My Love Supir

My Love Supir
Sc. 27


__ADS_3

"Syukurlah tidak terjadi apa-apa antara aku dan tuan Nico" batin Rara lega.


"Mengapa kau masih tetap berdiri disitu?" tegur Nico. Melihat Rara yang masih terpaku diam, menatap kearahnya.


"Cepat kau bereskan barang-barangku. Kembalikan ketempatnya semula dan bila ada yang rusak ingat, kau harus menggantinya" ucap Nico tegas.


Rara bukannya langsung membereskan barang-barang Nico yang tadi dia jadikan alat untuk menimpuk pria itu. Justru gadis itu teringat akan ponselnya yang masih dibajak oleh Nico.


"Mana ponsel Rara" pinta Rara menengadahkan telapak tangannya.


"Ada diapartemenku" jawab Nico. Keluar dari ruangannya diikuti oleh Leon.


Rara mengerucutkan bibirnya sambil memunguti benda-benda yang berserakan diatas lantai ruangan kantor Nico.


Usai jam kantor. Nico dan Rara menuju apartemen milik Nico.


Selain mengantarkan pria itu yang hari ini minta dihantar pulang keapartemennya, tentunya sekalian mengambil ponsel Rara yang tertinggal disana.


Sesampainya di apartemen.


"Tuan, dimana ponselku?" tanya Rara dengan tidak sabaran.


"Kau cari saja sendiri disitu" Nico menunjuk kearah keranjang pakaian kotor miliknya yang terletak didepan pintu kamar dan masuk kedalam bedroom.


"Oh my God. Tega sekali kau tuan" gumam Rara. Mulai mengaduk-aduk isi keranjang pakaian kotor itu.

__ADS_1


"Apa ini?" Rara menjinjing, menatap dengan jijik, underwear milik Nico sambil menutup hidungnya. Dengan cepat ia mencampakkan underwear itu kesembarangan arah.


"Ini dia ponselku..." Rara merogoh saku jas milik Nico yang ada didalam keranjang pakaian kotor.


"Ah..." jerit Rara, menutup mata dengan tangannya.


Saat Nico berdiri didepan pintu kamar hanya dengan menggunakan handuk yang melingkar dibawah perut, hingga memperlihatkan bentuk tubuh atletisnya.


Melemparkan pakaian kotor tepat diwajah gadis itu.


"Bereskan kembali pakaian kotorku kedalam keranjang" suruh Nico, melihat anderwearnya tergeletak diatas lantai.


"Dia itu senang sekali menjerit"


Kemudian masuk kembali kedalam bedroom dengan senyum tipis dibibirnya.


Memastikan pria itu sudah tidak ada lagi didepan pintu.


Rara melangkah memungut pakaian dalam miliki Nico dengan ujung jari kakinya melemparkan masuk kembali kedalam keranjang pakaian kotor.


Rara duduk di sofa, dirungan tengah apartemen Nico. Menunggu pria itu menuntaskan membersihkan tubuh.


Nico keluar dari kamar yang telah menggunakan pakaian rumahan dan duduk disofa bersebrangan dengan Rara diruang tengah.


"Rara pamit dulu, tuan" Rara bangun dari duduknya meletakkan kunci mobil Nico diatas meja.

__ADS_1


"Lain kali, kau tidak boleh mencuri jam kerja untuk berkencan" kata Nico.


"Siapa yang berkencan?" jawab Rara sewot. "Bhumi itu hanya temanku"


"Iya...Teman, Tapi Mesum" timpal Nico mencibir.


Rara tergelak mendengar apa yang barusan pria itu katakan.


"Istilahmu lucu juga, tuan" Rara menggelengkan kepalanya. Berpamitan kembali dan melangkah menuju pintu apartemen itu.


"Baru kali ini aku lihat dia bisa tertawa saat berbicara denganku" Nico tersenyum tetapi hanya didalam hati.


"Kak Anggie" Rara menatap wanita itu saat ia membuka pintu.


"Hei...Ra" sapa balik Anggie. Tersenyum samar.


"Nico ada didalam?" tanyanya lagi.


Nico melambaikan tangannya dari ruang tengah kearah Anggie.


"Sudah mau pulang?" tanya Anggie.


Yang kini telah bertukar tempat. Rara diluar pintu dan Anggie didalam.


"ehm" Rara mengangguk.

__ADS_1


Nico mengamati langkah Anggie yang kini tengah menuju keruang tengah, sambil berpikir ada apa gerangan wanita itu datang menemui dirinya diapartemen.


...✍️Bersambung .......


__ADS_2