My Modern Mother

My Modern Mother
Chapter 27


__ADS_3

Hari telah menunjukkan pukul 12 siang, dan kini saatnya makan siang.


Jun-Hee tetap tinggal disana untuk makan siang bersama ibu dan anak itu.


Matanya terus tertuju pada Eun-Kyun, pikirannya kacau setelah mendengar ucapan Do-Hyun tadi.


'Eun-Kyun bahkan tak menikah sejak lima tahun lalu, berarti ini adalah anak dari "Pria itu" ,bukan?'


Dia hanya berfikir, bagaimana wanita muda yang tampak lemah ini membesarkan anak ini sendirian?. Dia sangat mengenal wanita ini, dia lah yang paling tahu siapa dia, lalu


Tanpa seorang pria, dia mengandung dan melahirkan, lalu mengurus semua kebutuhan dan membesarkan anak ini sendirian.


Emosi Jun-Hee tanpa diketahui tak dapat dikontrol olehnya, ia meremas sumpit yang berada ditangannya dengan keras, beruntung bukan terbuat dari bambu atau kayu, jika tidak pasti sumpit itu telah patah menjadi empat bagian.


"Ahjussi, gwaenchanh-a?" tanya Do-Hyun yang sepertinya merasakan perubahan Jun-Hee yang tiba-tiba.


Eun-Kyun juga menoleh padanya, keningnya mengerut. "Ada yang salah?"


Jun-Hee sadar dari lamunannya, ia dengan cepat menggeleng. "Aku baik-baik saja,"


Ia menoleh pada Do-Hyun, "terima kasih telah mengkhawatirkan ku, Do-Hyun" tangannya juga mengelus rambut Do-Hyun sambil tersenyum.


"He'em" kepalanya mengangguk lalu melanjutkan makan siangnya.


Tatapan Jun-Hee tak lepas dari Eun-Kyun, membuat ibu muda ini tak nyaman. Eun-Kyun mempercepat makan siangnya lalu masuk kedalam kamar.


"Simpan saja mangkuknya disini, aku akan membereskan nya nanti."


Jun-Hee sepertinya sedikit paham dengan ketidak nyamanan Eun-Kyun, mata kedua pria berbeda generasi itu terus mengikuti Eun-Kyun hingga ia menghilang dibalik pintu.


Do-Hyun tak ikut campur, ia juga dengan cepat menyelesaikan makan siangnya namun tetap berada dimeja makan menunggu Jun-Hee menyelesaikan makan siangnya.


Meskipun umurnya masih kecil, dia sangat mengerti jika terjadi sesuatu antara ibunya dan Paman ini. Namun firasat nya mengatakan jika paman yang berada dihadapannya ini adalah orang baik, sehingga Singa kecil ini tak menunjukkan taringnya pada Jun-Hee.


"Kau sudah selesai? Wahh, kau harusnya makan lebih banyak lagi," ucap Jun-Hee saat melihat Do-Hyun tak lagi makan dan hanya tersisa dirinya saja.


Do-Hyun menggeleng, "aku sudah kenyang, tak bisa makan lagi."


"Kalau begitu makan buah saja, bukankah kalian membeli buah tadi?" balas Jun-Hee.


Do-Hyun kembali menggeleng kepalanya, "Ahjussi lupa?.. Aku sudah makan buah tadi, 30 menit lalu sebelum kita makan siang. Lagi pula, makan buah setelah makan makanan berat tak baik bagi pencernaan, buah harus dimakan sebelum makan siang," ucap Do-Hyun dengan penuh pengetahuan.


"Uhukk...uhukk.."

__ADS_1


Seolah-olah makanan yang ia makan telah tercekat di tenggorokan nya, Jun-Hee tak bisa membalas ucapan Do-Hyun ini. Dia dengan cepat meneguk air sebelum ia memuntahkan makanan nya.


"Yak, dari mana kau tahu?" Jun-Hee.


"Hal sederhana ini tentu saja aku tahu," balas Do-Hyun dengan santai. Ia melompat turun dari kursi, berjalan kearah kulkas dan mengeluarkan puding susu yang dingin, membawa dua cup puding lalu meletakkan satunya didepan Jun-Hee.


"Ini, pencuci mulut untuk mu, Ahjussi."


"Go-gomawo" tiba-tiba Jun-Hee menjadi gagap.


"He'em" lagi-lagi Do-Hyun mengangguk kecil, ia menaiki kursi dengan bantuan bangku kecil yang diletakkan dibawah kursinya. Lalu dengan tenang memakan pusing susu miliknya.


.............


"Aku ingin bicara dengan mu," ucap Jun-Hee yang berada dibelakang Eun-Kyun yang sedang mencuci mangkuk kotor bekas makan mereka tadi.


"Maka katakan saja," balas Eun-Kyun.


"Tidak bisakah kita bicara berdua?" Jun-Hee.


Eun-Kyun menoleh dan menatap Jun-Hee, "Baiklah," ia kembali melanjutkan aktivitasnya.


Jun-Hee kembali keruang tamu, dimana televisi sedang menyala dan menampilkan beberapa kartun anak. Ada Do-Hyun yang sedang menonton televisi dengan tangan yang memegang rubik


"Aniyo, tadi tak ada yang bisa kutonton selain kartun." balas Do-Hyun


Lagi-lagi Jun-Hee menahan nafasnya, dia mengerti apa yang dimaksud Do-Hyun.


Anak ini tahu berapa umur yang pas untuk menonton film, Anak pintar!


"Bagaimana jika Marvel, Avengers mana yang kau suka?"


Hilang sudah Jun-Hee sang pemimpin perusahaan terkemuka, dia malah terlihat seperti anak kecil yang bisa menjadi teman mengobrol dari Do-Hyun.


"I-ron Man, Hulk, dan Wonder woman." balas Do-Hyun dengan menatap Jun-Hee.


"Wonder woman? ...Mengapa kau menyukainya?" tanya Jun-Hee sedikit penasaran


"Dia kuat seperti Eomma, aku menyukainya." balas Do-Hyun singkat


"Ah, begitu." Jun-Hee terdiam, ia menoleh pada Eun-Kyun yang telah selesai dengan semua mangkuk dan beberapa piring kotor tadi.


"Do-Hyun, Paman akan bicara sebentar dengan ibumu. Bisakah kau masuk kedalam kamar? .. Hanya sebentar saja, paman akan memanggilmu nanti. Boleh?" pinta Jun-Hee

__ADS_1


Do-Hyun menoleh pada pria yang mengenakan baju kemeja putih yang lengannya digulung ini, tanpa ada dasi dan jas yang melekat pada tubuhnya.


Kepala kecilnya mengangguk singkat, turun dari sofa meninggalkan ruang tamu lalu masuk ke kamarnya.


Eun-Kyun juga melihat jika putranya telah masuk kedalam kamar seperti permintaan Jun-Hee, karena pria itu ingin membicarakan sesuatu ia segera mendekat.


"Apa yang ingin kau bicarakan, katakan dengan cepat lalu pergi dari rumahku." Ucap Eun-Kyun


Pukk ...pukk.


Jun-Hee menepuk sofa disampingnya, "duduk dulu." ucapnya sambil tersenyum


Eun-Kyun duduk namun menjaga jarak dari pria ini, dia meletakkan bantal disampingnya agar membatasi Jun-Hee supaya jangan terlalu dekat dengannya.


Tangan Jun-Hee meraih remote televisi, ia menambahkan volume karena khawatir Do-Hyun mendengar pembicaraan keduanya.


Eun-Kyun bahkan tak menghentikan aksi pria itu.


"Mengapa kau menghilang dari Seoul?" Tanya Jun-Hee


"....." Eun-Kyun menutup mulutnya, ini karena dia merasa jika itu bukanlah dia pada saat itu, namun Eun-Kyun yang asli.


"Baiklah jika kau tak menjawab, tapi jawab pertanyaan ku yang lain. Oke?" Jun-Hee.


"....."


"Kenapa kau tak datang padaku saat itu, saat kau disakiti oleh br3ngsek itu?" Jun-Hee merasa jika Eun-Kyun tak akan menjawab pertanyaannya, jadi dia terus bertanya lagi.


"Mengapa harus Indonesia? .... Karena disana luas sehingga aku tak akan mudah menemukan mu? Karena aku tak akan tahu apa yang terjadi padamu?"


Eun-Kyun menoleh pada Jun-Hee yang berada disampingnya, "Langsung saja, jangan berbelit-belit."


"Baik! .... Do-Hyun, dia anak 'Pria itu' Bukan?" Jun-Hee


"Apa yang sebenarnya ingin kau ketahui?" Eun-Kyun membalasnya dengan datar.


"Aku tak menyalahkan mu, tapi bagaimana kau bisa menanggung semua ini sendirian. Masih ada aku, oke? ....Kau bisa datang padaku, aku bisa menjaga kalian berdua.


Mengapa kau malah menanggung semuanya sendirian, kau menjaganya sendirian, kau membesarkan nya sendirian, dan kau juga menanggung semua rasa sakit itu."


Eun-Kyun menatap pria yang berada disampingnya dengan serius.....


...................

__ADS_1


__ADS_2