
Kompensasi? Apakah wanita ini gila?
Mata Jun-Hee meneliti setiap barang yang ada di tubuh wanita itu. tas yang dikenakan memiliki bahan yang sedikit kasar dan berbeda dari barang asli, itu baju tiruan. Begitu juga dengan rok, baju bahkan kalung berlian yang digunakan adalah barang palsu.
Intinya, wanita ini adalah seorang wanita pemeras!
Sudut bibir Jun-Hee terangkat, namun tak terlihat karena berada dibalik maskernya.
"Hahaha..." Tawa ejekan terdengar begitu datar.
"Untuk apa kompensasi? Apakah anda terluka?.. Bukankah sudah saya bilang, mari pergi ke rumah sakit dan lakukan pemeriksaan. Mengapa harus kompensasi?" datar, begitulah nada yang terdengar
"Anda tak terluka, bahkan lecet pun tidak. Jadi, bukankah tak ada masalah yang terjadi sekarang?" ucapnya lagi
"Apakah anda ingin memeras saya?... Ah, saya mengerti.
Karena adanya Virus yang menyusahkan ini, orang-orang menggunakan berbagai cara untuk mendapatkan uang, salah satunya dengan penipuan. Apakah anda juga termasuk?" ucapan Jun-Hee terdengar sangat mengejek.
Orang-orang yang berada disana juga saling berbisik, apa yang dikatakan oleh pria ini memang benar.
Mereka mulai menghina wanita itu, membuatnya sangat malu dengan kata-kata tajam dari orang-orang disana .
"Benar juga, dimasa seperti ini banyak rubah licik yang keluar dari tempat persembunyian mereka"
"Malang sekali anak ini, bagaimana bisa dia dijebak oleh wanita jahat ini?"
"Benar-benar wanita jahat"
"Padahal anak itu telah meminta maaf karena tak sengaja, mengapa jadi memeras mereka?"
"Tidakkah kau lihat? Ayah anak itu mengenakan pakaian yang mahal, tentunya itu sasaran yang sangat baik jika mendapat uang"
"Ckckck... Wanita jahat!"
__ADS_1
Telinganya panas, tak bisa mendengar bisikan orang-orang lagi. Dengan terpaksa, ia mendorong troli dan menjauh, "Padahal itu domba gemuk, mengapa bisa begini?" gumamnya
Melihat wanita jahat yang sudah menjauh, semua orang mulai bubar dan kembali berbelanja.
Do-Hyun dengan tenang berterima kasih, ia membungkuk sebentar pada mereka.
Jun-Hee yang masih berada disitu segera menyesuaikan tinggi tubuhnya dengan anak ini.
"Kau tak apa?"
"Ne, Ahjussi. Gamsahabnida," dengan sopan, Do-Hyun membungkuk pada pria yang membantunya ini.
"Lalu, dimana ayah atau ibumu? Mengapa sendirian berbelanja?" tanya Jun-Hee lembut.
"Eomma sedang mengambil daging dan bahan-bahan Barbeque, kami akan makan barbeque malam ini," ucap Do-Hyun
"Lalu, mengapa tak ikut dengan ibumu?" Jun-Hee
"Begitu... Kau tak takut ditinggal sendirian?" tanya Jun-Hee lagi
"Aniyo, kenapa harus takut? Eomma akan mendatangiku. Ada pelacak di gelang tanganku," Do-Hyun menunjukkan gelang yang sedang ia kenakan pada pria dihadapannya.
"Ahh, begitu" Jun-Hee mengangguk mengerti.
"Jadi, siapa namamu?" tanyanya
"Aku, Park Do-Hyun. Lalu Ahjussi, siapa namamu?" balas Do-Hyun
"Ah, jadi namamu Do-Hyun. Nama Ahjussi Jeon Jun-Hee. Kau bisa memanggilku paman Jun-Hee,Senang berkenalan denganmu" balasnya
"Senang berkenalan denganmu juga, Ahjussi." ucap Do-Hyun.
Jun-Hee mengatakan anak menemaninya hingga ibunya datang, karena dia tak mungkin meninggalkan Do-Hyun sendirian, takut akan terjadi hal yang sama lagi seperti sebelumnya.
__ADS_1
Do-Hyun mengatakan ingin membeli semangka, ia mendorong troli kearah semangka dengan diikuti oleh Jun-Hee.
"Ahjussi, aku bisa minta tolong?" tanya Do-Hyun
Jun-Hee mengangguk, "Tentu. Kau ingin sesuatu?"
Do-Hyun menggeleng, "Tolong angkat aku sebentar, aku akan memilih semangka yang manis dan enak"
Meskipun ragu, Jun-Hee menggendong tubuh Do-Hyun dan membiarkan anak itu melakukan apa yang ia mau.
Do-Hyun yang sudah lebih tinggi karena digendong segera mengulurkan tangannya, ia mengetuk-ngetuk beberapa buah semangka. Dari satu ke yang lain sambil bergumam pelan, "Ini tidak... ini juga tidak .. ini buruk.."
Jun-Hee hanya menggendong nya terus, anak ini terlihat sangat ahli dalam memilih buah. 'Anak pintar' batinnya
"Ahjussi.. tolong ambil yang ini," pinta Do-Hyun.
"Yang ini? Kau yakin?" bukan ragu, hanya saja untuk memastikan saja. Melihat Do-Hyun yang mengangguk yakin, ia segera menurunkan Do-Hyun dan mengambil semangka yang ditunjuk oleh anak ini lalu dimasukkan kedalam trolinya.
"Hyun-ah... Kau sudah selesai?" terdengar suara wanita yang sedang mendekat, Jun-Hee segera mengangkat wajahnya karena suara ini sangat familiar.
"Eomma" Do-Hyun bersemangat, ia segera menjauh dari Jun-Hee dan memeluknya. "Eomma, kau sudah selesai?"
"Sudah, semuanya sudah dibeli. Apa yang kau beli kali ini?" tanya Eun-Kyun
"Apel, mangga dan semangka." balas Do-Hyun sambil menunjuk ke trolinya
Eun-Kyun mengangkat wajahnya dan melihat kearah pria yang sejak tadi terus menatapnya.
Namun, betapa kagetnya dia ketahui ketika tiba-tiba tubuhnya sudah masuk kedalam pelukan lelaki itu.
Brukk...!
Pelukan ini terasa sangat erat, apa yang terjadi? Mengapa pria ini memeluknya?
__ADS_1