
Ketika tiba di Mall. Meskipun mall tetap dibuka, ternyata tidak banyak pengunjung yang datang, ini efek dari Corona dan Tahun baru, sehingga banyak orang memilih untuk menghabiskan waktu dengan keluarga di rumah, atau mengunjungi kerabat yang masih ada dalam kota.
Do-Hyun, anak itu memegang tangan Jun-Hee dan bermain disana, Jun-Hee akan mengangkat tangannya ke atas dimana tangan Do-Hyun sedang menyatu disana, Do-Hyun akan berayun beberapa langkah dengan menggantung di tangan kokoh calon ayah tirinya.
Dari waktu ke waktu, dia akan tertawa saat kakinya berada di udara, ia melompat dan bertingkah seperti anak kecil pada umumnya di sekitar Jun-Hee.
Eun-Kyun disisi lain tidak ingin mengganggu kesenangan putranya, dia menggandeng tangan Min-Hyuk dan mengikuti mereka dari belakang, hanya berjarak beberapa langkah saja. Ini karena terkadang Jun-Hee akan berputar dengan Do-Hyun yang tetap bergantungan di tangannya.
Semua orang pergi ke game center, bersenang-senang dengan bermain permainan disana.
Ketika Do-Hyun mobil-mobilan di area Bom-bom, yang lain juga ikutan.
Jun-Hee dan Do-Hyun berada di dalam satu mobil, sedangkan Min-Hyuk maupun Eun-Kyun berada dalam mobil yang berbeda.
Tawa Do-Hyun terdengar kencang saat mobil-mobilan itu saling tabrak, saling kejar, dan bahkan saling mengambil jalan.
....
"Papa, aku ingin boneka kelinci itu." tunjuk Do-Hyun pada mesin pengapit boneka yang berada di sekitar game center.
"Kau ingin itu? .. Baiklah, ayo kita ambil." ucap Jun-Hee melepaskan tangan Do-Hyun dan ia berdiri didepan mesin pengapit.
Eun-Kyun berada di sisi lain, ia sedang memegang senjata dan menembak musuh yang ada di monitor. Yah, permainan yang sering dimainkan oleh anak-anak, namun tampaknya sangat seru saat dimainkan oleh Eun-Kyun, tak ada satupun musuh yang lolos disana.
Hal ini menarik pengunjung lainnya untuk menonton, bahkan Min-Hyuk yang berada tak jauh dari sana dan sedang memainkan permainan bola basket harus menyimpan bolanya karena mendengar suara beberapa orang yang sedang asik menonton Eun-Kyun.
"Bukankah dia sangat keren?" ucap seorang gadis dengan gaya feminim
"Ini terlihat sangat menakjubkan, aku mungkin tidak akan bisa sama seperti dia. Semua musuh mati olehnya!" ucap pria lain
"Dia terlihat sangat keren, apa dia seorang tentara?" tanya gadis lainnya.
Min-Hyuk menoleh, ia kemudian penasaran sehingga pergi dan melihat siapa yang sedang bermain. Ternyata, itu adalah kakak perempuannya
"Wooohh." mata Min-Hyuk melebar, semua musuh yang berdatangan mati ditebak oleh kakaknya, bahkan tembakan nya terlihat sangat akurat.
Eun-Kyun disisi lain, pikirannya malah melayang kembali ke kehidupannya sebelum ini. Saat itu, dia harus berlatih dengan keras dan kejam, itu adalah pelatihan robot.
Dia memegang senjata asli, dan bukan mainan. Entah itu pistol, sniper, atau lainnya. Bongkar pasang senjata, bersembunyi diantara daun hitan, pasir di gurun, lumpur, bahkan tempat-tempat lainnya.
Kehidupan yang tidak bisa tidur dengan tenang, makan dengan perlahan dan nikmat, bahkan jika dia sedang sakit pun harus ikut berlatih bersama rekan lainnya.
__ADS_1
Pikirannya kembali saat monitor menunjukkan 'Game Over'. Saat ia berbalik, matanya menemukan terdapat beberapa orang yang sedang berada di belakang dan sampingnya, ada pula yang memegang handphone lalu merekamnya bermain game.
Mata Eun-Kyun melihat kehadiran adiknya, segera ia menarik Min-Hyuk pergi dari sana karena merasa aneh terhadap tatapan orang-orang.
"Noona, kau sangat keren!" puji Min-Hyuk, dia terus mengucapkan beberapa kata dengan kagum.
Mereka menghampiri Jun-Hee yang terlihat kesal didepan mesin pengapit boneka.
"Apa yang terjadi?" tanya Eun-Kyun
Do-Hyun menoleh, "Aku ingin boneka kelinci itu, namun Papa tidak bisa mengambilnya untukku." ucap Do-Hyun dengan sedih
"Bukan tidak bisa, mesin ini saja yang rusak... Jangan sedih, Papa akan membelikan mu boneka kelinci yang lebih besar dan banyak. Ayo kita ke toko boneka," ucap Jun-Hee
Namun Do-Hyun tidak bahagia, matanya yang sejak tadi memiliki tatapan bersemangat seketika langsung pudar.
Eun-Kyun tak suka melihatnya, "Kau ingin kelinci? .. Sebentar, Eomma akan mengambilkan nya untukmu."
"Mesin ini rusak, jangan repot-repot dan aku akan membelinya di toko. Ayo pergi," ucap Jun-Hee.
"Kakak ipar, membeli dan mendapatkan itu berbeda. Do-Hyun mau boneka hasil usahamu dengan mesin ini, akan sangat berbeda ketika berhasil mendapatkan nya." Min-Hyuk menepuk bahu Jun-Hee
Pengapit itu dikontrol oleh dua pegangan yang saat ini dalam genggaman Eun-Kyun, setelah melihat jika itu pas, Eun-Kyun menekan tombol dan pengapit tersebut turun, ia mengapit boneka kelinci.
Tak beberapa lama, terdengar 'Tingg' dan boneka itu dijatuhkan kedalam kotak, tangan Eun-Kyun terulur masuk kedalam kotak dan menarik boneka kelinci berwarna putih itu keluar dari sana. "Ini, pegang baik-baik" ucapnya
Namun, karena Eun-Kyun merasa ini cukup seru, akan terus terdengar tanda dari mesin pengapit. Boneka yang berada dalam mesin pengapit perlahan mulai mengurang, entah itu boneka berukuran sedang atau kecil, perlahan mulai berkurang.
Sedangkan Do-Hyun, tangan anak itu tidak lagi memegang satu, melainkan banyak, bahkan Jun-Hee dan Min-Hyuk juga sama.
Para pengunjung lainnya juga ikut menyaksikan, mereka ikut senang karena siapapun yang memainkan mesin itu, hanya 10% dari 100% akan berhasil, selain itu, semuanya gagal.
....
Kehebohan didepan mesin pengapit telah berakhir, boneka-boneka yang didapat telah dimasukkan kedalam kantong dan dibawa oleh bawahan Jun-Hee yang mengikuti mereka dari belakang. Ada pula boneka yang dibagikan pada beberapa anak kecil yang terus merengek ingin boneka pada orang tua mereka, namun tidak mau yang berasal dari toko melainkan dari mesin pengapit.
Jun-Hee dan yang lainnya juga pergi ke toko elektronik, membelikan Min-Hyuk laptop sehingga remaja itu bisa menggunakan nya saat belajar nanti.
Dan sekarang, mereka sedang berada di toko kosmetik terbesar, salah satu toko yang menjual produk-produk dari brand-brand terkemuka di Korea Selatan.
Toko ini lengkap, dan ada terdapat di mall-mall lainnya juga. Namun, Mall yang didatangi oleh Eun-Kyun dan yang lainnya merupakan mall termewah di Seoul.
__ADS_1
"Ada yang bisa saya bantu?" tanya salah satu staf.
"Aku akan melihat-lihat dulu, ada lipstick dan bedak yang ingin kucari." ucap Eun-Kyun mengangguk pada staf tersebut
Jun-Hee yang berada di dunia industri hiburan, merupakan stylish sekaligus desainer, ia juga pebisnis. Jadi, Jun-Hee sangat akrab dengan hal-hal ini. Pria itu menyuruh Min-Hyuk menjaga Do-Hyun diarea dimana biasanya pria akan menunggu pasangan mereka berbelanja.
Disana disediakan sofa, dan ada pelayan yang melayani mereka dengan memberikan teh dan makanan pencuci mulut.
Do-Hyun dan Min-Hyuk duduk, ada juga orang lain disana, seorang pria yang duduk diam sambil membaca majalah bisnis.
Ia tak memperhatikan dua bocah yang duduk di sofa seberang. Sedangkan Min-Hyuk dan Do-Hyun juga tak mempedulikan nya
"Do-Hyun, minum jus mu." ucap Min-Hyuk, ia telah melepaskan maskernya untuk sementara. Lagi pula, tenggorokan nya juga sedikit kering karena tak minum sesuatu sejak tadi.
"Ya, paman." Balas Do-Hyun patuh, dia melepaskan masker dari wajahnya dan meminum jus yang sudah diantarkan oleh staf, Ini jus apel, dan dia menyukainya.
Do-Hyun juga mengambil kue kering yang diantar oleh Staf dan memakannya dengan perlahan, ini enak. Do-Hyun sedang makan dengan gembira saat ketika pria yang disebelah tiba-tiba memanggilnya.
"Bukankah kau Do-Hyun? ..Dan ini, kau adiknya Eun-Kyun 'bukan?" ucapnya yang membuat keduanya segera menoleh.
Tatapan Min-Hyuk langsung datar saat melihatnya, 'Pria ini?'
Wajahnya terlihat sedikit familiar, apa mereka pernah bertemu disuatu tempat?
Pria itu ingin bertanya lagi ketika dia dihentikan oleh suara yang datang dari depan.
"Sayang, aku dan Eomma sudah selesai."
Do-Hyun dan Min-Hyuk segera menoleh, melihat jika ada dua wanita yang memiliki perbedaan usia. Terlihat seperti Ibu dan anak, namun wajah mereka tidak mirip satu sama lain.
"Oh, kalian sudah selesai?" ucapnya, dia menyimpan majalah diatas meja dan berdiri. Namun, kata-kata yang keluar dari mulut ibunya membuatnya berhenti seketika
"Oh, ada anak-anak disini? ..Apa kalian datang dengan ibu kalian?" mata wanita yang lebih tua menatap pada Min-Hyuk dan Do-Hyun yang masih tidak mengenakan masker.
"Ya, Eomma dan Papa sedang membeli sesuatu." balas Do-Hyun
"Wajahmu sangat tampan, kau memiliki wajah yang sama persis seperti putraku saat masih kecil. Kalian terlihat sangat mirip seperti ayah dan anak namun matamu lebih besar dan terlihat sangat jernih, dimana ibumu. Aku boleh berkenalan dengannya?" ucap wanita itu. Matanya tidak teralihkan dari Do-Hyun
Degg..Degg..Degg!
Jantung Pria itu langsung berdetak dengan kencang, matanya langsung tertuju pada Do-Hyun yang sedang menatap ibunya dengan tatapan bingung.
__ADS_1