. menatap tajam kearah Hawk karena, seenaknya saja pria itu berbicara. Menganggap ada hal penting selain mengadakan janji rapat dengan dirinya saat ini.


"Leon. Kau suruh Rara buatkan kopi untukku" perintah Nico. Sebelum memulai rapat mereka.


"Rara" kata Hawk dalam hati.


Mendengar nama yang sama dengan nama gadis yang ditemuinya beberapa hari yang lalu diatas gedung yang membuat dirinya menunggu.


Diam-diam pria itu menunggu dengan tidak sabaran, apakah pemilik nama itu adalah gadis yang dia tunggu selama beberapa hari ini.


"Hei. Cantik. Kita ketemu lagi" sapa Hawk, dengan raut wajah sangat senang. Mengawasi langkah Rara.


Rara hanya mengulas sedikit senyum dibibirnya, menoleh sebentar kearah Hawk dan melangkah biasa saja menuju meja. Meletakkan beberapa cangkir kopi disana.


Gadis itu sama sekali tidak kaget akan bertemu Hawk disini. Karena dia sudah tau pria itu tidak lain dan tidak bukan adalah adik Anggie.


Nico memicingkan matanya. "Jadi kalian sudah saling kenal" tanya Nico.


"Dude. Seseorang inilah yang sedang aku tunggu" bisik Hawk mendekatkan badannya kearah Nico. "Dia office girlmu?"

__ADS_1


"Dia supir pribadiku" kata Nico penuh penekanan, menjauhkan badannya sedikit dari Hawk.


Hawk yang merasa Nico menjauh darinya. Seketika itu juga mengendus-endus tubuhnya.


"Apakah badanku bau?"


Detik itu juga Nico menancapkan tatapan membunuhnya kearah Rara yang sedang tertawa.


"Kopinya tuan" kata Rara menahan tawanya dan keluar dari ruangan Nico.


Hawk hanya mengangkat kedua bahunya sambil tersenyum mendapatkan tatapan yang berbeda dari Nico dan Leon.


Walau sempat terjadi kegaduhan kecil-kecilan diruangan Nico. Tapi rapat mereka hari itu berjalan dengan mulus.


Hawk sebenarnya adalah pemuda yang cerdas dibalik sifat slengeannya.


Setelah hampir satu jam lebih mereka bertiga terlihat sangat serius.


Terutama Hawk. Pria yang tidak terlalu tertarik dengan dunia bisnis.


Tentu saja hal ini memancing kecurigaan Nico.


"Ok. Selanjutnya kita akan meninjau lokasi" kata Nico. Menutup rapat mereka kali ini. Dan Leon merapikan semua berkas-berkas rapat.

__ADS_1


...✍️Bersambung ......


__ADS_2