
"Eomma, bukankah kita harus memberikan sesuatu pada tetangga?" ucap Do-Hyun.
"Ehh.. memangnya begitu?" ucap Eun-Kyun heran, ia tak tahu ini.
"Tentu saja, Nenek mengatakannya. Aku juga melihat sendiri saat ada tetangga baru di apartemen sebelah memberikan kue pada nenek saat mereka baru saja pindah." Anak itu menerawang kembali kejadian beberapa bulan lalu saat mereka masih berada di Indonesia, lalu Mama Ina juga menjelaskan apa yang dilakukan oleh mereka yang baru saja pindah rumah.
"Jadi begitu," mengusap dagunya sambil berfikir sejenak. Sepertinya ia memang harus melakukannya, agar mereka memiliki hubungan baik dengan para tetangga yang berada di lantai yang sama.
"Lalu menurutmu, apa yang harus kita berikan pada mereka?" tanya Eun-Kyun.
Mata Do-Hyun melirik kearah lain, ia sedang berfikir sejenak. 'Lebih baik membuat dari pada membeli' Batinnya.
"Ahh.. aku tahu.
Bagaimana jika membuat Klepon, bukankah sangat mudah dan praktis?" ujarnya memberi ide.
"Kelepon?" ulang Eun-Kyun, ia berfikir sejak. Mengambil ponselnya dan membuka internet.
^^^Klepon atau kelepon adalah sejenis makanan tradisional atau kue tradisional Indonesia yang termasuk ke dalam kelompok jajanan pasar. Makanan enak ini terbuat dari tepung beras ketan yang dibentuk seperti bola-bola kecil dan diisi dengan gula merah lalu direbus dalam air mendidih^^^
"Ah... jadi begitu, baiklah.. Ayo kita buat." ucap Eun-Kyun.
Do-Hyun mengangguk dengan patuh. Hal-hal seperti inilah yang membangkitkan semangat nya, karena beberapa hari merupakan hari yang membosankan, ia melakukan aktivitas yang sama setiap hari sehingga menjadi sedikit bosan.
Itu karena tak ada anak kecil yang seusia nya, tak bisa diajak bermain atau melakukan sesuatu yang menyenangkan.
Eun-Kyun kembali melirik internet, ia mencari bahan apa saja yang diperlukan untuk membuat Klepon ini.
Tak lain adalah; tepung beras ketan, lalu gula merah namun bisa diganti dengan cokelat hitam, dan juga kelapa parut, ada pula sari daun pandan yang bisa diganti dengan pewarna makanan ditambah sedikit vanili agar harum.
Eun-Kyun melihat bahan-bahan ini belumlah dibelinya kemarin, "Hyun-ah... Ayo ke super market. Kita beli bahan-bahan sebelum membuat kelepon." ajak Eun-Kyun
"Ne," dengan semangat ia beranjak dari tempat ternyaman nya, lalu memasuki kamar dan mengambil masker yang sudah dibeli khusus untuknya.
Sementara Eun-Kyun sendiri mengambil dompet, masker dan hand sanitizer.
Keduanya meninggalkan apartemen, menghentikan taksi yang akan lewat dan pergi ke supermarket terdekat.
"You happy?" tanya Eun-Kyun.
__ADS_1
Do-Hyun mengangguk, "Yes, i'm happy" balas Do-Hyun.
Sepanjang jalan, Do-Hyun memperhatikan keadaan diluar sana yang terlihat sedikit sepi. Jalanan tak sepadat yang pernah ia tonton di drama saat bersamaan Mama Ina dulu.
Namun anak itu juga tak bertanya pada ibunya, dia tahu alasan kenapa jalanan tak sepadat Drama.
Sesampainya di supermarket, keduanya mulai mencari bahan-bahan yang harus mereka siapkan.
Eun-Kyun mendorong troli kearah bahan pangan, ia mengambil dua bungkus tepung beras ketan.
"Hanya dua? bagaimana jika aku ingin makan lagi nanti?" komentar Do-Hyun.
"Jadi, harus berapa?" tanya Eun-Kyun.
"Tambah tiga bungkus lagi. aku mungkin menginginkannya nanti," ucap Do-Hyun.
Eun-Kyun hanya menuruti keinginan anaknya. Ia mengambil tiga bungkus tepung beras ketan lalu diberikan pada Do-Hyun agar disimpan dalam troli.
Bergerak mencari dark Chocolat, karena tak ada gula merah sehingga diganti Dark Chocolat. selanjutnya beberapa bahan lainnya seperti pewarna makanan dan vanili.
Daging kelapa yang ia temukan hanyalah; daging kelapa yang sudah dikeringkan, "Tak ada daging kelapa lagi selain ini," tunjuk Eun-Kyun pada gading kelapa dalam kemasan."
Karena tak ada pilihan lain, mereka mengambilnya lalu diletakkan didalam troli.
Sementara Do-Hyun yang juga ikut sedang duduk didalam troli, ia menerima bahan-bahan yang diambil oleh ibunya lalu meletakkan semua itu didalam troli.
Menyenangkan bisa berbelanja dengan ibunya, hal ini mempererat hubungan ibu dan anak itu.
"Kau tak ingin sesuatu?" tanya Eun-Kyun, kebetulan mereka berada di sini. Mengapa tak sekalian membeli barang-barang yang disukai oleh anaknya saja?
"Emm... baiklah. Aku ingin-" Do-Hyun menyebutkan beberapa makanan ringan yang dia inginkan. Tak lain ada; wafer coklat, biskuit dengan beberapa rasa, lalu berganti pada buah-buahan lainnya.
Belanjaan mereka yang tadinya sedikit, sekarang sudah bertambah.
Eun-Kyun juga membeli beberapa kilogram beras, minyak wijen, beberapa kilogram daging babi dan sapi, lalu 1 bungkus paha ayam, 5 kotak (1 Kotak\=10 butir) telur dan beberapa bahan pangan lainnya yang belum sempat dibeli.
Ibu dan anak itu juga terus mengobrol, Do-Hyun beberapa kali tertawa karena ibunya tak bisa diandalkan saat memilih buah yang baik.
"Bukankah ini harum?" tanya Eun-Kyun.
__ADS_1
Do-Hyun yang sudah tak berada dalam troli dan saat ini berada disamping ibunya segera menggeleng.
"Tidak, itu terlalu masak. Itu akan sangat lembek seperti bubur jika dibiarkan dua hari dalam kulkas," balas Do-Hyun.
Sebaliknya, tangan kecilnya megambil buah yang letaknya tak jauh dari sana, mendekatkan buah mangga kehidung nya lalu menghirup aroma buah.
"Baunya manis, dan juga tidak terlalu matang seperti pilihan Eomma. Ini baik," ujar Do-Hyun, seakan dia sangat berpengalaman.
"Kau mengatakannya seakan sangat ahli," suara Eun-Kyun sedikit keras sehingga beberapa orang mengalihkan pandangan mereka pada ibu dan anak itu.
"Tentu saja, aku berpengalaman. Aku selalu ikut nenek ke supermarket jika ia berbelanja," balas Do-Hyun.
"Ah, anak ini"
Tak diketahui oleh mereka, seorang pria sedang berdiri kaku ditempatnya saat mendengar suara yang familiar ditelinga nya.
Suara yang hilang beberapa tahun lalu begitu akrab ditelinga nya. Saat ia berbalik, tangannya langsung dicekal oleh tangan wanita lain.
"Sayang, kau mau kemana?" tanya wanita itu.
"Tidak, aku sepertinya mendengar seseorang yang kukenal disekitar sini," ia segera meninggalkan wanita sebentar lalu mencari disekitar. Namun, ia tak lagi menemukannya.
'Apa hanya perasaan ku saja? Aku seperti mendengar suara Eun-Kyun...
Ahh... Dia benar-benar membuatku gila karena meninggalkan ku,' Batin pria itu. Ia segera kembali ke sisi kekasihnya, namun pikirannya sudah tak berada disana lagi dan mulai mengingat wanita yang menghilang 10 tahun lalu.
Do-Hyun dan ibunya telah selesai berbelanja kebutuhan mereka, segera pergi ke kasir dan menghitung semua belanjaan.
Total belanjaan mereka mencapai 1.000.000 Won Korea Selatan atau setara dengan 12.000.000 Rupiah Indonesia.
Ini bukanlah jumlah yang sedikit, namun melihat belanjaan mereka yang memenuhi isi troli, semua ini memang setara dengan harga yang dikeluarkan.
Beberapa pekerjaan membantu ibu satu anak itu untuk dimasukkan kedalam taksi yang sudah dipesan, kemudian mereka berlalu dari sana.
...*.......*...
"Hyun-ah... Ayo bantu Eomma," ujar Eun-Kyun dari dapur.
"Ne," balas Do-Hyun. Meletakkan Ipad-nya diatas sofa dan mendekati Eun-Kyun.
__ADS_1