
Keadaan tiba-tiba tak terkendali, dokter dan perawat berlari masuk.
"Tolong minggir sebentar," ucap Dokter yang langsung pergi kesamping tuan Park.
Tubuh Tuan Park tiba-tiba mengalami kejang-kejang, membuat mereka juga ikut panik.
Dokter segera melakukan penanganan, terlebih saat Elektrokardiograf (EKG) berbunyi kencang dan menunjukkan jika jantung bekerja dengan tidak normal.
Dokter segera membuka jalur pernapasan lalu mengecek nafas pasien, lalu dokter meletakkan tangannya diatas dada untuk melakukan Resusitasi Jantung Paru(RJP) dan pompa sebanyak 7 kali. Ia melakukan jeda selama beberapa saat untuk mengecek nafas pasien
Namun Elektrokardiograf (EKG) tiba-tiba menunjukkan garis lurus.
'Tiiiiiiiiiiiiitt!'
"Tidak! ...Appa! ..Appa!" tentu saja Min-Hyuk lah yang pertama bereaksi, ia langsung lepas kendali
Melihat ini, wajah Eun-Kyun juga langsung pucat, namun dengan Min-Hyuk yang lepas kendali, Eun-Kyun masih bisa mengendalikan dirinya lebih baik.
Min-Hyuk langsung dipegang oleh Eun-Kyun, sebelum remaja itu membuat keributan dengan dokter.
Sedangkan dokter, tentu saja ia terus melakukan RJP, ia terus menekankan dada Tuan Park, lalu juga memberikan nafas buatan dengan meniupkan udara kedalam mulut pasien.
"Siapkan alat kejut jantung. Cepat!" perintah Dokter
Perawat segera berlari keluar dan mengambil alat di ruangan lain. Dengan tak menghentikan langkahnya, ia kembali ke ruang rawat Tuan Park.
Dokter masih memompa dada Tuan Park, setelah alat kejut jantung dicolokkan ke listrik, alat itu kemudian di tempelkan pada dada pasien.
'Brug!'
'Brug!'
'Brug!'
Tubuh pria paruh baya itu berbentuk dengan bangsal selama beberapa kali, dokter masih berusaha untuk menyelamatkan pasien. Namun, garis lurus tetap tak berubah di monitor Elektrokardiograf (EKG).
__ADS_1
Tanpa bicara pada keluarga pasien, mereka telah mengetahui apa yang terjadi.
Min-Hyuk tak lagi menunggu saat dokter melepaskan tangan, ia langsung menghampiri tubuh ayahnya. "Tidak... Appa bangun... Appa... bangun... Appa! huaaaaa... aaaaa" Tentu saja dia sangat terpukul.
Remaja itu memeluk tubuh ayahnya dan menangis disana, "Appa bangun... huaaaa... Appa... bangun."
Air mata Eun-Kyun juga mengenang dimatanya, perasaan sedih datang menghampirinya dengan tiba-tiba.
Nyonya Park juga berteriak histeris, "Aaa... sayang bangun... bangun... jangan tinggalkan aku.. bangun!"
"Appa bangun... bagaimana kau bisa meninggalkan kami.. Appa bangun." Ju-Kyun juga mengeluarkan air matanya, ia memeluk ibunya dan menangis disana. Kedua wanita itu saling memeluk dan menangis histeris
Dokter pria itu segera membungkuk pada keluarga pasien, "Maafkan saya.. Kami tak dapat menyelamatkan pasien.. Kami sangat menyesal," ucap Dokter, perawat disana juga membungkuk pada keluarga pasien dan meminta maaf.
Min-Hyuk lah yang paling terpukul disana, ia terus memanggil Tuan Park, mengatakan jika ia sangat menyayangi pria itu dan betapa dia berharap bisa membuat ayahnya bangga memiliki putra seperti dia.
Namun, tak ada yang bisa dilakukan. Tuan Park tak bangun, perlahan tubuh itu mulai dingin karena tak ada lagi aliran darah yang mengalir ditubuhnya tepat setelah jantung mulai berhenti berdetak.
Para petugas medis itu kemudian melepaskan alat bantu yang berada ditubuh Tuan Park. Mundur dan membiarkan keluarga korban bersama dengan jenasah disana sebentar. Lagi pula, pasien ini bukan salah satu pasien yang menderita Virus Corona, namun karena penyakitnya sendiri.
Eun-Kyun, air matanya juga tak bisa dihentikan. Wajahnya perlahan mulai pucat, jantungnya juga tiba-tiba saja bekerja dengan tak normal. Tangannya melayang-layang saat ia berusaha untuk menopang tubuhnya, ia juga mengambil obat dalam tas untuk segera diminum.
'Bruggh!'
Namun, itu bukan Eun-Kyun melainkan nyonya Park yang tiba-tiba jatuh pingsan namun beruntung wanita itu berada dalam pelukan putrinya.
"Eomma! .. Eomma bangun! ... Eomma!" Ju-Kyun bertindak cepat dengan memanggil bantuan dari petugas medis yang masih berada disana.
Dokter yang tadi masih disana, ia memeriksa denyut nadi Nyonya Park , "Ibu Anda hanya syok karena kehilangan suaminya, jangan khawatir-"
'Bruggh!'
Tubuh Eun-Kyun yang sudah lemas sejak tadi tiba-tiba juga terjatuh, ia sudah tak dapat menahan dirinya lagi.
"Noona!" Min-Hyuk yang berada disamping Eun-Kyun langsung melihat kearah kakak perempuannya yang sudah lemas dilantai dengan kesadaran yang tinggal sedikit.
__ADS_1
Dokter tak lagi melihat Nyonya Park, ia langsung pergi ke Eun-Kyun.
Tepat saat itu, Jun-Hee juga kembali dari luar. Namun kekacauan didepannya membuatnya sangat terkejut terlebih ia juga melihat Dokter langsung pergi memeriksa Eun-Kyun.
"Eun-Kyun! ..Apa yang terjadi?" Jun-Hee panik.
............
Eun-Kyun dibawa ke ruang rawat lain yang langsung dipesan oleh Jun-Hee. Itu salah satu kamar VIP, ia ditangani oleh dokter disana
Sedangkan Nyonya Park, wanita itu memang hanya berpura-pura pingsan tadi. Ia bangun setelah beberapa menit kemudian, ia terus memeluk putrinya dan menangis disana dengan sedih.
Min-Hyuk, dia tak tahu harus melakukan apa. Ayahnya sekarang dibawa ke kamar mandi untuk dibersihkan dan dikenakan pakaian yang layak oleh pihak rumah sakit.
Remaja itu duduk dengan linglung saat menunggu jenasah ayahnya dibersihkan.
Ayahnya sekarang telah pergi, dan Kakak perempuannya yang lain juga langsung dirawat dikamar lain pada saat yang bersamaan. Tak heran Kakaknya itu langsung pingsan, ternyata ia juga memiliki riwayat penyakit jantung sama seperti ayahnya
Apa yang harus dia lakukan sebagai anak laki-laki? Dia benar-benar sangat bingung saat ini. Kakinya juga lemas, ia tak bisa mengendalikan tubuhnya sendiri.
Matanya tiba-tiba memancarkan kebencian saat mendengar wanita yang selama ini ia panggil Ibu. Apa yang ibu ini katakan pada Ayahnya sehingga membuat kondisi Ayah memburuk dalam waktu singkat?
Padahal sebelumnya, Ayah sudah kembali stabil. Ia menyalahkan dirinya sendiri karena membiarkan wanita ini bicara lagi pada Ayah.. Jika dia tak membiarkan Ibu bicara berdua dengan Ayah, pasti ayah saat ini masih bersamanya.
Asisten Jun-Hee tiba tak lama kemudian, ia pergi memperkenalkan diri pada Min-Hyuk dan bukan pada Nyonya Park. Ia yang akan menangani segalanya, bahkan rumah duka juga sudah dipesan olehnya.
Malam itu, Min-Hyuk harus menelpon beberapa kerabat dari Ayah yang dikenalnya dan memberitahu berita duka ini.
Setelah jenazah Tuan Park dibersihkan dan dimasukkan kedalam peti, mereka kemudian membawa ke rumah duka yang telah dipesan oleh asisten Jun-Hee.
Jun-Hee disisi lain benar-benar dibuat pusing.
Semua ini terjadi hanya dalam waktu semalam. Satu malam!
Kebahagiaan nya harus menjadi duka hanya dalam semalam.
__ADS_1
Ia bersyukur karena lamarannya diterima, ia sangat senang. Lalu, mereka harus kerumah sakit karena kondisi calon ayah mertua yang tiba-tiba memburuk namun kembali stabil setelah mendapatkan penanganan yang baik.
Kemudian, kejutan juga datang dari orang yang ia suruh untuk mencari tahu tentang perusahaan asing yang baru-baru ini mengajukan proposal kerjasama. Dan sekarang, kematian calon ayah mertuanya.. Ini semua, tentu saja membuatnya sangat pusing