
Selama hari-hari berikutnya, Eun-Kyun hanya beristirahat di rumah, ditemani oleh putranya yang tampan dan pintar ini.
Jun-Hee sibuk dengan pekerjaannya, sesekali akan melakukan panggilan video Dengan Do-Hyun, menanyakan kabar dan apa yang dilakukan oleh anak itu.
Hanya sesekali mampir, namun hal ini sudah cukup bagi Do-Hyun.
Suatu sore, Eun-Kyun membawa Do-Hyun ke Sungai Han lagi. Mereka berjalan-jalan sebentar, sebelum akhirnya Do-Hyun dan Eun-Kyun pergi dari sana
Hari itu, saat membereskan kamar, dia tak sengaja menjatuhkan kartu nama restoran yang pernah diberikan oleh Ayah 'Eun-Kyun' di rumah sakit tempo hari.
Mengemudikan mobilnya, dengan ditemani oleh Do-Hyun, mereka pergi ke restoran itu.
"Eomma, kita akan kemana lagi?" Tanya Do-Hyun
"Restoran ayam, bagaimana menurutmu?" Balas Eun-Kyun
"Restoran ayam? Eomma pingin makan ayam goreng?" Do-Hyun memastikan
Eun-Kyun mengangguk, tak lama kemudian mereka telah tiba di alamat yang tertera. Memarkirkan mobilnya, Do-Hyun memegang tangan Eun-Kyun saat mereka melangkah memasuki restoran ayam sederhana.
Restoran ini terletak di tempat yang cukup strategis. Jika berada di waktu yang biasa, restoran ini memiliki pengunjung yang cukup ramai. Namun karena saat ini berada ditengah-tengah tahun bencana (Corona) pengunjung yang datang juga sedikit.
Meskipun restoran tetap dibuka, namun tak melayani makan didalam restoran, hanya bisa membawanya kembali ke rumah untuk dinikmati setelah dipanaskan dalam microwave.
"Selamat datang," terdengar sambutan dari dalam restoran. Eun-Kyun dan Do-Hyun memasukinya dan melihat-lihat sebentar
"Apa yang ingin anda pesan?" Tanya remaja laki-laki yang datang mendekat, "Ehh, Noona?" Remaja itu terkejut melihat siapa yang datang.
"Appa, Noona datang!" Pekik Min-Hyuk, adik sedarah Eun-Kyun.
"Bagaimana kabarmu?" Tanya Eun-Kyun, matanya melirik-lirik sekitar restoran yang sama seperti restoran ayam pada umumnya.
"Aku baik-baik saja, bagaimana denganmu, Noona?" Balas Min-Hyuk
"Aku baik-baik saja," balas Eun-Kyun.
Do-Hyun memperhatikan interaksi antara ibunya dengan remaja asing didepannya. 'Noona? Bukankah Eomma tak memiliki adik laki-laki? ..Apa dia sepupu Eomma?'
"Apa yang terjadi? .. Kenapa kau memanggilku hanya karena kakakmu pulang, apa yang spesial dari itu-" ayah Eun-Kyun keluar dari halaman yang dalam, mungkin saja dari dapur atau rumah mereka. Ini karena restoran berada dihalaman depan sedangkan tempat tinggal berada di bagian belakang restoran dan lantai dua.
Meskipun dia memarahi anak laki-laki nya, pria paruh baya itu tetap keluar dan terkejut melihat siapa yang datang. "Eun-Kyun? Kau disini? Aigoo... apa kau lapar?" tanya ayah Eun-Kyun dengan perhatian
__ADS_1
"Eemm.. Tolong buatkan kami ayam pedas, dan ayam goreng biasa." balas Eun-Kyun
"Eomma, siapa mereka?" tanya Do-Hyun
Min-Hyuk dan ayah nya mengalihkan perhatian pada Do-Hyun, "Eomma?" ulang mereka.
"Ini putraku. Do-Hyun, sapa Kakek dan Paman mudamu" suruh Eun-Kyun
"Paman? ..Kakek?.." Do-Hyun sedikit terkejut, begitu juga dengan dua orang ini.
"Ini putramu? .. Eun-Kyun, kau tak mengatakan jika kau telah menikah. Apa yang terjadi?" ucap 'ayahnya' kaget
"Aku lahir diluar nikah," ucap Do-Hyun membuat mereka terkejut. "Ayahku telah mati, Eomma belum sempat memperkenalkan nya,,, dulu."
"Apa?" rasanya seperti rahang mereka terlepas dari tempatnya, mulut mereka menganga, untung saja mereka mengenakan masker sehingga tak terlihat didepan ibu muda dan anak ini.
Keterkejutan mereka dihentikan karena ada pelanggan yang datang, Min-Hyuk berlari untuk melayani tamu sedangkan ayahnya duduk dan menemani keduanya.
Pelanggan yang datang melihat jika wanita muda dan anak kecil duduk berhadapan dengan pemilik restoran, tamu ini adalah pelanggan tetap disini jadi sudah tak asing dengan pemiliknya.
"Min-Hyuk, bukankah kalian tak menerima tamu duduk didalam? ..Semua restoran melakukan hal yang sama, apa yang terjadi?" rasa penasaran tentu saja membuat pelanggan ini bertanya.
"Hehehee... Paman, dia adalah kakakku. Dia jarang pulang ke rumah, jadi paman tak pernah melihatnya." balas Min-Hyuk sambil membungkus ayam goreng kedalam kantong kertas
Saat Min-Hyuk pergi melayani pelanggan, ayahnya juga kembali ke belakang dan membawakan teh untuk keduanya.
"Bagaimana kabarmu?" tanya sang Ayah
"Aku baik-baik saja," balas Eun-Kyun. "Bagaimana dengan kesehatanmu?"
"Ahh... aku sudah tua, jadi kesehatan ku sedikit memburuk. Namun semuanya baik-baik saja," balas ayahnya
Pria paruh baya itu mengalihkan pandangannya pada di kecil, Do-Hyun.
"Tadi siapa namamu?" tanya pria itu
"Do-Hyun, Park Do-Hyun." balas anak itu.
Ayah Eun-Kyun mengeluarkan dompetnya, dia mengambilkan 10.000 Won dan berikan pada Do-Hyun, "ambillah, ini hadiah pertemuan dengan kakek. Kakek tak memiliki hadiah untukmu, maafkan kakek yah?"
Do-Hyun hanya menatap uang yang diberikan tanpa memiliki niat untuk mengambilnya, "Terima kasih. Namun aku tak menginginkan uang dari Anda," balas Do-Hyun datar. Dia sadar dengan apa yang terjadi, pasti telah terjadi sesuatu dimasa lalu antara kakek dan ibunya sehingga ibunya memperlakukan sang kakek dengan sedikit datar dan acuh.
__ADS_1
Min-Hyuk kembali bergabung dengan mereka, tak banyak yang mereka bicarakan sebelum akhirnya ibu dan anak laki-laki tersebut pulang.
Min-Hyuk merasa senang, bisa melihat kakaknya datang berkunjung adalah hal yang sangat baik. Dia tak berfikir untuk meminta biaya perobatan sang ayah dari kakaknya.
Dia pikir, kakak perempuan sedarah ini memiliki hidup yang sedikit sulit. Membesarkan anak sendirian adalah hak yang sulit, oke?
Tak lama setelah keduanya kembali, ibu kandungnya pulang dari berbelanja ditemani oleh kakak perempuan dari pihak ibu ini.
Sebenarnya, dia memiliki dua kakak perempuan. Satu dari ibu dan yang lain dari ayah.
Namun, dia lebih menyukai kakak dari ayah, ini karena Eun-Kyun memperlakukan nya dengan baik saat ia masih kecil. Sedangkan Kakak dari Ibu, memperlakukan nya dengan kasar, buruk dan dia selalu memukul atau menyalahkan nya atas sesuatu hal yang sepele.
Dan ibunya, dia lebih membenci wanita itu. Wanita berhati dingin dan hitam, wanita yang tak layak dipanggil ibu.
.........
Berganti pada Eun-Kyun, keduanya sedang dalam perjalanan pulang kembali ke apartemen.
Karena mereka mereka pergi ke bagian kota Seoul yang lain, mereka harus menempuh perjalanan selama 40 menit sebelum akhirnya tiba di distrik di mana apartemen mereka berada.
Saat memasuki apartemen, Eun-Kyun melihat sosok yang sepertinya sedikit familiar didalam remang-remang, menghindari cahaya.
Namun dia tak mempedulikan hal ini. Ibu dan anak itu malah menaiki lift dan tiba dilantai dimana apartemen mereka berada.
Disisi jalan yang remang, pria yang sudah ketahuan oleh Eun-Kyun memiliki tatapan yang dalam saat melihat Eun-Kyun menggandeng tangan Do-Hyun dan masuk kedalam lift.
"Jadi, kau benar-benar tinggal disini?" gumamnya, sebelum akhirnya dia menghilang dari sana.
...........
Note kecil----
Sesuatu yang seru akan segera datang.
Dimana Woon-Hoo berhasil mengetahui jika Do-Hyun adalah anak biologis nya, dan Eun-Kyun yang mulai memiliki perasaan pada Jun-Hee.
Han Na-ri berhasil mengetahui jika suaminya memiliki anak haram. Dan Do-Hyun yang membenci ayah biologisnya
Bagaimana Kelanjutannya... Semoga masih betah yah sama novel ini.
Author tersayang.......
__ADS_1
^^^Zero^-^^^^