
Proses kremasi memerlukan waktu 3 jam, dan saat ini waktu telah menunjukkan pukul 3 sore.
Semua orang keluar dari gedung tempat kremasi, mereka pergi untuk meletakkan abu dari Tuan Park di tempat pemakaman umum.
Terdapat beberapa ruang kotak yang berisi beberapa Gucci tempat abu seseorang, Min-Hyuk meletakkan foto ayahnya disana.
Mereka kembali ke apartemen pukul 5 sore, dimana Eun-Kyun membawa Min-Hyuk bersamanya agar anak itu tinggal disana bersama dengan mereka.
Yah, memang sebelumnya Eun-Kyun dan Min-Hyuk pergi ke restoran ayam keluarga nya. Min-Hyuk pergi ke lantai dua dan mengambil keperluannya seperti seragam, buku sekolah, dan beberapa fotocopy berkas yang ia pikir itu penting. Dan juga, foto ayahnya yang lain, akan disimpannya didalam kamarnya nanti.
Saat memasuki apartemen Eun-Kyun dengan membawa tas dan koper, Min-Hyuk sedikit tersentak kaget.
Kakak perempuannya ternyata tinggi di tempat yang cukup mewah, disini juga terlihat lebih nyaman dan hangat.
Eun-Kyun membawa Min-Hyuk ke kamar Do-Hyun, "letakkan saja barang-barang mu disana, lalu masukkan baju-baju mu dalam lemari. Ini adalah kamar Do-Hyun, namun karena sekarang kau bersama kami, ini juga akan menjadi kamarmu. Kau akan berbagi kamar dengan Do-Hyun, tak apa bukan?" ucap Eun-Kyun sambil mulai mengeluarkan beberapa buku yang dibawa oleh adiknya dan meletakkan nya diatas meja.
Min-Hyuk melihat sekeliling kamar, ini cukup luas baginya. Kamar yang besarnya sama persis dengan kamarnya yang dulu, saat perusahaan Ayah belum bangkrut dan mereka hidup dengan berkecukupan.
"Tak apa, terima kasih Noona." balas Min-Hyuk.
Remaja itu kemudian memeluk kakaknya dari belakang, "terima kasih karena mau membawaku. Aku tak tahu apa yang akan terjadi jika aku harus menghabiskan waktuku dengan mereka dirumah tanpa Appa lagi," ucap remaja itu dengan memilukan.
Eun-Kyun merasa tak nyaman dipeluk oleh seseorang dari belakang, namun karena suasana hati Min-Hyuk sepertinya sangat kacau, wanita itu membiarkannya saja.
Eun-Kyun berbalik, ia membalas memeluk Min-Hyuk lalu menepuk punggung remaja itu dengan lembut. "Aku kakakmu, jadi sudah menjadi tanggung jawab ku untuk merawatmu. Jangan khawatirkan apapun, jalani harimu dengan baik. Mulai besok, kau akan merasa baik-baik saja setelah malam ini." Eun-Kyun mencoba untuk menghibur remaja itu
"Istirahat lah, kau pasti sangat lelah hari ini. Mari mulai hidup kita dari awal bersama, lupakan saja mereka... Jangan khawatirkan apapun lagi, semua akan baik-baik saja mulai sekarang." Eun-Kyun kembali menepuk punggung remaja itu sebelum melepaskan pelukannya.
"Aku keluar, kau bereskan barang-barang mu. Setelah itu istirahat lah, makan malam akan siap setelah aku memanggilmu." Eun-Kyun berbalik, menutup pintu dan menghampiri Jun-Hee yang duduk disofa.
__ADS_1
"Do-Hyun?" tanya Eun-Kyun saat duduk disamping pria tampan itu dengan menyandarkan kepalanya pada baju yang kokoh tersebut.
"Do-Hyun kelelahan hari ini. Dia sudah tertidur, jadi aku menidurkan nya di kamarmu." balas Jun-Hee, ia merangkul Eun-Kyun kedalam pelukannya.
"Itu baik. Dia masih cukup kecil, kelelahan adalah hal yang biasa."
Keheningan terjadi, tak ada pembicaraan apapun diantara mereka.
Hari yang melelahkan baru saja berlalu, Eun-Kyun juga tak beranjak untuk membuat makan malam. Sebaliknya, dia memesan beberapa makanan dari luar untuk makan malam mereka semua.
Min-Hyuk dalam kamar Do-Hyun telah berganti pakaian, dia langsung berbaring diatas tempat tidur yang hangat dan nyaman, bau bayi bisa tercium dari selimut yang biasanya digunakan oleh Do-Hyun.
Min-Hyuk tentu saja masih berada disuasana yang suram, dia kembali mengingat kenangan bersama ayahnya dan kembali menangis saat mengingat pria paruh baya tersebut.
Saat makan malam, Do-Hyun tidak ikut. Anak itu tidak akan bangun saat ini, namun akan terbangun ditengah malam karena lapar.
Meskipun makanan didepannya terlihat sangat enak dan menggugah selera, namun n4fsu makan semua orang tidak dalam saat yang baik. Min-Hyuk makan beberapa suap sebelum ia menyimpan sumpitnya dan kembali ke kamar. Eun-Kyun tak memarahi remaja itu, dia memaklumi perasaannya.
Jika biasanya dia akan tidur di kamar Do-Hyun bersama anak itu, kini dia harus meringkuk di sofa dan tidur disana.
"Kau tak apa tidur disini?" tanya Eun-Kyun, dia pikir pria ini pasti merasa lelah juga.
Jun-Hee mengangguk, "Sofanya cukup lebar dan luas, aku tak apa-apa tidur sini. Lagi pula, aku ingin membuka kado bersama Do-Hyun besok pagi. Kita melewati hari natal dengan berduka, jadi jangan khawatir dan pergi tidur. Hari ini juga hari yang melelahkan bagimu." Ucap Jun-Hee mengusap kepala Eun-Kyun dengan lembut
"Aku akan mengambilkan selimut untukmu. Hari ini cukup dingin, jadi jangan buat dirimu sakit besok." Eun-Kyun bergegas pergi mengambilkan selimut dalam lemari, dan juga bantal tambahkan untuk Jun-Hee.
"Ini, gunakan ini." Eun-Kyun meletakkan selimut diatas sofa
"Terima kasih, Sayang. Simpan saja, aku akan mandi dulu." Jun-Hee memasuki kamar mandi dan membersihkan tubuhnya, air hangat yang berjatuhan dari shower membasahi rambut dan tubuhnya.
__ADS_1
Sama seperti kebiasaan orang Jepang dan China yang mandi dimalam hari sebelum mereka tidur, orang Korea juga sama. Jun-Hee membersihkan tubuhnya dengan cukup cepat sebelum ia pergi ke sofa
Eun-Kyun belum mengantuk sehingga wanita itu masih memainkan game online di ponselnya saat Jun-Hee selesai dengan mandinya.
Jun-Hee keluar dari sana dengan piyama tidur, ada handuk ditangannya saat pria itu menggunakan handuk untuk mengeringkan rambutnya.
"Bukankah ada hair dryer dikamar mandi, kenapa tidak menggunakannya?" Eun-Kyun bicara hanya dengan sekilas.
"Itu akan merusak rambutku, game apa yang kau mainkan?" Jun-Hee mengintip dan melihat kelayar ponsel yang sedang menyala.
"Bukan apa-apa," balas Eun-Kyun dengan terus bermain ponselnya.
Itu adalah game ****** yang cukup populer di berbagai negara, cukup sulit untuk membunuh para karakter musuh dalam game. Namun kenapa Eun-Kyun terlihat sangat Pro saat bermain game yang cukup sulit ini?
Jun-Hee mengangkat bahunya. Dia mengambil Laptop yang selalu ia bawa kemanapun ia pergi, lalu mulai mengecek pekerjaan nya yang disimpan dalam bentuk file.
Tiba-tiba asistennya mengirimkan pesan, jika proposal itu sudah ia tolak.
Jun-Hee kembali teringat tentang proposal bisnis yang diajukan oleh perusahaan Italia.
Setelah Eun-Kyun mengatakan jika perusahaan itu terlibat dalam hal-hal ilegal, Jun-Hee memerintahkan bawahannya untuk mencari tahu tentang perusahaan tersebut.
Bahkan, Jun-Hee menghabiskan sejumlah uang untuk membeli informasi dari pasar gelap.
Hasilnya, setelah beberapa hari, asistennya memberikan berkas tentang perusahaan tersebut.
Ternyata, apa yang dikatakan oleh Eun-Kyun memang benar. Atasan Galaktika terlibat dalam urusan ilegal. Pada malam sebelumnya, saat ia keluar dari kamar Tuan Park sebentar. Saat itu asistennya memberikan kabar ini, yang membuat Jun-Hee sangat terkejut
Lalu, kejutan malam sebelumnya benar-benar membuatnya sakit kepala. Ditambah dengan meninggal nya Tuan Park.
__ADS_1
Yah, sepertinya dimasa depan, Jun-Hee akan meminta pendapat Eun-Kyun jika ada permintaan lagi dari perusahaan asing. Mungkin, Eun-Kyun bisa membantunya?