My Modern Mother

My Modern Mother
Kado Natal


__ADS_3

Keesokan harinya.


Pada pagi setelah semua orang terbangun, Eun-Kyun telah menyiapkan sarapan.


Susu cokelat untuk mereka bertiga, dan segelas kopi untuk Jun-Hee. Ada pula sandwich bagi semua


Min-Hyuk menatap sarapan didepannya, saat mengambil gigitan pertama, hal yang terlintas di benak nya adalah rasa sandwich yang enak.


"Kopi apa ini?" Jun-Hee bertanya


"Itu kopi instan dari Indonesia, apakah kau menyukainya?" balas Eun-Kyun


Jun-Hee mengangguk, "tentu. Rasanya cocok denganku, mungkin aku akan menggantikan kopi ini dengan kopi yang sering kuminum." ucap Jun-Hee.


Sebagai pria normal, tentu saja dia menyukai rasa kopi. Dan kopi dari Indonesia ini, cukup enak dan cocok dengan lidahnya.


Dengan tambahan anggota keluarga yang baru, tentu saja suasana menjadi lebih ramai. Ada yang bisa menemani Do-Hyun bermain mulai sekarang


Min-Hyuk masih merasa canggung dengan keluarga ini, yah meskipun ini adalah kakak perempuannya sendiri. Namun tak menghilangkan rasa canggung itu


Setelah sarapan, Do-Hyun dengan bersemangat lari ke bawah pohon natal, dimana kado-kado di tumpuk disana.


Anak itu sangat bersemangat saat membuka bungkusan kado, ia juga menarik Min-Hyuk untuk membuka bungkusan kado yang bertumpuk-tumpuk.


Yah, semua hadiah Natal ini dibeli oleh ibu dan calon ayah tiri yang kaya ini. Semua barang yang dibungkus adalah barang-barang berkualitas, banyak mainan yang dibeli oleh Jun-Hee untuk Do-Hyun.


Tak lupa, pria itu juga membelikan hadiah untuk tunangannya yang kemudian dibungkus dan disimpan dibawah pohon natal


Jun-Hee dan Eun-Kyun memperhatikan kedua bocah yang asik membuka bungkusan kado, sambil merangkul Eun-Kyun, pria itu juga mencuri-curi ciumannya.

__ADS_1


Srakk....srakk!


Bungkusan hadiah yang lain diambil oleh Min-Hyuk, ia merobek bungkusan itu yang kemudian menampilkan kotak handphone. "Ehh?" ia terkejut, bukankah ini adalah handphone dari negara mereka, ini adalah handphone keluaran terbaru dari Samsung.


"Apa yang kau dapat, Paman?" tanya Do-Hyun bersemangat, "Woowh... Handphone?"


Min-Hyuk menoleh kearah kakak perempuannya, "Noona. Ini ponsel-"


"Ambillah untukmu," potong Eun-Kyun


"Untukku, tapi-" dia tak tahu harus berkata apa, ucapannya menggantung.


"Bukankah kalian masih belajar Online? .. Gunakan saja untuk sementara, nanti akan ku belikan laptop agar kau menggunakan nya saat belajar." ucap Eun-Kyun


Do-Hyun mengangguk, "Aku juga memilikinya. Paman, kau harus semangat belajar setelah dibelikan laptop oleh Eomma nanti, oke?" ia sedikit bersemangat saat mengatakannya.


Min-Hyuk tersenyum, "Terima kasih, Noona" ucapnya. Untuk saat ini, masih dalam suasana liburan Natal dan tahun baru, namun setelah tahun baru selesai, mereka akan kembali belajar dengan Online.


Yah, karena belum bisa secara tatap muka, namun pelajaran berlanjut secara Online.


.....


Disisi lain, Ibu tiri dan Ju-Kyun sedang kesal.


Pengacara Tuan Park datang kerumah, namun bukan untuk mencari mereka melainkan Min-Hyuk.


Tuan Park ini tidaklah bodoh, sebelum ia meninggal, mungkin karena firasat nya, hampir semua aset ia berikan pada putra (Min-Hyuk) dan putrinya (Eun-Kyun) serta uang asuransi nya juga diberikan pada mereka berdua.


Pengacara hanya mengatakan jika mereka berdua mendapatkan apartemen kecil di salah satu distrik, itu adalah apartemen yang dulu dimiliki oleh Tuan Park. Sedangkan restoran ini, akan menjadi milik Min-Hyuk.

__ADS_1


Sebagai istri, dia hanya mendapatkan aset kecil itu, lalu bagaimana cara dia bisa memenuhi kehidupan royal miliknya jika bukan menggunakan uang asuransi suaminya?


Nyonya Park sangat marah pada Pengacara tersebut, namun dia tak bisa melakukan apapun.


Jika Min-Hyuk ada di rumah, dia mungkin masih bisa memeras anak itu. Namun sekarang, anak itu sudah pergi dengan kakak perempuannya yang lain.


Dia tak tahu dimana mereka tinggal. Ini benar-benar sangat sial!


Terlintas dibenaknya, ia ingin menjual restoran ini, namun ternyata surat kepemilikan berada di tangan Pengacara, dan sudah ditandatangani oleh Tuan Park, jika restoran ayam ini akan menjadi milik Min-Hyuk.


Pengacara mengatakan jika, dalam dua bulan mereka harus pergi dari sana. Jika tidak, mereka akan diusir dari tempat itu.


Keduanya memaki Min-Hyuk, namun remaja itu tak tahu apapun dan sedang menenangkan hati dengan bermain dengan Do-Hyun.


..............


Dari seseorang yang tak diketahui siapa, Woon-Hoo di sisi lain mendengar jika Tuan Park telah meninggal.


Ia meminta ijin pada Istrinya dan pergi dari mansion mewah tersebut, ia pergi ke gedung apartemen Eun-Kyun lalu bertanya pada petugas keamanan disana.


Mengetahui dimana apartemen Eun-Kyun, ia tiba-tiba muncul dengan memencet bel.


Min-Hyuk lah yang membuka pintu, karena tidak mengenali pria itu, dia hanya tahu jika pria ini adalah teman dari kakak perempuannya. Yah, itu karena Woon-Hoo mengatakan jika dia teman Eun-Kyun


Saat Woon-Hoo datang, bertepatan dengan Jun-Hee yang pergi sebentar ke supermarket ditemani Do-Hyun.


Hanya ada Eun-Kyun dan Min-Hyuk di rumah


"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Eun-Kyun saat melihat Woon-Hoo muncul di rumahnya.

__ADS_1


__ADS_2