My Love Supir

My Love Supir
Sc. 36


__ADS_3

"Ternyata benar dia ada disini" gumam Hawk dalam hati.


Ehem


"Sedang menungguku"


Rara menoleh kebelakang mencari arah sumber suara yang membuyarkan lamunannya.


"Hawk" gumam Rara lirik.


"Kau ini percaya diri sekali" kata Rara lagi. Kembali menatap lurus kedepan.


Hawk tertawa kecil mendengar kalimat terakhir gadis itu. Melangkah maju memposisikan dirinya berdiri tepat disamping Rara.


"Ternyata kau bekerja untuk Nico" kata Hawk melirik sekilas gadis disampingnya.


"Seperti yang kau dengar dan kau lihat" balas Rara. Masih menatap lurus kedepan. Memandang hamparan bangunan yang terlihat menjadi lebih kecil dari atas menara.


"Pantas saja kau mengenali Anggie" Hawk menarik sedikit sudut bibirnya.


"Kau mau kemana?" tanya Hawk melihat Rara yang memutar tubuhnya.


"Tentu saja kembali bekerja. Aku takut nanti tuan Nico mencariku"


Baru saja Rara selesai berbicara ponselnya telah berbunyi.


"Hawk..." pekik Rara. Ia terkejut karena pria itu telah lebih dulu merampas ponsel dari genggamannya.


"Cepat kau kemari!" terdengar suara perintah dan penuh penekan.

__ADS_1


"Hei. Rara... kau mendengarkan aku tidak!" suara Nico terdengar lebih keras.


Hawk tersenyum sinis, mereject panggilan itu.


"Maaf...aku bersikap tidak sopan" Hawk mengembalikan ponsel milik Rara.


"Apa Nico selalu bersikap seperti ini padamu?" tanya Hawk. Menatap wajah Rara yang terlihat jengah atas sikap tidak sopan yang baru saja ia lakukan.


"Aku rasa ini bukan urusanmu" Rara berlari kecil meninggalkan Hawk yang berdiri mematung.


"****" umpat Hawk. Bukan kesal karena ucapan Rara. Tapi lebih karena sikapnya yang telah lepas kendali dan berlaku tidak sopan, apalagi pada gadis yang baru dikenalnya.


"Nona Rara" panggil Leon.


Saat langkah gadis itu menuju kearah ruangan Nico.


"Ya. Pak Leon" Rara memutar badannya, menghadap keasiaten Nico itu.


Rara meng-angguk.


Dengan cepat ia masuk kedalam lift yang ada dilantai itu, untuk menemui Nico dibawah.


Sesampainya Rara dilantai bawah. Tepatnya dilobi gedung itu.


"Dimana tuan Nico?" Rara mengerutkan keningnya.


Menajamkan penglihatannya mencari sosok pria itu, diantara lalu lalang orang-orang yang ada disana.


Langkah Hawk terhenti saat ia menapaki beberapa anak tangga terakhir, menuju kearah lift yang ada dilantai atas bangunan gedung.

__ADS_1


Seseorang yang sangat ia kenal. Yang kini menatap tajam kearahnya.


"Hawk!" kata Nico. Dengan penuh penekanan.


"Dude. Apa kau kemari khusus mencariku?" Hawk menyeringai tipis menatap raut wajah dingin yang hanya beberapa langkah didepannya.


"Jangan kau ganggu dia!" kata Nico tegas.


"Who?" tanya Hawk menaikkan pundaknya. Karena ia tidak mengerti siapa yang maksudkan oleh pria itu.


Namun Nico tak menggubris pertanyaan Hawk. Pria itu melangkah begitu saja masuk kedalam pintu lift yang telah terbuka.


"Kau tunggu saja aku dibawah" kata Nico setelah menerima panggilan telepon dari supirnya.


"Aneh. Apa yang dia bicarakan? Aku merasa tidak sedang mengganggu siapa-siapa" gumam Hawk didalam hati.


Melihat kearah pintu lift yang telah tertutup kembali.


"Itu dia" gumam Rara didalam hati.


Begitu melihat Nico keluar dari pintu lift.


Rara berdiri dari kursi berjalan kearah mobil mewah Nico yang terpakir didepan gedung.


Membungkuk hormat membukakan pintu bagian belakang untuk pria itu.


Sejenak sebelum Nico masuk kedalam mobil, ia menatap kearah gadis yang tengah menunduk itu dengan tatapan sendu.


Setelah mengetahui kemana Rara harus mengantarkan tuannya itu, mobilpun berlahan bergerak maju.

__ADS_1


...✍️Bersambung .......


__ADS_2