
Saat ini telah memasuki musim dingin, beberapa minggu lagi akan turun salju.
Do-Hyun yang lahir dan dibesarkan di negara tropis lalu berpindah ke negara dengan 4 musim ini, dia merasa sangat senang. Melihat salju adalah keinginan nya, dia ingin bermain salju, berlarian diatas salju, membuat boneka salju, dan masih banyak lagi hal yang ingin ia lakukan.
Meskipun cuaca diluar sana dingin dan orang-orang mengenakan pakaian berlapis yang tebal agar bisa menghangatkan tubuh, Do-Hyun saat ini sangat ingin pergi keluar dan jalan-jalan.
Eun-Kyun menyetujui keinginan anaknya itu, mereka sekalian akan membeli pohon natal dan hiasan-hiasannya. Karena telah memasuki pertengahan Desember, banyak hiasan natal yang digantung dimana-mana.
Do-Hyun, anak itu saat ini sangat dekat dengan Jun-Hee, ini disebabkan pria itu sering berkunjung ke apartemen mereka. Setiap akhir pekan, dihari Sabtu dan Minggu, Jun-Hee selalu berada di sana dan menghabiskan waktu dengan keduanya.
Ini meningkatkan hubungan mereka, Eun-Kyun juga menyambut Jun-Hee dengan baik. Ini juga dikarenakan Do-Hyun sangat suka bermain dengannya disana.
"Do-Hyun, jangan lupa sarung tanganmu." pekik Eun-Kyun yang sedang mengenakan baju lengan panjang yang lembut dan hangat.
"Ne, Eomma." balas Do-Hyun dari kamarnya, tak lama kemudian anak itu muncul di ruang tengah.
Eun-Kyun juga menyusul setelah beberapa menit. Mengenakan jaket yang tebal dan panjang, ada pula dua syal berwarna hitam dan abu-abu dengan ukuran yang berbeda.
Setelah ibu dan anak itu mengenakan sepatu, mereka keluar dari dalam apartemen. Setelah tiba di parkiran, mengambil mobil dan memanaskan mesinnya, keduanya meninggalkan gedung apartemen
Eun-Kyun dan Do-Hyun pertama-tama pergi ke taman, tempat yang paling sering dikunjungi oleh orang-orang. Do-Hyun dengan senang bermain disana, mereka berfoto ria disana. Terlebih Do-Hyun, dia melakukan panggilan video ke Mama Ina di Kota B, Indonesia.
Ada juga Nathan, si dokter tampan yang yang menjadi ayah baptisnya Do-Hyun. Keempat orang ini melakukan panggilan video selama Do-Hyun berada di taman dan bermain
Nathan dan Mama Ina terlihat senang melihat anak itu berlarian dengan senang, meski hidungnya merah karena dingin namun Do-Hyun tetap terlihat bahagia.
Karena keduanya keluar pada pukul 4 lewat 30 menit, mereka menghabiskan waktu 1 jam di taman, kemudian pergi ke Sungai Han pada pukul 6.
Meskipun saat ini Corona menghantui banyak orang, masih terlihat orang-orang di Sungai Han. Eun-Kyun dan Do-Hyun memarkirkan mobil di pinggir jalan sebelum akhirnya pergi ke sungai Han dan bermain disekitar sana.
__ADS_1
Terdapat beberapa pedagang yang menjual berbagai makanan ringan, Eun-Kyun membelikan Do-Hyun apa yang diinginkan oleh anak itu.
"Kau senang hari ini?" tanya Eun-Kyun saat mereka sedang duduk menghadap Sungai Han sambil menikmati jajanan yang telah dibeli.
"He'em." Do-Hyun menganggukkan kepalanya dengan cepat, seperti anak ayah yang senang mematuk makanannya. "Aku sangat senang hari ini, andai saja Paman Jun-Hee ada, akan terasa lebih baik lagi." ucap Do-Hyun dengan sedikit sedih.
"Jadi kau ingin jalan-jalan dengan Paman Jun-Hee?" tanya Eun-Kyun
"Benar, tapi paman Jun-Hee sibuk, kita tak bisa jalan-jalan dengannya." ucap Do-Hyun, dia tahu benar jika pria itu adalah orang yang super sibuk, memiliki banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Sudah baik Jun-Hee menyisihkan waktu pada akhir pekan untuk bermain dengannya di apartemen.
Keduanya mengobrol, selayaknya anak dan ibu. Sebelum akhirnya mereka pergi ke Mall, tempat tujuan akhir hari ini.
Mall tetap dibuka, meski memiliki waktu. Mall akan ditutup pada pukul 9 malam, semua orang harus meninggalkan mall diwaktu itu.
Karena sekarang baru setelah delapan, mereka masih memiliki waktu satu jam setengah.
Memasuki toko, anak dan ibu itu memilih pohon natal yang tingginya satu setengah meter, lalu membeli pernak-pernik pohon natal.
Pesanan pohon natal bisa diantar ke rumah karena toko ini memiliki layanan antar, hanya saja akan ada biayanya. Eun-Kyun ingin membawanya saja sendiri, namun dia tak mungkin melakukan ide itu karena mereka berdua juga harus membeli bahan makanan.
Eun-Kyun meminta layanan antar, dia memberikan alamat rumah dan membayar semua biayanya. Setelah itu mereka pergi ke supermarket yang berada dalam mall.
Dan seperti biasa, akan ada daging-dagingan yang masuk kedalam keranjang belanja, buah-buahan kesukaan keduanya, sayuran, beras dan minyak, serta bahan lainnya yang dimasukkan kedalam keranjang belanja.
Saat sedang berputar-putar untuk berbelanja, dada Eun-Kyun tiba-tiba terasa sakit lagi. Sakit itu datang lagi disaat yang tidak tepat
Do-Hyun yang sedang berputar-putar memilih dan memilah berbagai macam snack merasa ada yang tidak beres dengan ibunya saat matanya tak sengaja menangkap Eun-Kyun memegang dada lagi, seperti yang sering terjadi di waktu-waktu lalu.
"Eomma!" Do-Hyun melepaskan Snack yang dia pilih, berlari menghampiri Eun-Kyun yang sedang memegang dada karena kesakitan.
__ADS_1
"Eomma, Gwaenchanh-a? .. Eomma.." panggil Do-Hyun panik. Hal ini menarik perhatian beberapa pengunjung diantaranya ada pasangan suami-isteri, ibu-ibu dan remaja yang sedang membeli beberapa makanan ringan.
"Ada apa?" tanya seorang wanita yang merupakan pekerjaan disana.
"Ibuku sakit, tolong berikan aku air." pinta Do-Hyun, dia segera mencari obat Eun-Kyun didalam tas.
Wanita lain dengan cepat merespon dan memberikan air kemasan yang diambil dari lemari es terdekat.
Wanita paruh baya itu membantu Eun-Kyun duduk dilantai untuk sementara, setelah Do-Hyun mendapatkan obat, dia segera memberikannya pada Eun-Kyun dan meneguknya dengan air.
Namun, tanpa diketahui oleh mereka, pasangan suami-isteri yang berada tak jauh dari sana, yang juga menyaksikan apa yang terjadi memiliki ekspresi yang berbeda, lebih tepatnya sang suami lah yang memiliki ekspresi itu.
"Eun-Kyun?" ucapnya, dia segera melepaskan tangan istrinya dan berlari kearah Eun-Kyun dengan khawatir.
"Panggil ambulance, cepat!" ucapnya, terdapat nada khawatir didalam sana.
Suami yang melepaskan tangan membuat wanita itu sedikit mengerutkan keningnya, suaminya mengenali wanita ini? Namun dia memiliki pikiran positif untuk sekarang, mungkin saja wanita yang dikhawatirkan oleh suaminya merupakan teman sewaktu sekolah atau kuliah dulu. Yah, itu pasti.
Pengunjung lain telah menelpon ambulance beberapa detik yang lalu, sehingga mempermudah semua orang.
Meskipun telah minum obat, namun rasa sakit itu masih berada di dadanya. Apakah penyakit ini semakin buruk?
Do-Hyun disisi lain sudah menangis melihat ibunya yang kesakitan, saat petugas membawa Eun-Kyun kedalam ambulance, Do-Hyun juga ikut masuk karena dia adalah walinya.
Pasangan suami-isteri tadi juga mengikuti mobil ambulance, istrinya tak banyak bertanya saat melihat wajah khawatir suaminya. Terlebih saat suaminya berkata jika itu adalah teman yang dekat dengan suaminya, namun mereka kehilangan kontak selama 5 tahun.
Do-Hyun yang panik juga menelpon Jun-Hee, dia mengatakan jika penyakit Eun-Kyun kambuh lagi, saat ini sedang berada di ambulance menuju rumah sakit.
Jun-Hee yang mendengar hal ini segera menutup dokumen dan semua pekerjaannya, dia mengemudikan mobil dengan cepat sambil telepon tetap terhubung dengan Do-Hyun.
__ADS_1