
Jun-Hee yang mendapat telepon dari Do-Hyun benar-benar sangat khawatir, mobil yang ia kendarai meningkat kecepatannya. Saat tiba di lampu merah, pria itu semakin tak tenang.
Setelah berganti warna, Jun-Hee kembali menginjak pedal gas dan dengan cepat menuju rumah sakit.
Suara Do-Hyun yang menangis khawatir tetap terdengar ditelinga nya, Jun-Hee terus mengenakan Earphone itu untuk menenangkan Do-Hyun.
Eun-Kyun yang berada dalam ambulance segera dikeluarkan dari sana setelah tiba di rumah sakit, para perawat disana segera mendorong bangsal dan membawa wanita itu ke unit gawat darurat (UGD).
Do-Hyun menggunakan kaki kecilnya untuk mengikuti ibunya, hingga dia tiba di depan pintu UGD dan dilarang masuk.
"Paman, cepatlah... Eomma..dia di UGD sekarang.. huu..huu" ucapan Do-Hyun tak jelas karena dia sedang menangis saat ini.
"Tenanglah, sebentar lagi Paman akan sampai," Jun-Hee mencoba untuk menenangkan Do-Hyun sebisa mungkin sementara ia tetap mengemudikan mobilnya.
Pasangan yang tadi mengikuti mereka dari belakang juga telah tiba, mereka pergi ke Unit gawat darurat setelah tiba disana.
Perawat yang menangani Eun-Kyun didalam sana keluar dan ingin meminta wali atau keluarga untuk mengisi biodata Pasien, namun saat ia melihat anak kecil yang menunggu sambil menangis dan tak ada siapapun selain anak itu.
"Adik, apa ada orang lain lagi selain kau?" tanya Perawat
Do-Hyun menggeleng, "Aniyo.. Paman masih dalam perjalanan kemari, hanya aku yang bersama Eomma." balas Do-Hyun
Saat itu juga, pasangan suami-isteri tadi tiba di UGD, pria itu segera menghampiri perawat yang sedang bicara dengan Do-Hyun.
"Nona, bagaimana keadaan wanita yang baru saja masuk beberapa menit lalu?"
"Apa anda keluarganya?" tanya Perawat, dia pikir pasangan inilah yang dimaksud oleh Do-Hyun.
"Bukan, saya temannya. Bagaimana keadaannya? ...Omo, apakah anda Tuan Shin, CEO itu? " perawat tadi langsung terkejut saat melihat pria dihadapannya. Saat dia melirik ke belakang pria itu, dia melihat wajah yang sudah dikenal banyak orang, "Ada Nona Han juga, aku sepertinya sedang bermimpi.. Annyeonghaseyo"
__ADS_1
Wanita yang mendampingi suaminya mengangguk pada perawat, baginya sudah terbiasa saat bertemu fans secara tak sengaja. " Annyeong."
"Ya, itu saya. Jadi, bagaimana keadaan wanita tadi?"
Perawat tadi segera menjawab, "Wanita tadi sangat beruntung, dia membawa obat saat sedang berjalan-jalan sehingga saat sakitnya kambuh segera diminum, saat ini pasien masih diperiksa oleh dokter.. Apakah pasien didalam adalah teman Tuan Shin?" ucap wanita itu.
"Ya, saya temannya." balas Woon-Hoo.
Yah, dia adalah Shin Woon-Hoo, mantan kekasih Eun-Kyun.
Do-Hyun yang mendengar suara asing menoleh, dia memperhatikan pria dan wanita yang tadi berada di supermarket. Ternyata mereka mengikutinya, segera berdiri dadi duduknya ia mengatakan sesuatu yang membuat Woon-Hoo terkejut.
"Ahjussi, terima kasih telah mengantar kami dan menelpon ambulance. Tapi, siapa kau? ... Kenapa aku tak mengenalmu?" ucap Do-Hyun, dia menghentikan tangisannya namun masih cegukan.
Woon-Hoo menoleh pada Do-Hyun, pria itu menatap Do-Hyun dengan bingung. "Ibumu?"
Do-Hyun mengangguk, "Ne, uli eomma."
"Do-Hyun!" suara bariton terdengar dilorong, Do-Hyun segera menoleh kebelakang Woon-Hoo dan menemukan pria yang sudah ia kenal.
"Papa!" Do-Hyun segera meninggalkan Woon-Hoo dan berlari kearah Jun-Hee yang telah tiba.
"Ehh? ...Papa?" Woon-Hoo menoleh dan menemukan Do-Hyun yang sudah masuk kedalam pelukan Jun-Hee, pria itu menenangkan Do-Hyun yang kembali menangis.
Sedangkan Jun-Hee sendiri juga terkejut dengan panggilan Do-Hyun barusan. 'Papa?'
Namun dia lebih memilih untuk menenangkan Do-Hyun yang berada dalam pelukannya, dia menghampiri perawat yang berada didepan pintu UGD.
"Permisi, bagaimana keadaan wanita tadi, ibu dari anak ini." tanya Jun-Hee
__ADS_1
Perawat yang masih berada disana sangat terkejut melihat siapa yang baru saja tiba dihadapannya. Menurut mulutnya yang sudah tertutupi masker, matanya membulat. "Omo.. Tuan Jun-Hee? ...Apa anda Tuan Joen Jun-Hee?"
"Ya, itu saya. Bagaimana keadaannya didalam sana?" tanya Jun-Hee lagi
Perawat tadi segera menjelaskan keadaan Eun-Kyun, seperti yang tadi ia katakan pada Woon-Hoo.
"Baiklah, tolong ditangani dengan baik." ucap Jun-Hee
"Pasti, kami melakukan yang terbaik bagi pasien." balas perawat tadi, "Tian Jeon, biodata Pasien harus diisi, dan juga harus dibayar biaya registrasi nyam Tolong ditangani,"ucap perawat. Jika saja saat ini mereka tak dilarang untuk menjaga jarak, dia pasti akan meminta foto pada mereka.
"Tuan Jeon Jun-Hee, apa itu anda?" ucap Han Na-ri, meskipun dia sudah mengetahui namun dia ingin menyapa pria ini dengan baik.
"Ya itu saya... Oh, Nona Han.. Anda juga disini?" Jun-Hee menoleh dan mendapati pasangan itu disana, sejak tadi setelah tiba dia tak memperhatikan mereka, barulah kini dia melihat keduanya.
Dia tak berharap bisa melihat mereka, terlebih Woon-Hoo. Kepalan tangan Jun-Hee tiba-tiba saja mengeras, lebih tepatnya tangan yang ia gunakan untuk menggendong Do-Hyun.
"Ada CEO Shin juga, senang bertemu dengan kalian." ucap Jun-Hee lagi, perasaan benci itu menghampirinya. Namun jika dia menunjukkan ketidaksukaan nya didepan mereka, pastilah mereka akan bingung. Sehingga kebencian itu ditutupi dengan rasa dingin dari ucapannya.
"Ya, senang bertemunya dengan Anda, Tuan Jeon." balas Woon-Hoo, meski dia merasakan ketidaksukaan Jun-Hee padanya namun matanya terus tertuju pada Do-Hyun sehingga membuat Jun-Hee mengeratkan pelukannya pada anak itu. Dia menyembunyikan wajah Do-Hyun di dadanya, agar Woon-Hoo tak melihat Do-Hyun lagi.
"Papa, sesak" ucap Do-Hyun karena merasakan pelukan Jun-Hee yang erat membuat pria itu segera melonggarkan pelukannya namun tak menghentikan keinginan untuk menyembunyikan wajahnya Do-Hyun.
"Saya harus pergi sebentar, saya harus melakukan registrasi terlebih dulu. Kalau begitu, permisi." ucap Jun-Hee dingin, dia segera berbalik pergi tanpa menunggu jawaban keduanya.
Han Na-ri yang ingin bertukar beberapa kata lagi segera menelan keinginannya. "Ya, sampai nanti."
Jun-Hee segera pergi ke resepsionis, dia mendaftarkan nama lalu mengisi biodata setelah itu membayar biaya pendaftaran.
Setelah kembali dari resepsionis, dokter mengatakan jika Eun-Kyun telah dipindahkan ke ruang rawat dan telah selesai menjalani pemeriksaan untuk saat ini.
__ADS_1
Jun-Hee pikir Eun-Kyun tak nyaman berada di sana, dengan beberapa orang diruangan yang sana sehingga ia meminta agar Eun-Kyun dipindahkan ke ruang VIP, itu akan hal ini juga bertujuan agar privasinya tetap terjaga.