My Love Supir

My Love Supir
Sc. 40


__ADS_3

Rara yang berada diruang pantry sempat melihat orang-orang dari BBN TV masuk kedalam ruangan kantor Nico.


"ssstt...Pak Leon" panggil Rara sambil berbisik.


Melihat asisten Nico itu hendak masuk kedalam ruangan Nico dengan setelan Jas ditangannya.


"Nona Rara" kata Leon.


"Mau ada shooting, ya?" tanya Rara.


Karena tadi ia melihat perlengkapan yang dibawa oleh crew BBN TV.


"Wawancara" jelas Leon. Singkat.


"Hem. Rara boleh liat, gak?" pinta Rara ragu-ragu.


"Boleh. Mari...nona" ajak Leon.


Rara berjalan mengendap-endap bersembunyi dibelakang badan Leon.


Lalu gadis itu duduk disalah satu sudut sofa yang ada didalam ruangan itu.


Dengan antusias gadis itu memperhatikan kesibukan yang terjadi didalam ruangan kantor Nico.

__ADS_1


Para crew tertlihat tengah mengatur peralatan dan perlengkapan pengambilan gambar untuk wawancara itu.


Sementara Nico tengah dirias oleh perias profisional dari pihak BBN TV.


"Tuan Nico itu...sudah sukses tampan pula. Pasti banyak wanita yang ingin berada disisinya. Oh my God. Kenapa aku jadi mikiran dia" gumam Rara didalam hati.


Kembali mengamati aktivitas didalam ruangan itu. Mengalihkan isi kepalanya yang sempat memikirkan Nico.


Sesi wawancara pertama, dari pihak crew BBN TV lebih banyak menanyakan seputar sepak terjang, perjalanan karir pria itu selama ini.


Disesi kedua.


Meminta saran dan masukan dari Nico, bagi para pembisnis muda.


"Berhubung hari ini saya sangat gembira. Anda saya ijinkan untuk mengajukan satu pertanyaan saja" kata Nico. Dengan gaya kharismatiknya.


"Baik. Terima kasih" balas pewawancara wanita itu dengan sikap profisionalismenya.


"Desas, desus yang beredar. Mengatakan kalau anda adalah seorang penyuka sesama jenis.


Apakah benar anda seorang Gay, tuan Nico?" tanya pewawancara wanita itu.


Rara yang mendengar pertanyaan dari pewawancara itu, entah kenapa ia langsung melirik kearah Leon. Dan menyembunyikan senyumnya. Karena selama ini memang dimana ada Nico disitu Leon.

__ADS_1


"Pertanyaan macam apa itu?" Nico tertawa kecil menanggapi pertanyaan konyol yang diajukan oleh pewawancara wanita itu padanya.


"Tentu saja semua itu tidak benar. Saya sudah ada calon pendamping dan dalam waktu dekat ini kami akan segera menikah. Bahkan saat ini dia berada didalam ruangan ini" kata Nico. Menatap kearah Rara.


Secara refleks orang-orang yang ada didalam ruangan itu, mengikuti kemana arah mata pria itu.


Rara menoleh kekanan dan kekiri, saat mata-mata didalam ruangan itu semua terarah kepadanya. Sadar tidak ada siapapun didekatnya.


"Bukan, bukan Rara. Tuan Nico itu memang suka bercanda" Rara menggoyangkan telapak tangannya sambil tersenyum dengan sangat kaku.


Saat kamera akan membidik kearah gadis itu. "Siapa yang mengijinkan anda untuk menggambil gambarnya" kata Nico. Menatap tajam kearah crew laki-laki yang siap membidikan lensa kameranya kearah Rara.


"Lebih baik aku kabur" kata Rara dalam hati. Dengan terburu-buru meninggalkan ruangan itu.


"Maaf.Tuan Nico" kata pewawancara wanita dari BBN TV.


Melihat dan menimbang suasana wawancara itu tidak mungkin diteruskan.


Setelah para crew merapikan peralatan dan perlengkapan.


Serta mengucapkan terima kasih atas waktu yang diluangkan pria itu, tentunya permintaan maaf dan penyesalan dari pihak BBN TV yang telah lancang mengambil gambar nara sumber tampa seijin pemiliknya.


...✍️Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2