My Modern Mother

My Modern Mother
Chapter 20


__ADS_3

Matanya melihat sendiri bagaimana gadis yang ia cintai meninggalkan nya dengan kesedihan. Air mata itu mengalir dengan deras, itu adalah malam terakhir ia melihat wajah itu, wajah yang tersenyum manis padanya, lalu sang pemilik tatapan yang biasanya tajam tiba-tiba memiliki tatapan yang sedih.


Semangat nya menghilang, tak ada lagi tatapan dingin itu, hanya ada tatapan sendu dan kesendirian.


"Jeon Jun-Hee, sampai nanti. Semoga kau tetap mengenali ku dimasa depan, sampai jumpa."



Jun-Hee mendengar suara tangisnya saat gadis itu menutup pintu gerbang rumahnya, suara terisak itu terdengar ditelinganya.


Cairan bening tanpa sadar menetes dari matanya, dadanya terasa diremas kuat, dan nafasnya terasa sesak.


Ini sangat menyakitkan, padahal dia tak memiliki riwayat penyakit jantung, tapi kenapa jantungnya terasa sangat menyakitkan?


Perlahan, isakan Jun-Hee juga terdengar samar oleh gadis yang berada dibalik pintu gerbang.


Mendengar langkah kaki yang mulai menjauh, pintu gerbang tiba-tiba kembali terbuka, gadis itu berlari kearahnya. Memeluknya dari belakang, isakan yang tadi terdengar samar sekarang ia dengar dengan sangat jelas.


"Maafkan aku...hikss...maaf..."


gadis itu terus bergumam dengan tak jelas, suaranya teredam karena isakan nya.


"Jangan menangis lagi, jika kau menangis dadaku terasa sangat sakit. Ini menyakitkan, jangan menangis Eun-Kyun ah." Ia membalikkan tubuhnya, memeluk gadis itu dengan erat.


"Tap-tapi.."


"Aku janji, aku yang akan mencarinya disana.... Hanya beberapa bulan lagi aku akan ke Seoul juga, aku akan pindah kembali ke rumah ayahku.... Aku yang akan mencari mu, jadi berhentilah menangis," Suara Jun-Hee kembali terdengar, ia berusaha untuk membuat Eun-Kyun bergetar menangis.


"Kau bisa menelpon ke rumah, aku akan terus menunggu telepon mu... pakai saja telepon umum, dan kita bisa saling berkomunikasi. Kau juga bisa mengirimkan ku surat, aku juga akan mengirimkan mu surat, 'yah?." meski suaranya terdengar bergetar, ia terus menenangkan gadis yang saat ini berada didalam pelukannya.


Lalu keesokkan nya, Jun-Hee membolos untuk melihat mereka pergi.

__ADS_1


Sepasang ayah dan anak meninggalkan rumah, mereka menaiki bus dan pergi ke stasiun lalu membeli tiket ke Seoul.


Matanya melihat gadis itu pergi dengan mata yang bengkak dan merah, tak ada semangat didalam tatapannya.


Eun-Kyun memeluk satu pot Guci, didalamnya terdapat abu dari ibunya yang telah meninggal 1 setengah tahun lalu.


.....


Mata Jun-Hee menatap kertas yang penuh dengan tulisan. Tinta pena dan kertas yang digunakan sudah ia simpan sangat lama, karena merupakan surat yang dikirim oleh Eun-Kyun padanya 10 tahun lalu.


Bukan hanya satu lembar surat, namun puluhan lembar terus ia simpan dalam kotak yang ia perlakuan dengan sangat berharga.


Mereka berhenti saling berkirim surat setelah membeli ponsel, namun karena kecerobohan nya ponsel itu hilang saat ia sedang melanjutkan kuliahnya di Paris.


Setelah lulus sekolah, Jun-Hee mengambil beasiswa ke Paris dengan bantuan sepupunya, ia mengambil program MBA Advertising and Media. Lalu mengikuti kelas Fashion ditahun kedua, dan mengikuti kelas seni ditahun keempat.


Tahun-tahun saat berada di Prancis, Jun-Hee tak banyak keluar dan selalu fokus dengan kuliah dan kelasnya.


Karena mengikuti kelas Fashion, sepupunya mengajukan saran agar ia berkolaborasi dengan salah satu desainer yang dikenal.


Selain itu, Jun-Hee juga menjadi asisten seorang stylish, ia sedikit membantu sebelum akhirnya mendapatkan pengakuan dari kepala stylish bahwa Jun-Hee memiliki kemampuan.


Akhirnya, Jun-Hee bertanggung jawab atas salah satu aktris populer yang akan naik rad karpet.


Dan berita baiknya, gaun yang ia desain sendiri masuk kedalam babak final kompetisi desain. Lalu menjadi juara dua saat final kompetisi, ini hal yang membahagiakan untuknya karena baru sekali coba.


Jun-Hee benar-benar memasuki dunia industri Hiburan saat selesai dengan kuliahnya.


Ia kembali ke Seoul setelah kita lima tahun, membuka perusahaan nya sendiri.


Jun-Hee benar-benar mendirikan Perusahaan nya sendiri, dibantu oleh sepupunya yang lebih tua 8 tahun darinya, Choi Min-ho.

__ADS_1


Min-ho merupakan sepupu jauh dari ibunya Jun-Hee.


Jun-Hee awalnya menyewa gedung dengan 10 lantai, mendaftar perusahaannya dan memulai nya.


perusahaan yang berdiri di Dunia hiburan, Dia ingin perusahaan nya terlibat dalam segala hal.


Mulai dari acara TV, Variety show, music hingga fashion.


Singkatnya, Jun-Hee akan memonopoli seluruh industri Hiburan.


Dirinya memiliki uang untuk memulai, jadi mengapa harus menunggu lagi?


Lagi pula, ia pikir semua itu akan menjadi trend setelah beberapa tahun saja.


Dan buktinya sekarang, hanya dalam waktu 5 tahun, perusahannya berkembang dengan sangat pesat.


Banyak aktris-aktor yang menjadi pendatang baru namun populer berkatnya.


Banyak produser film yang ingin bekerjasama dengannya. Mereka bersama-sama mensukseskan diri dengan berkerja keras.


Sekarang, dalam waktu 10 tahun, ia akan menunjukkan pada Eun-Kyun bahwa mimpinya telah menjadi nyata.


Dia ingin memenuhi janjinya dulu, membawa wanita itu kemanapun ia mau, membelikan apa saja yang dipegang dan dipikirkan oleh gadis itu.


Melirik kesampingkan, terdapat bingkai dengan ukuran sedang menggantung diruang kerjanya, dengan potret seorang gadis berseragam SMA yang tersenyum manis kearah lain dengan latar belakang kelas.



Lalu, satu foto disampingnya yang berbeda lagi, gadis itu tak tersenyum namun tetap terlihat manis dipandang. Tatapan tertuju pada kamera, terlihat sangat imut.


__ADS_1


Tatapan Jun-Hee sangat lembut saat melihat kedua potret itu. Gadis yang dulu terlihat imut, sekarang telah menjadi seorang wanita dewasa yang cantik.


Jun-Hee sekarang sedang mencari, dimana wanita ini tinggal.


__ADS_2