
Setibanya di restoran, Jun-Hee memesan ruang pribadi, mereka masuk kedalam kamar pribadi yang menampung satu keluarga.
Selain Sundubu jjigae dan Gogigui, masih ada menu lain yang dipesan membuat meja itu penuh dengan makanan lezat.
Jun-Hee mengambil daging yang sudah dibawa oleh waiters, lalu memanggangnya dialat pemanggang. Aroma daging mulai tercium, membuat siapa pun didalam kamar menjadi lapar
Tatapan Jun-Hee mengarah pada Do-Hyun yang memiliki mata berbinar dan tertuju pada daging yang sedang dipanggang, disudut bibirnya terlihat ada air liur yang sedikit menetes. Ohhh, sangat menggemaskan
Sedangkan Min-Hyuk, remaja itu saat ini sedang melahap Sundubu jjigae sambil menunggu daging matang. Meminum sup nya dengan bantuan sendok, remaja itu menyuapi Do-Hyun agar anak itu tidak terus melihat daging panggang yang masih di masak.
"Ayo, buka mulutmu." ucap Min-Hyuk
Do-Hyun menoleh, melihat sendok dengan makanan diatasnya membuat Do-Hyun menurut, anak itu membuka mulutnya dan membiarkan Paman kecilnya menyuapkan makanan kedalam mulut kecilnya.
Mata anak itu lebih berbinar lagi, "Hmm.. enak," ucapnya membuka mulut dan membiarkan Min-Hyuk menyuapkan makanan padanya.
Min-Hyuk mengangkat kerang, mengambil dagingnya lalu menambahkan tahu sutera lalu menyuapi Do-Hyun lagi. Melihat anak itu makan banyak, Min-Hyuk jadi lebih bersemangat menyuapi Do-Hyun makan.
Jun-Hee terkekeh melihat mulut Do-Hyun yang akan terus terbuka, meminta suapan lebih dari Paman kecilnya.
"Jika kau terus makan Sundubu jjigae, kau tidak akan bisa makan Gogiguilagi." ucap Jun-Hee mengingatkan anak itu
"Oh, aku lupa... Paman, aku tidak mau lagi. Aku mau daging saja," ucapnya dan melihat pada daging yang sudah matang.
Eun-Kyun merobek selada lebih kecil, lalu menaruh daging, kimchi dan nasi didalamnya. Ia membungkus semuanya, "Ayo buka mulutmu," ucapnya pada Do-Hyun
Tatapan Do-Hyun tertuju pada ibunya, membuka mulutnya selebar mungkin dan membiarkan ibunya menyuapi makanan kedalam mulut kecilnya.
Pipi Do-Hyun mengembung, ia mencoba untuk mengunyah makanan yang ada dalam mulutnya dengan sebisa mungkin.
Namun, tingkahnya malah membuatnya semakin menggemaskan, "Hahahaha~" ketiga orang yang lebih tua darinya itu tertawa melihat Do-Hyun yang tampak sangat menggemaskan saat pipinya mengembung.
__ADS_1
Do-Hyun merasa jika makan daging dan sayuran ini juga enak, namun makanan Paman kecilnya lebih enak. Do-Hyun mengangkat mangkuk dan meminta pada Min-Hyuk, "Aku ingin punya paman saja...Punya Papa dan Eomma tidak cocok denganku," ucapnya
Dan wajah seriusnya, itu terlihat cukup menggemaskan. Min-Hyuk menerima mangkuk yang Do-Hyun sodorkan padanya, lalu menuangkan Sundubu jjigae miliknya pada mangkuk tersebut.
Do-Hyun memakannya sambil terkekeh pelan.
Keluarga itu makan dengan lahap, Do-Hyun juga sesekali akan meminta Gogigui pada Ibunya, dan Eun-Kyun akan menyuapi anak itu dengan porsi yang lebih kecil.
Min-Hyuk yang sejak tadi makan Sundubu jjigae menyimpan sendok dan mengambil daging yang ia panggang lalu dibalur dengan selada, ditambah yang lain sebelum akhirnya masuk kedalam mulutnya.
Saat makanan sudah habis, keluarga itu pergi dari restoran. Do-Hyun ingin duduk didepan bersama Jun-Hee dan Eun-Kyun, membiarkan Min-Hyuk berada di belakang sendirian. Mengambil kesempatan ini, Min-Hyuk menurunkan kursi penumpang agar lebih nyaman saat ia tiduran nanti.
Saat di perjalanan pulang, Do-Hyun juga tertidur dalam pelukan ibunya, Eun-Kyun mengambil ponselnya dan memotret anak itu yang tengah tertidur.
Jun-Hee menoleh, melihat hasil foto Eun-Kyun yang menunjukkan wajah anak itu sedang tertidur dengan mulut yang sedikit terbuka. "Dia terlihat sangat menggemaskan," ucap Jun-Hee
Eun-Kyun mengangguk, "He'em. Dia sangat menggemaskan dan juga pintar," ucapnya setuju.
"Noona, pria yang tadi kita temui di toko kosmetik, kau mengenalinya?" tanya Min-Hyuk. Hal ini sudah berputar di otaknya sejak tadi, membuat nya tidak bisa lagi menyimpan pertanyaan ini. Melihat Do-Hyun yang juga sudah tertidur, Min-Hyuk merasa jika ini waktu yang pas.
Eun-Kyun melirik kaca spion, melihat wajah adiknya yang saat ini sedang menatap lewat kaca spion juga. "Bukan siapa-siapa, jangan bertanya apapun lagi tentangnya." suhu dalam mobil juga menurun drastis secara tiba-tiba.
"Maafkan aku," ucap Min-Hyuk sebelum akhirnya membuang pandangannya ke jendela. Ada sesuatu yang disembunyikan oleh kakak perempuannya, dan hal ini berhubungan dengan Do-Hyun dan pria tadi
"Tak apa.... Tapi, jika dimasa depan kau bertemu dengannya secara tidak sengaja, hindari pria itu. Dan jangan merespon nya, oke?" ucap Eun-Kyun, dia merasa harus mengingatkan adiknya tentang hal ini.
Untuk sementara ini, dia belum bisa mengatakan kebenaran tentang Woon-Hoo dan Do-Hyun, lagi pula.. Dia tak berencana untuk membuat Do-Hyun mengenali ayah biologisnya.
__ADS_1
............
Woon-Hoo yang curiga terhadap suatu hal menyuruh orang untuk mencari tahu tentang Do-Hyun, namun stalker tersebut malah tidak bisa mengetahui apapun. Semua informasi tentang Do-Hyun tak ada, seolah-olah sedang dilindungi oleh orang lain
Eun-Kyun disisi lagi, laptopnya mendapatkan notifikasi. Ada seseorang yang mencari informasi tentang Do-Hyun, tentu saja Eun-Kyun telah menyembunyikan segala sesuatu tentang Do-Hyun.
Tak perlu mencari tahu siapa pelaku ini, Eun-Kyun sudah menebaknya dengan tepat. 'Woon-Hoo', hanya dia yang akan melakukan hal ini
Eun-Kyun tersenyum miring, ia menggelengkan kepalanya ketika mengingat wajah pria brengsek itu
Selama beberapa hari kedepan, Woon-Hoo selalu menunggu hasil dari orang tersebut, namun setelah menunggu ia bahkan tidak mendapatkan apapun
Woon-Hoo sedang melihat handphone nya saat Han Na-ri masuk kedalam kamar dan melihat suaminya. "Apa yang sedang kau lakukan?"
Wanita itu bergeser menaiki tempat tidur, namun Woon-Hoo dengan cepat menghapus story nya dan tersenyum pada istrinya. "Tidak ada, aku hanya melihat-lihat informasi mengenai dunia hiburan. Ada yang kau inginkan?"
"Aniyo," balas Han Na-ri. Ia bergeser dan masuk kedalam pelukan Woon-Hoo, menyandarkan kepalanya pada bahu suaminya yang kekar.
"Apa ada masalah?" Han Na-ri mengangkat wajahnya dan menatap Woon-Hoo yang kepalanya lebih tinggi.
Woon-Hoo mengecup bibir istrinya, "tidak Adam Jangan khawatirkan apapun, semuanya baik-baik saja." Woon-Hoo mulai bermain dengan rambut Han Na-ri, meskipun ia tersenyum, namun matanya menyembunyikan sesuatu.
Dia tahu itu, Han Na-ri menatap Woon-Hoo dengan sedikit sendu. "Anak yang beberapa hari lalu kita ketemu di toko kosmetik, dia terlihat sangat tampan dan menggemaskan... Apa tahun ini, kita bisa memiliki yang sama sepertinya?" tanya Han Na-ri, tatapan langsung tertuju pada mata Woon-Hoo, membuat pria itu menjadi tidak nyaman.
Woon-Hoo tersenyum, "Tentu saja, semoga saja kita bisa memiliki nya jika kau mau memprosesnya saat ini juga," tangan Woon-Hoo sudah mendarat di tempat yang empuk dan meremasnya
Ada suara kenikmatan yang datang setelah itu, membuat kamar pasangan suami-isteri tersebut menjadi panas padahal di luar salju sedang turun.
Namun, setelah semua kenikmatan itu berlalu, dan Han Na-ri telah tertidur karena kecapekan. Woon-Hoo mengingat lagi ucapan sang isteri sebelumnya. 'Do-Hyun, sebenarnya siapa dia ini??'.
Mengingat wajah anak itu yang tidak memiliki garis yang sama dari Jun-hee, hal ini membuat kecurigaan nya semakin besar.
__ADS_1