My Modern Mother

My Modern Mother
Chapter 28


__ADS_3

Jun-Hee mengendarai mobil nya dengan kecepatan sedang, mobil itu memasuki kawasan rumah elit di Seoul. Mobil Rolls-Royce memasuki gerbang rumah yang terlihat sangat mewah, mobil itu terhenti didepan halaman yang luas dan memiliki air mancur tersebut.


Pria tampan berwajah datar tersebut memasuki rumahnya yang mewah, langkah kakinya terasa ringan saat menaiki anak tangga kelantai atas.


Namun, saat langkah kakinya baru saja menginjak babak tangga ke lima, suara ribut dari lantai atas terdengar. Suara itu juga sedikit familiar.


Keningnya mengerut, apa yang dilakukan oleh wanita itu dirumahnya?


Kakinya segera dipercepat, kemudian matanya tertuju pada wanita yang sedang berdebat dengan pelayan rumah.


"Nona, saya benar-benar tak bisa membiarkan Anda masuk kedalam kamar tuan kami. Anda bisa tidur di kamar tamu malam ini," ucap sang pelayan


"Untuk apa kau terus melarang ku? ..Kau tahu siapa aku, bukan? ..Aku adalah calon nyonya rumah ini, aku adalah calon istri Jun-Hee. Mengapa pelayan rendahan seperti mu terus menghalangi ku masuk kedalam kamar kekasihku?!" hina wanita yang sedang mengenakan dress pendek berwarna hitam.


"Nona, meskipun anda adalah calon nyonya kami, namun saya bekerja dibawah perintah Tuan Jun-Hee, ini adalah perintah nya untuk tak membiarkan anda ma-"


Plakk!


Belum juga ucapan pelayan tadi selesai, sebuah tamparan telah melayang ke pipi nya.


"Aku peringatkan kamu, jangan coba macam-macam denganku!" wanita itu mendorong pelayan yang sedang berdebat dengannya hingga pelayan tadi terjatuh kelantai yang dingin.


"Uhh," pelayan tadi hanya merasakan keseimbangan tak terkontrol sebelum akhirnya ia mendarat dilantai marmer. "Nona, Anda tak bisa berbuat seperti ini." tegur pelayan lain

__ADS_1


"Diam kalian semua, hanya pelayan rendahan namun malah menghalagiku? Tidak bisa!" saat tangannya mencapai engsel pintu, suara bariton yang dingin terdengar dari sisi lain.


"Soo-Rin, keributan apa yang kau lakukan lagi sekarang?" kaki Jun-Hee maju kearah keributan tadi.


Mendengar suara yang familiar, wanita itu segera menoleh dan mendapati Jun-Hee disana. "Sayang, kau pulang?" ia berjalan kearah Jun-Hee namun wanita itu langsung menghentikan langkahnya ketika tangan pria itu terangkat dan menghentikan langkahnya.


"Keributan apa lagi yang kau buat di rumahku?" ucap Jun-Hee datar


Ekspresi wanita yang dipanggil Soo-Rin tadi langsung berubah menjadi polos, "Aku tak melakukan keributan apapun, oke?"


"Tak membuat keributan, namun berperilaku kasar dan tak sopan pada pelayan ku ..Ini yang kau bilang tak membuat keributan?" emosi Jun-Hee membuat suaranya naik beberapa oktaf.


"Minta maaf," ucap Jun-Hee datar


"Kenapa, kau tak mau? ...Kalau begitu pergi dari sini." usir Jun-Hee, sedari siang suasana hatinya buruk dan wanita ini malah membuat ulah lagi dimalam hari.


"Kenapa kau malah mengusirku? ..Aku ini calon istrimu, Jun-Hee!" dia tak terima jika kekasihnya ini mengusirnya.


"Calon istri? ... Sadar dirilah, kau hanya pendamping sementara. Ck!" tak mempedulikan Soo-Rin, Jun-Hee menoleh pada pelayan yang tadi ditampar, "pergi obati dirimu,"


"Jun-Hee!" panggil Soo-Rin, namun pria itu tak mempedulikan dirinya dan malah mendorong Soo-Rin karena menghalangi jalannya.


Pintu didorong, lalu pria tampan berwajah datar itu masuk tanpa mau menatap Soo-Rin yang ingin masuk kedalam kamarnya.

__ADS_1


Brakk!!


Pintu hampir saja mengenai wajahnya, Soo-Rin sangat terkejut karena pria ini. "SlDasar br3ngsek!" umpatnya sebelum meninggalkan pintu itu.


Didalam kamar, Jun-Hee menghempaskan tubuhnya diatas sofa. Ia merasa lelah sekali, terlebih otaknya yang terus berpikir tentang Eun-Kyun.


Karena keringat yang membuatnya tak nyaman, Jun-Hee melepaskan kemeja putih yang ia kenakan sejak tadi pagi. Saat baju terlepas dari tubuh itu, terlihat ototnya yang sangat indah.


Ia memiliki bahu yang lebar, kekar dan perut yang berotot. Terlebih lengannya yang memiliki otot yang indah, terlihat memiliki banyak kekuatan disana lalu seperti bisa mengangkat seorang wanita dengan mudah .


Soo-Rin yang berulah malam ini sudah dirasa biasa oleh Jun-Hee, ini karena wanita itu sering memaksa ingin masuk kedalam kamar nya.


Dan Jun-Hee tak pernah mengijinkan wanita itu masuk, bahkan para pelayan yang bekerja dirumahnya saja dilarang masuk. Apapun itu, yang namanya seorang wanita maka ia dilarang masuk kedalam kamar ini.


Jun-Hee memiliki 10 pelayan dirumahnya, sudah termasuk supir yang akan dipakai diwaktu-waktu tertentu. 4 pria dan 6 wanita, kepala pelayan adalah seorang pria paruh waktu yang memiliki tugas untuk membersihkan dan merapikan kamarnya. Selain itu, pria itulah yang akan mengawasi tugas semua orang disini, dia memiliki tanggung jawab yang sangat besar atas rumah ini.


Melihat Soo-Rin yang kekeh ingin masuk kamarnya, ia sepertinya harus memasang kunci elektronik dipintu.


Kamar Jun-Hee dirahasiakan karena memiliki banyak hal, salah satunya adalah lukisan-lukisan yang tergantung dikamar ini.


Lukisan-lukisan yang tak memperlihatkan seluruh wajah wanita itu, terlihat akan ada mata dan hidung yang dilukis, lukisan yang hanya ada bibir dan lehernya, ada pula lukisan wanita yang sedang berbaik belakang dan berlatar kelas, dan masih banyak lagi.


Semua lukisan ini hanya milik satu orang, itu dia!

__ADS_1


"Kesempatan kali ini,,, tak akan aku lepaskan kau lagi, Park Eun-Kyun"


__ADS_2