My Modern Mother

My Modern Mother
Anak jenius!


__ADS_3

Karantina dengan rentang waktu 14 hari, benar-benar sangat membosankan bagi ibu dan anak itu. Eun-Kyun menggunakan kesempatan ini untuk kembali menambah angka nol rekeningnya, tentulah ia memiliki tujuan.


Ibu muda itu masuk kedalam Dunia Online (Hacker), tentulah ia kembali bermain dengan menyelesaikan misi-misi kecil dan memperoleh uang sebagai hadiahnya.


"Eomma, bagaimana menyelesaikan ini?" tanya Do-Hyun pada ibunya dengan menunjukan soal yang cukup sulit baginya.


Eun-Kyun menoleh, ia melihat soal yang ditunjuk oleh Do-Hyun di iPad, disana menunjukan jika anak ini sedang mengerjakan soal yang ditunjukkan pada anak Sekolah Dasar kelas V (5).


"Ini,, bukanlah soal yang harus diselesaikan oleh anak usiamu... Eomma carikan yang lain saja 'yah?" ucap Eun-Kyun yang berniat mencari soal yang lebih muda untuk putranya. Namun jawaban Do-Hyun membuat Eun-Kyun terkejut.


"Sudah semuanya kukerjakan, itu terlalu mudah. Hanya ini yang sedikit sulit, aku hanya tak mengerti di bagian ini saja" jarinya yang imut itu menunjuk langkah-langkah yang ia kerjakan sebelum mendapatkan jawaban.


Eun-Kyun sedikit terkejut, ia menatap Do-Hyun dengan serius, "Kau sudah mengerjakan semua yang eomma berikan tadi?"


"He'em" Do-Hyun mengangguk dengan mata yang cerah.


"Sini, biar Eomma periksa untukmu." Eun-Kyun


Do-Hyun berjalan kearah sofa, didepan sofa terdapat meja yang sedikit rendah sehingga anak itu belajar disana.


Terdapat beberapa buku yang berantakan oleh lah Do-Hyun, ia terlihat mencari buku yang digunakannya untuk menulis jawaban dari soal-soal online itu.


"Ini, Eomma" tangan kecilnya menyerahkan buku tulis bergambar pinguin yang terlihat lucu.


Eun-Kyun menyimpan laptop yang ia gunakan sejak tadi untuk masuk dalam Dunia Online, menerima buku yang Do-Hyun berikan lalu membalikan tiap lembar buku itu.


Keningnya sedikit mengerut, melihat jawaban yang diberikan oleh putranya itu. Semuanya benar!


Eun-Kyun menatap anak yang berada didepannya dengan serius.


"Kau sungguh mengerjakannya? dan bukan menconteknya?"

__ADS_1


"Nyontek?...tentu aja nggak Eomma." balas Do-Hyun.


"kau yakin?" tanya Eun-Kyun penuh selidik.


Do-Hyun mengangguk yakin, tentu karena dia mengerjakan semua soal dengan baik tadi. Bahkan ia berfikir semua soal yang ia kerjakan tadi sangat mudah, hanya masuk kedalam soal berikutnya (kelas 5) lah ia tak paham beberapa soal sehingga menanyakannya pada Eun-Kyun.


Karena ragu, Eun-Kyun bertanya pada putranya itu. "(15+32x47) + (23+52x11) : 100.


Bagaimana cara penyelesaiannya?" ucap Eun-Kyun, ia tak berharap putranya yang pintar ini dapat menjawabnya dengan benar.


Do-Hyun melirik sebentar kearah lain, ia memerlukan waktu untuk menghitung dengan otak kecilnya, lalu menjawab dengan yakin.


"Pertama; 32 dikalikan dengan 47 lalu mendapat hasil 1.504 yang ditambah dengan 15, maka hasilnya 1.519.


Lalu, 52x11 hasilnya 572, lalu ditambah 23 maka hasilkan 595.


Setelah itu ditambah kedua hasilnya, 1.519+595\=2.114.


Apakah aku benar?" Ujar Do-Hyun


Eun-Kyun terdiam selama beberapa detik, otaknya segera menjumlahkan semua pertanyaan yang baru saja ia tanyakan pada Do-Hyun dengan asal.


Hasilnya, apa yang dikatakan oleh anaknya sungguh hasil yang tepat!


"Kau tak ragu dengan jawabannya?" tanya Eun-Kyun lagi.


Do-Hyun mengangguk dengan yakin, "He'em"


"Baguslah, jawaban mu benar. Eomma tak menyangka jika kau adalah anak yang sangat pintar," tangannya mengusap kepala Do-Hyun.


"Kemari, biar Eomma jelaskan cara penyelesaian soal ini," Eun-Kyun menarik Do-Hyun kedalam gendongannya, kemudian berjalan kearah sofa.

__ADS_1


Mendudukkan Do-Hyun di atas sofa, Eun-Kyun mulai menerangkan cara penyelesaian soal yang sebelumnya ditanyakan oleh putranya ini.


"Bagaimana, kau mengerti?" tanya Eun-Kyun.


Do-Hyun yang sejak tadi terus konsentrasi dengan apa yang dijelaskan oleh ibunya segera mengangguk, "He'em!"


"Soal selanjutnya, masih menggunakan cara yang sama. Kau bisa menyelesaikan nya?" tanya Eun-Kyun lagi.


"Bisa, Eomma," balas Do-Hyun.


"Baiklah," mengusap kepala Do-Hyun sebentar, Eun-Kyun kembali kesisi lain dan membiarkan anaknya menyelesaikan soal-soal yang sudah ia ambil dari internet, khusus untuk anak Sekolah Dasar, karena Eun-Kyun tahu jika Do-Hyun adalah anak yang pintar sehingga bisa menyelesaikan soal-soal kecil yang ia siapkan.


Hingga tak menyangka, jika anak itu malah keterusan menyelesaikan soal melewati perkiraan nya!


Ini, sebenarnya ia hanya mengambil soalnya yang dirasanya mudah, melihat anaknya yang sangat bosan bermain sendiri.


Bahkan, jika anak-anak pada umumnya tak mau lepas dari iPad karena terus menonton, Do-Hyun berbeda.


Do-Hyun anak menonton beberapa episode saja, setelah itu ia akan bermain hal lainnya, dan tak lupa belajar juga.


Putranya adalah seorang jenius!


Anak yang akan menginjak usia 5 tahun beberapa bulan lagi, adalah anak jenius!


"Sepertinya, Do-Hyun harus sekolah di sekolah para anak jenius. Ia tak bisa sekolah seperti anak normal lainnya," gumam Eun-Kyun saat melihat anaknya dengan tekun mengerjakan soal-soal.


Eun-Kyun kembali lagi berhadapan dengan laptopnya, menyelesaikan misi yang tadi sempat tertunda. Hingga ponselnya kembali berbunyi untuk kesekian kalinya hari ini.


Pingg..!


Eun-Kyun melirik ponselnya, disana terlihat pesan yang baru saja masuk.

__ADS_1


"Hanya 2 juta Won, lumayan buat jajannya Do-Hyun" gumam Eun-Kyun..


__ADS_2