My Modern Mother

My Modern Mother
Kedatangan Woon-Hoo


__ADS_3

"Ini aku..Aku sangat merindukanmu, Eun-Kyun." ucap pria itu


Entah kenapa, tubuh Eun-Kyun tiba-tiba saja membeku dan tak bisa melakukan apa-apa


'Suara ini..'


"Lepaskan!" ucap Eun-Kyun dingin


"Kenapa aku harus melepaskan mu? ..Aku sungguh sangat merindukanmu," ucap pria itu


"Aku bilang lepas!" ulang Eun-Kyun, namun pria itu malah mengeratkan pelukannya.


"Kau sudah melupakanku?.. Kenapa kau malah pergi dariku?.. kau membuatku sangat merindu-" ucapannya belum selesai sebelum tubuhnya tiba-tiba melayang di udara dan dibanting dengan kasar. Ini menyakitkan!


"Argggh!" pekiknya


Itu benar. Eun-Kyun memberikan pelajaran pada pria ini, b4jingan yang berani memeluknya tanpa mendapatkan ijin.


Dia benci pada pria ini, sama seperti 'Eun-Kyun' yang asli, dia membencinya.


Hanya b4jingan yang mau merusak tanpa mau memperbaiki nya. Hanya mau membuahi saja tanpa mau mempertanggung jawabkan apa yang telah ia buat. Pria b4jingan ini, dia membencinya!


Rindu?.. meninggalkan?


'Berhenti bercanda! ..Kaulah yang meninggalkan nya!..Kau lah yang membuatnya hancur!... Kau lah membuatnya terpuruk!.. Kau lah yang membuatnya selalu merasa bersalah pada anak kecil itu!.. Dasar B4JINGAN!.. Mati saja kau sana b4ngsat!


Eun-Kyun menatapnya dengan kesal, marah, tidak suka, benci dan segala macam rasa kebencian.


Tangannya mengepal keras, sebelum pria itu bisa bangun, Eun-Kyun sudah lebih dulu memberikannya bogeman mentah di pipi dan perutnya


Bugg..Bugg!


"Apa maumu, br3ngsek?!" dia harus menahan diri, jangan sampai emosinya memakan kesadarannya sehingga tanpa sadar mengambil nyawa pria b4jingan ini.


Woon-Hoo, memang ini dia.


Woon-Hoo masih terkejut dengan tindakan Eun-Kyun yang membalik lalu membanting tubuhnya ke lantai, pria itu tambah terkejut dengan reaksi Eun-Kyun yang marah dan menghajarnya.


Pria itu merasakan bau darah dalam mulutnya, perutnya juga terasa sangat sakit setelah dihajar oleh wanita ini. Eun-Kyun benar-benar menggunakan banyak tenaga saat menghajarnya

__ADS_1


Eun-Kyun kalut, kenangan tentang pria ini tiba-tiba datang menyerangnya. Kepalanya mulai pusing, sebelum Woon-Hoo bisa menahannya disana langkah Eun-Kyun telah melaju dan meninggalkan pria yang sedang kesakitan itu.


Saat mengetahui jika Eun-Kyun kembali ingin melarikan diri, Woon-Hoo segera bangkit dan mengejarnya, namun ia terlambat karena Eun-Kyun telah masuk kedalam lift dan meninggalkan lantai dasar. "Eun-Kyun! .. Eun-Kyun, berhenti disana! .. Eun-Kyun!"


Eun-Kyun yang sudah berada dalam lift merasa kepalanya terasa sakit, jantungnya juga mulai berdetak dengan cepat dan ini menyakitkan, berbeda saat bersama Jun-Hee tadi.


Pandangan Eun-Kyun mulai gelap, dia harus minum obatnya sekarang, namun dia malah tak membawanya saat ini dan obat itu berada di dalam kamarnya. Tubuhnya sudah tak bisa ditopang lagi, ia mulai tersungkur didalam lift.


Lift tiba-tiba berhenti dilantai lima, lalu pintunya terbuka. Orang yang berada di depan lift terkejut melihat Eun-Kyun yang dalam keadaan setengah sadar didalam sana


"Noona?" Beruntungnya, itu adalah Dong-Min. Ia sangat terkejut sehingga dengan cepat masuk kedalam lift dan menopang tubuh Eun-Kyun


"Noona..Noona, kau harus tetap bersamaku..Noona kau dengar aku?" Dong-Min menepuk pipi Eun-Kyun pelan, ia menekankan tombol lantai atas dengan segera pintu yang telah tertutup tadi mengantar mereka kelantai atas.


Tiing!


Setelah pintu terbuka, Dong-Min langsung memapah Eun-Kyun ke kamar 140, dimana apartemen nya berada.


Eun-Kyun masih memiliki kesadaran, beruntungnya ia bertemu dengan Dong-Min yang telah dikenalnya.


Setelah tiba di depan pintu, Eun-Kyun mengangkat tangannya dan menekan sidik jari dipintu, setelah itu pintu terbuka.


"Itu, disana.. dalam kamarku, diatas meja..." ucap Eun-Kyun


Dong-Min dengan segera mengambil obat didalam kamar Eun-Kyun, saat masuk memang terlihat tabung obat diatas nakas.


Setelah mengambil segelas air, Dong-Min membantu Eun-Kyun minum obat lalu membiarkan nya istirahat sebentar di sofa.


Dong-Min telah mengetahui kondisi Eun-Kyun saat ini, penyakit jantung adalah penyakit yang memiliki resiko tinggi.


Eun-Kyun merasa sedikit baikan, meminta Dong-Min membantu nya kedalam kamar sebelum pemuda itu pergi.


Ini merupakan malam yang sial. Bagaimana bisa Woon-Hoo mengetahui tempat tinggalnya? Namun ia juga harus bersyukur, setidaknya pria itu tak tahu nomor berapa apartemen nya berada.


Woon-Hoo yang masih berada di lantai dasar melihat angka di samping pintu lift, saat lift berhenti di lantai 5, ia pikir disana lah apartemen Eun-Kyun berada.


Saat ini, dia benar-benar penasaran dengan Eun-Kyun yang tiba-tiba menghilang lima tahun lalu dan muncul dengan seorang anak setelah lima tahun kemudian.


Bukan hanya tentang Eun-Kyun, namun dia juga penasaran dengan anak yang memanggil Eun-Kyun 'Eomma'

__ADS_1


Jika memang benar itu anak Eun-Kyun, lalu siapa ayahnya?


Tidak mungkin itu Jun-Hee, karena semua orang tahu jika pria itu belum menikah dan hanya berkencan dengan beberapa wanita sebelumnya sebelum sekarang ada rumor yang mengatakan jika pasangan kencannya adalah seorang aktris baru di dunia hiburan.


Namun, postingan Jun-Hee baru-baru ini tentu saja membuat banyak media heboh, dia memiliki seorang putra yang dirahasiakan?


Apakah ini adalah anak itu? Yang memanggil nya dengan 'Papa' saat berada di rumah sakit tempo hari?


Dan lagi, apa hubungan antara Eun-Kyun dan Jun-Hee, kenapa dia tak tahu apa-apa?


Dia melihat dengan jelas tadi, saat Jun-Hee mengecupnya kemudian melarikan diri wanita itu juga telah kesal namun malu dengan wajah yang merah.


Tangannya mengepal saat mengingat wajah malu Eun-Kyun pada Jun-Hee, namun malah marah saat dia muncul.


Dengan terpaksa, Woon-Hoo meninggalkan tempat itu dan akan kembali lagi dilain waktu lagi.


Istrinya telah menelpon dan menanyakan dimana dia berada sekarang.


...........


Disisi lain, Jun-Hee yang telah tiba di rumahnya merasakan suasana hati yang berubah drastis.


Terlebih saat ia memasuki ruang tamu, wajah yang paling dibencinya berada disana.


Melihat Jun-Hee yang telah tiba, pria paruh baya tersebut bangkit dari duduknya dengan marah, "Kemari kau! ..Dari mana saja kau, huhh?.. Kenapa sudah sekali menghubungi mu?"


Jun-Hee menatap ayahnya dengan marah, matanya bergeser pada wanita yang sedang duduk sambil menangis di sofa lain dan sedang ditenangkan oleh seorang wanita berusia kepala 4.


"Sayang, tidak bisakah kau mengajari putramu untuk berlaku baik pada ana manis ini? .. Lihatlah, dia terus menangis." ucap wanita itu menatap sinis pada Jun-Hee


'Teruslah berakting, lihat sampai mana kalian terus berakting seperti ini.' batin Jun-Hee


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2