My Modern Mother

My Modern Mother
Chapter 51


__ADS_3

Diruangan yang tenang itu, hanya terdengar nafas yang saling bersahutan. Jun-Hee berada disana menemani Eun-Kyun yang masih tertidur, wanita itu tersadar di tengah malam namun Jun-Hee membuatnya kembali tertidur dengan menyuruh dokter menyuntikkan obat pada wanita itu. Ia tak mau Eun-Kyun kembali terpukul, ini adalah langkah yang tepat menurutnya


Menggenggam tangannya, Jun-Hee tertidur dengan posisi setengah duduk.


Waktu telah menunjukkan pukul 05:12 am. Hari sebentar lagi akan kembali terang setelah matahari muncul pukul 6


Tangan Eun-Kyun bergerak, tak lama kemudian matanya terbuka lalu menyesuaikan dengan cahaya lampu yang masuk kedalam matanya.


Ia merasa tangannya yang lain sedang digenggam oleh seseorang, setelah menoleh ternyata Jun-Hee yang berada disana.


"Hufftt." Pria ini pasti merasa tak nyaman dalam tidurnya, terlihat dari keningnya yang mengerut beberapa kali. Tak mau mengganggu istirahat pria itu, Eun-Kyun menarik tangannya dengan perlahan kemudian pergi ke kamar mandi yang berada di sudut ruangan.


Wanita itu harus menjawab panggilan alam yang datang, setelah menghilang dari kamar, Jun-Hee yang masih tertidur menggerakkan tangannya untuk menggenggam tangan tunangannya lagi.


Namun, itu terasa kosong. Saat tangannya bergerak, benar-benar tak ada orang diatas tempat tidur. Matanya terbuka, terlihat wajah paniknya "Eun-Kyun?"


Matanya mencari di segala ruangan, namun telinganya mendengar suara kran air yang berbunyi. Ia kembali merasakan tenang setelah mengetahui jika tunangannya berada dalam kamar mandi


Tangannya memindai telepon, setelah panggilan tersambung, terdengar suara diujung sana.


"Selamat pagi, Tuan. Ada yang Anda butuhkan?"


"Tuan Lee, bawa Do-Hyun ke sini, kami akan pergi ke rumah duka dan melihat kakeknya untuk terakhir kali," ucap Jun-Hee


"Baik, Tuan. Saya akan segera membangunkan Tuan muda." Balas suara diseberang sana


Setelah mengatakan perintahnya, Jun-Hee segera mematikan panggilan. Bersamaan dengan itu, pintu kamar mandi terbuka dan menampilkan Eun-Kyun yang telah memiliki wajah segar setelah wanita itu membilas wajahnya dengan air.


"Kau sudah bangun?" Ucap Eun-Kyun berjalan mendekat


"Ya. Kau baik-baik saja?"


Eun-Kyun mengangguk, "yah. Aku baik-baik saja, kenapa?"


Jun-Hee menggeleng, "aniyo... Bersiaplah, aku sudah menyuruh kepala pelayan di rumah untuk membawa Do-Hyun kemari, kita akan pergi ke rumah duka sebentar lagi."


"Bagaimana dengan bajunya? Aku tak memiliki baju itu disini," ucap Eun-Kyun.

__ADS_1


Jun-Hee menunjukan ke arah meja yang berada di dekat sofa, "aku sudah menyiapkan nya untukmu... Kau baik-baik saja dengan ini?" Maksudnya adalah dengan kematian mendadak Ayah Eun-Kyun.


Eun-Kyun pergi dan duduk disofa, "ya. Aku baik-baik saja, aku hanya sedikit terkejut dengan kematian ayah. Dia sebelumnya baik-baik saja, namun entah setelah wanita itu mengatakan sesuatu, ayah tiba-tiba bereaksi.. Aku penasaran dengan apa yang dikatakan oleh wanita itu pada ayah," ucap Eun-Kyun dengan mata tajam


"Dia yang menyebabkan Ayahmu seperti ini?" Tanya Jun-Hee. Dia tak tahu apa-apa, oke


Eun-Kyun mengangguk. "Setelah bicara sebentar dengan Ayah, jantungnya langsung bereaksi. Aku dan Min-Hyuk berada disana, kami hanya mundur sebentar tanpa pergi dari sana sehingga dia tak melakukan sesuatu, namun ucapannya.... Aku ingin tahu apa yang dia katakan pada Ayah." Ucap Eun-Kyun


Jun-Hee tak tahu harus berbuat apa, dia hanya memeluk wanitanya menenangkan Eun-Kyun.


Setelah beberapa saat, Eun-Kyun pergi ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya disana setelah itu berganti baju dengan Hanbok berwarna hitam, tanda jika dia sedang berduka.


Hanya bedak tipis dan tanpa lipstick menghiasi wajahnya. Ia tak mau berdandan juga, itu akan menunjukkan jika dia bukan pergi berduka pada orang-orang.


Jun-Hee juga berganti baju dengan jas berwarna hitam, mereka kemudian pergi dari rumah sakit setelah supir tiba di bawah dan menelpon.


Didalam mobil, Do-Hyun sudah menunggu. Anak kecil itu juga mengenakan pakaian berwarna hitam, tanda jika sedang berduka.


Setelah ibu dan calon ayah tirinya tiba, mobil itu meluncur pergi dari parkiran rumah sakit.


"Hmm?" balas Eun-Kyun


"Kau baik-baik saja?" tanya Do-Hyun, dia tak merasakan apapun pada kakeknya ini, namun tidak dengan ibunya, bukan?


Meskipun dia masih kecil, namun anak ini sangat pintar. Dia sudah mengerti bagaimana rasa kehilangan seseorang.


"Aku baik-baik saja, jangan khawatir." balas Eun-Kyun, dia mencium wajah Do-Hyun


Tak beberapa lama kemudian, mobil berhenti di depan bangunan lima lantai. Eun-Kyun dan yang lainnya turun dari sana, mereka melangkah kedalam sana


Disalah satu ruangan, tempat itu terlihat suasananya terlihat suram. Beberapa orang sedang membungkuk kearah peti mati, dengan karangan bunga disekitar peti dan terdapat wajah senyum Tuan Park di foto yang telah di bingkai.


"Terima kasih telah datang," ucap dua wanita lain di dekat pintu masuk. Mereka juga mengenakan hanbok berwarna hitam, rambut di ikat sederhana dengan ekspresi wajah sedih.


"Saya turut bersukacita, semoga Anda bisa bertahan." balas wanita lain yang menundukkan kepalanya lalu pergi ke bagian ruangan yang lain.


Tak banyak orang di seberang, hanya beberapa orang saja yang sedang duduk di meja rendah sambil meneguk teh yang disediakan oleh pihak keluarga.

__ADS_1


"Aku benar-benar kasihan pada mereka. Terlebih bocah itu, dia masih remaja namun harus kehilangan ayahnya." ucap seorang pria .


Pria lain mengikuti pandangan nya, "Kau benar. Dia adalah Min-Hyuk, putra satu-satunya Tuan Park."


"Dialah yang paling terpukul, lihat matanya yang terus tertuju pada foto ayahnya."


"Meskipun dia tak mengatakan apapun, matanya mengatakan dia sedang tak baik-baik saja"


Percakapan lain mengatakan bagaimana kehidupan Tuan Park sebelum ini, dia pria yang cukup sukses awalnya dan memiliki perusahaan kecil yang cukup berkembang dan sukses. Namun, setelah beberapa tahun, perusahaan itu bangkrut.


Yang lain mengatakan jika bangkrut nya perusahaan itu karena Istrinya yang boros dan suka berbelanja barang-barang mewah, ini dan itu..


Orang-orang disana banyak bicara, namun mereka merendahkan suaranya takut menyinggung sang Istri yang sedang berduka.


Tak lama, orang lain datang dan melewati orang-orang yang sedang mengobrol sambil minum teh


Tiga orang ini, mereka langsung pergi ke ruangan dimana jenazah diletakkan.


Yang memimpin adalah wanita, diikuti oleh seorang pria dan anak kecil.


Eun-Kyun langsung memasuki ruangan dimana ayahnya diletakan, hatinya tiba-tiba merasa sangat sakit dan ia merasa sedih. Seperti kebiasaan orang Korea, Eun-Kyun membungkuk tiga kali dan memberikan rasa hormat pada pria yang menjadi ayah tubuh ini. Do-Hyun dan Jun-Hee dibelakang Eun-Kyun ikut membungkuk dan memberikan penghormatan terakhir pada Tuan Park.


Min-Hyuk yang sejak tadi tatapannya kosong, sekarang melihat jika kakak perempuannya dan keponakan telah tiba. "Noona," panggil Min-Hyuk


Setelah Eun-Kyun dan yang lainnya memberikan penghormatan terakhir, Eun-Kyun berbalik pada pihak keluarga dan pergi dan berdiri di sisi itu.


Min-Hyuk tak ragu lagi, ia memeluk kakak perempuannya dan menangis disana. Eun-Kyun juga ikut merasakan kesedihan itu, keduanya menangis sambil berpelukan


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2