
Seperti hari-hari biasa sebelumnya. setelah Rara mengantarkan Nico sampai kekantor.
"Kopinya tuan" Rara meletakkan cangkir kopi diatas meja kerja pria itu dengan hati-hati.
"Apa ada yang anda butuhkan lagi, tuan?" tanya Rara.
"Tidak ada" kata Nico singkat. Mulai sibuk dengan lembar-lembar kertas diatas meja kerjanya.
"Kalau gitu Rara permisi" Rara melangkah meninggalkan ruangan kantor pria itu.
Kaki gadis itu, kini melangkah menuju lift yang ada dilantai ruangan Niko, untuk turun kelantai dimana letak kantin yang ada digedung perkantoran itu.
Awalnya gadis itu enggan untuk menemui Hawk. Tapi pria itu terus mendesaknya untuk bertemu pagi ini dikantin. Dengan alasan meminta maaf atas kejadian hari itu dimenara. Dimana Hawk berlaku tidak sopan telah merampas ponsel Rara dari genggamannya.
Karena rasa tidak enak hati menolak ajakan Hawk yang terus- menerus mendesaknya, mau tidak mau Rara menyetujui juga pertemuan mereka pagi ini.
Hawk tersenyum melihat Rara yang kini menuju kearahnya.
"Sudah lama?" tanya Rara, kemudian menarik kursi dihadapan pria itu.
"Baru beberapa menit yang lalu" kata Hawk, dengan senyum simpatik dibibirnya, menatap gadis manis yang duduk dihadapannya.
"Kamu mau pesan, apa?" tanya Hawk. Saat pelayan kantin sudah berdiri diantara mereka. Menyodorkan daftar menu yang ada dikantin itu.
Rara memilih makanan yang menurutnya enak yang tersedia dikantin perkantoran itu.
__ADS_1
"Soto Betawi dan teh manis anget, aja mbk" kata Rara kepada pelayan kantin, sambil tersenyum.
"Cappuccino" kata Hawk.
"Ditunggu ya Pak, Mbk" pamit pelayan kantin meninggalkan Hawk dan Rara.
"Jadi kamu dapet nomer Rara dari hasil rampasan saat itu" tanya Rara membuka pembicaraan mereka.
"Hem" kata Hawk singkat menatap sangat intens kearah Rara.
"Kalau kamu terus-menerus menatapku seperti itu. Rara pergi nih..." Kata Rara, jengah.
Hawk tertawa kecil menanggapi ucapan Rara barusan.
Pembicaraan mereka terpotong karena pelayan kantin datang dan meletakkan menu pesanan diatas meja.
"Beneran gak pengen nyoba? Ini enak banget, lho" kata Rara disela-sela suapannya, melirik kearah Hawk.
"Kebetulan aku sudah kenyang, Kamu aja. Melihat dari ekspresimu, aku sudah tau kalau soto itu pasti enak" kata Hawk.
Yang terus menatap cara makan gadis itu. Sedikitpun tidak menampakkan sikap jaim-jaimnya.
"Jadi beneran kamu udah maafin, aku?" tanya Hawk. Setelah Rara menyelesaikan makannya.
Rara meng-angguk. Meneguk teh manis diatas meja.
__ADS_1
"Kalau begitu. Maukan jadi pacarku?"
Mbrur...
Seketika itu juga Hawk mengusap wajahnya, dengan telapak tangan. Yang terkena semburan air teh.
"Hawk! Kau itu kalau bertindak dan berbicara, apa tidak dipikirkan dulu" Rara mengelap sisa ceceran air teh dibibirnya.
"Maaf..." Rara menyodorkan tissue kearah pria itu.
"It's okay" Hawk mengambil tissue dan menyeka wajahnya.
"Ra...aku sungguh-sungguh dengan ucapanku tadi" kata Hawk, lagi.
"Mana bisa...kita baru saja kenal" tolak Rara, sewot.
"Rara sudah memaafkan kamu. Dan terima kasih untuk traktirannya. Sekarang Rara pamit" Rara berdiri dari kursi.
Dengan cepat Hawk menangkap lengan gadis itu.
"Beri aku kesempatan untuk mengenal kamu lebih dekat. Please..."
Rara menghela nafas panjang.
"Hawk..." kata Rara pelan, melirik kearah pergelangan tangannya.
__ADS_1
Perlahan Hawk melepaskan tangannya dari pergelangan tangan gadis itu.
...✍️Bersambung ......