
Jantung Pria itu langsung berdetak dengan kencang, matanya langsung tertuju pada Do-Hyun yang sedang menatap ibunya dengan tatapan bingung.
'Mirip denganku?' batin Woon-Hoo. Ia menatap Do-Hyun dengan minat yang lebih, meneliti wajah ank itu dan menyimpannya dalam ingatannya.
Han Na-ri, wanita yang menjadi istri Woon-Hoo juga menatap Do-Hyun dengan lebih banyak minat. Mirip dengan suaminya? ..Ia tak bisa untuk memiliki pikiran, jika Do-Hyun memang adalah putra Woon-Hoo.
Tepat saat itu, mata Min-Hyuk tertuju pada dua orang yang sedang mendekat, tidak bisa untuk mengalihkan pandangannya. Min-Hyuk langsung memanggil kakak perempuannya.
"Noona, kau sudah selesai?" Min-Hyuk langsung menarik tangan Do-Hyun untuk pergi dari antara orang-orang ini, yang membuat mereka berdua ke kebingungan.
Mata Han Na-ri dan ibu mertuanya juga mengikuti dua anak itu, mereka melihat kearah Eun-Kyun dan Jun-Hee yang mendekat dengan beberapa barang ditangan Jun-Hee
Kening Han Na-ri tidak bisa untuk tidak mengerut, 'Bukankah dia wanita yang di supermarket waktu itu?' Batinnya. Ingatannya masih memiliki Eun-Kyun disana, saat mereka membawa wanita ini ke rumah sakit karena penyakitnya yang kambuh waktu itu.
Do-Hyun, dia tiba-tiba merasa tidak nyaman dengan tatapan Woon-Hoo, ia segera berlari kecil dan bersembunyi dibelakang Jun-Hee, mengintip dari kaki pria itu.
"Ehh, ada apa?" tanya Jun-Hee, namun saat ia melihat orang-orang yang berada bersama Do-Hyun beberapa menit yang lalu, Jun-Hee juga langsung menyembunyikan Do-Hyun.
"Oh, kamu ibu bayi kecil itu?," tanya wanita paruh baya tersebut. Tatapannya tidak lepas dari Do-Hyun, namun anak itu malah bersembunyi di belakang Jun-Hee.
"Annyeonghaseyo...Ya, aku ibunya," balas Eun-Kyun.
"Dia memiliki wajah yang sangat tampan," puji Nyonya Shin, ia akhirnya mengalihkan pandangannya dan menatap pada wajah Eun-Kyun, matanya langsung melebar saat melihat wajah Eun-Kyun.
Meskipun Eun-Kyun memakai masker, namun wajahnya masih dikenali oleh Nyonya Shin. Tatapan wanita itu langsung mengarah pada putranya, tanpa mengatakan apapun, ia seperti mengetahui sesuatu.
Jun-Hee terus mengamati mereka bertiga, tatapan terkejut Nyonya Shin, Jun-hee melihat itu. Serta Woon-Hoo yang tidak mengalihkan pandangannya dari Do-Hyun dan Eun-Kyun, serta tatapan bingung Han Na-ri.
"Maaf, mengganggu kalian. Namun, kami telah selesai, selamat bersenang-senang." Jun-Hee berbalik dan mengambil Do-Hyun kedalam pelukannya.
__ADS_1
"Ehh, maskernya." Ucap Min-Hyuk, namun hanya dengan tatapan Eun-Kyun saja, remaja itu langsung mengikuti tanpa mengambil masker yang mereka simpan diatas meja.
Tangan Eun-Kyun masuk kedalam tas, lalu mengeluarkan masker baru untuk dikenakan oleh Adik dan Putranya.
Do-Hyun terus melihat kearah tiga orang itu, mereka juga melihat Eun-Kyun dan lainnya menjauh.
Do-Hyun menoleh pada Ibunya, "Eomma. Paman tadi, dia terus menatapku... Sekarang juga masih," anak itu mengatakan apa yang ia lihat. Tatapan Woon-Hoo tak lepas darinya, sebelum akhirnya mereka menghilang karena telah keluar dari toko kosmetik
"Jangan melihatnya," balas Jun-Hee, ia mengambil wajah anak itu dan memutarnya sehingga tatapan Do-Hyun jadi tertuju kedepan, dimana mereka langsung berjalan keluar dari mall.
Kening Min-Hyuk mengerut, bukankah mereka masih mau makan siang di sini? .. Kenapa malah berjalan keluar? ..Namun, Min-Hyuk juga mengetahui dengan cepat suasana yang berubah.
Mereka sebelumnya sangat senang dan gembira, menghabiskan waktu dengan berjalan-jalan dan membeli banyak hal. Namun sekarang, suasana jadi berubah ketika bertemu dengan tiga orang itu.
Meskipun hanya melihat wajah pria itu sekali, namun Min-Hyuk masih mengingatnya. Itu adalah pria yang pergi ke apartemen satu minggu lalu.
....
"Bukan, itu bukan suaminya." balas Woon-Hoo
"Kau mengenali pria disampingnya?" tanya Nyonya Shin
"Itu adalah Tuan Jun-Hee, Jeon Jun-Hee. Direktur sekaligus pemilik J.E Entertainment." sambung Han Na-ri, "Eomma tidak lupa siapa dia bukan?"
Wajah terkejut Nyonya Shin terlihat, "Sungguh? ..Dia adalah Jun-hee? ..Pantas saja, dia terlihat familiar tadi. Tapi, bukankah dia belum menikah?" ucap Nyonya Shin, tatapannya tertuju pada menantu perempuan nya.
Han Na-ri mengangguk, "itu memang benar. Namun, ada rumor yang mengatakan jika dia telah memiliki anak diluar nikah... Belum lama ini, dunia hiburan dihebohkan dengan postingan Jun-Hee, yang mengatakan bersama Istri dan Putranya... kurasa, itu adalah mereka." ucap Han Na-ri dengan mengingat berita yang muncul
"Mereka tidak menikah!.. Itu tidak mungkin!" Tiba-tiba Woon-Hoo bersuara, ia menjadi kesal dan berjalan menjauh dari istri dan ibunya.
__ADS_1
"Mengapa dia malah keberatan jika Tuan Jun-Hee menikah?" gumam Han Na-ri, namun ibu mertuanya malah mengalihkan perhatiannya dan mereka pergi dari toko kosmetik.
Woon-Hoo, dia beralasan ingin ke toilet sebentar, lalu di sisi lain ia, dia langsung melakukan panggilan dan menghubungi seseorang di toilet.
"Cari tahu bagaimana pun caranya. Aku ingin melihat hasilnya," ucapnya sebelum mematikan sambungan telepon.
'Mirip denganku? ..Hah, ini tidak mungkin 'kan?'. Batin Woon-Hoo.
............
"Eomma, aku lapar." ucap Do-Hyun saat mereka sedang dalam perjalanan kembali.
"Kau lapar? ..Mau makan sesuatu yang enak?" balas Jun-Hee dan bukan Eun-Kyun.
"He'em...Kita langsung pulang setelah bertemu mereka, padahal sebelumnya Papa sekarang sudah berjanji kalau kita akan makan di restoran." ucap Do-Hyun dengan sedikit sedih.
"Restoran masih tidak membiarkan pengunjung makan disana, terlebih itu tempat umum dan tak ada kamar pribadi... Bagaimana jika kita makan di restoran lain saja? ..Ayo makan Gogigui[1]." ajak Jun-Hee
"Gogigui? ..Aku ingin mencobanya," balas Do-Hyun bersemangat.
"Bagaimana denganmu Min-Hyuk?" tanya Jun-Hee
"Aku ingin Sundubu jjigae[2], tapi Gogigui juga enak. Aku ingin dua-duanya, apa boleh?" tatapan Min-Hyuk langsung mengarah ke depan, dimana kakak iparnya sedang melihat mereka dari kaca spion.
"Boleh, ayo kita makan semuanya." Jun-Hee mengangguk setuju, lalu menambah kecepatan mobil ke arah restoran yang menyediakan menu-menu itu.
Mereka masih berada pada hari pertama tahun baru, tentu saja dia tidak bisa membuat anak-anak ini menjadi muram karena masalah orang dewasa. Ayo hibur mereka dengan makanan lezat
......
__ADS_1
[1]. Gogigui adalah daging yang dipanggang dengan gaya barbeque di atas panggangan. Pelanggan harus memanggang sendiri dagingnya di atas panggangan yang ada di meja. Oleh karena itu agar tidak banyak asap dalam resto, di atas panggangan terdapat cerobong yang akan menyerap semua asap dari panggangan sehingga bisa langsung keluar melalui cerobong asap itu. Orang Korea suka memakan gogigui itu dengan digulung bersama dengan daun selada dan beberapa jenis sayur lainnya, lalu memakannya dalam sekali suap.
[2]Sundubu jjigae ini adalah makanan korea yang berupa sup. Kebanyakan sup yang dibuat di Korea bercitarasa pedas, begitu juga dengan sup yang satu ini. Sundubu jjigae memiliki isian di dalamnya yaitu tahu yang bertekstur amat lembut sehingga di Korea disebut dengan tahu sutera. Selain itu ada beberapa sayuran di dalamnya dan kaldu supnya sendiri terbuat dari kaldu daging sapi yang sangat lezat dan bercitarasa.