
Do-Hyun yang ingin menambah bakso berusaha untuk mengambilnya sendiri, namun karena anak itu tak berhati-hati, sup yang panas tumpah ketangan nya yang kecil.
"Aghh!"
Semua orang langsung menatap kearahnya, "Do-Hyun!"
Do-Hyun, anak itu juga terkejut dengan apa yang baru saja terjadi. Padahal dia mau menambah bakso, ini memang salahnya karena tak berhati-hati. "Aku baik-baik saja," balas Do-Hyun tenang
"Sebentar, aku akan mengambil obat." Eun-Kyun beranjak dari bangkunya, ia menuju ke dapur dimana dia menyimpan kotak P3K.
Jun-Hee mendekati anak itu, dia menggendongnya ke sofa dan meletakan nya disana. Ia meraih tangan kecil Do-Hyun dan melihat punggung tangannya yang memerah.
"Jangan khawatir, ini akan baik-baik saja." ucap pria itu menenangkan Do-Hyun, dia meniup bagian yang merah dengan perlahan
Eun-Kyun mendekati mereka dengan kotak P3K, Jun-Hee yang melihatnya segera meraih kotak itu dan mencari salep
Mendapatkan apa yang ia inginkan, segera ia mengambil tangan Do-Hyun dan mengoleskan obat salep tadi. "Ini akan baik-baik saja setelah dioleskan salep, tidak sakit 'kan?" tanya Jun-Hee dengan lembut
Do-Hyun mengangguk, "He'em"
"Anak pintar," puji Jun-Hee. Tangannya mengelus rambut Do-Hyun
"Do-Hyun, kau baik-baik saja?" tanya Gong-Min yang sedikit khawatir.
Do-Hyun mengangguk, "Aku baik-baik saja."
"Syukurlah ...Sup tadi masih cukup panas, semoga tidak ada luka bakar ditanganmu." sambung Dong-Min
__ADS_1
"Kau bisa minta Eomma untuk mengambilnya, kenapa bertindak sendiri?" tanya Eun-Kyun
"Aku tak ingin merepotkan Eomma. Maaf," Do-Hyun menundukkan kepalanya
Melihat raut wajah anak itu yang tak bersemangat membuat hati Jun-Hee merasa seperti diremas. "Sudahlah, untuk apa kau memarahinya. Dia hanya tak ingin merepotkan mu saja, dan lagi dia ini masih kecil. Oke?" Jun-Hee meneguk Eun-Kyun setelah itu dia mengambil Do-Hyun dari sofa dan kembali ke meja makan.
Do-Hyun duduk dengan patuh, dia menatap Jun-Hee dan pria didepannya ini tak mengetahui jika dia mendapatkan poin dari anak itu.
"Kau baru makan sedikit tadi, ayo lanjutkan. Biar paman yang membantumu makan, tanganmu pasti akan sakit jika digerakkan." ujar Jun-Hee, dia mengambil bakso lalu memotongnya menjadi empat bagian kemudian mulai menyuapi anak itu dengan telaten.
Jun-Hee yang telah mendapatkan poin dari dari Do-Hyun, tentu anak itu memandangnya dengan lebih hangat. Dia dengan patuh membuka mulutnya dan menerima suapan dari Jun-Hee
Eun-Kyun mengajak kedua anak kembar itu untuk kembali melanjutkan makan. Saat makan lagi, mereka memperhatikan Jun-Hee yang membiarkan makanan nya dingin hanya untuk menyuapi Do-Hyun makan. Setelah anak itu kenyang dan menolak tak mau lagi, barulah pria itu menikmati makanan nya lagi.
Eun-Kyun yang merasa sedikit tersentuh dengan baik hati kembali memanaskan bakso yang telah dingin.
"Biar aku membantumu," ucap Jun-Hee yang muncul di dapur.
Eun-Kyun menoleh dan mendapati pria itu sudah berada didekatnya, lengan bajunya yang telah digulung memperlihatkan lengan yang kokoh.
"Kau tak bekerja?" tanya Eun-Kyun, dia menggosok piring lalu membilasnya kemudian diserahkan pada Jun-Hee
Jun-Hee, pria itu menerima piring yang diberikan oleh Eun-Kyun dan mengeringkan nya dengan lap. "Tentu saja aku bekerja."
"Lalu, untuk ala kau disini?" Eun-Kyun menoleh pada Jun-Hee yang menampilkan profil sampingnya.
Pria itu tersenyum saat menoleh pada Eun-Kyun, "Terus bekerja itu melelahkan. Lagi pula, kau lupa hari ini akhir pekan?" Jun-Hee terkekeh pelan. Dia pikir, tak banyak yang berubah dari Eun-Kyun yang dulu, remaja yang pelupa. Ternyata, sampai sekarang pun tetap sama saja.
__ADS_1
Jun-Hee melanjutkan. "Lagi pula, keadaan saat ini menjadi kacau karena virus itu. Banyak hal yang berantakan," keluhnya, sebagai pemimpin perusahaan industri hiburan, tentu dia juga harus mengatur para karyawan nya.
"Kau benar," balas Eun-Kyun singkat.
Jun-Hee menoleh pada Do-Hyun yang saat ini sedang menonton kartun di televisi. "Do-Hyun anak yang sangat pintar, dia bahkan tak menangis tadi."
Eun-Kyun juga mengalihkan pandangannya pada Do-Hyun sebentar, "dia memang anak yang pintar, dia jenius. Kau tak akan menyangka jika kau melihat kemampuannya," ucap Eun-Kyun dengan sedikit arogan. Bagaimana pun, Do-Hyun berbeda dari kebanyakan anak normal lainnya
Jun-Hee memikirkan sesuatu. Jika saja dia tak datang terlambat, mungkin lima tahun lalu dia bisa mengambil Eun-Kyun sebagai istrinya seperti perkirakan nya sebelum nya. Lalu, saat ini dia mungkin bisa melihat anak mereka sendiri tumbuh dan bermain seperti yang dilakukan oleh Do-Hyun saat ini. Dia berharap Do-Hyun adalah anaknya, namun kenyataan berkata jika Do-Hyun adalah benih dari pria itu.
'Tunggu dulu. Aku tak keberatan dengan Do-Hyun yang bukan benihku, mendapatkan anak yang telah besar juga baik, kan?' Batin Jun-Hee.
Jun-Hee menoleh pada Eun-Kyun yang telah selesai dengan piring dan mangkuk kotor dan malah saat ini sedang menemani Do-Hyun menonton. Dia bahkan tak menyadari jika Eun-Kyun telah meninggal dapur dan pergi dari sana hanya karena dia bermain dengan pikirannya sesaat.
Diam-diam pria itu mengeluarkan ponselnya, dia memotret anak dan ibu yang sedang menonton dari belakang sehingga tak menampilkan wajah, hanya menampilkan kepalanya dan rambut saja yang ditutupi juga oleh sofa sebagian. Hanya profil belakang mereka saja.
Pria itu kemudian mengunggah foto tadi ke akun media sosial nya dengan hastag, "Spending Time Togetherš„°"
Setelah itu dia menyimpan ponselnya di kantong celana tanpa mempedulikan jika unggahan nya membuat ribuan bahkan jutaan orang heboh.
Jun-Hee mendekat, dia duduk disampai kiri Do-Hyun sedangkan Eun-Kyun berada disamping kanan anak itu. Mereka berdua menghapit Do-Hyun ditengah dan menonton kartun "Tomas & Jeremy", si kucing dan tikus yang tak pernah akur.
Ketiga orang itu akan tertawa terbahak-bahak saat Jeremy mengerjai Tomas, lalu kucing itu akan berlarian kemana-mana sedangkan tikus itu akan membuat kucing kesal lagi dan lagi.
Jun-Hee yang memang telah berencana menghabiskan waktu disana tak mempedulikan ponselnya yang sudah memiliki banyak notifikasi. Bahkan wanita yang dijodohkan dengan nya, Soo-Rin terus menelpon Jun-Hee tapi apa yang dilakukan oleh pria itu?
Ponselnya saat ini dalam mode diam, dia tak ingin diganggu oleh wanita itu sehingga dia melakukan hal ini.
__ADS_1
Sedangkan di kolom komentar, jumlahkan terus bertambah dari waktu ke waktu.