
"Letakkan saja disana, yah...disitu saja." Eun-Kyun mengarahkan sang pengantar barang untuk meletakkan pot bunga di sudut ruangan.
"Nona, dimana aku harus meletakkan ini?" tanya rekan yang lain. Karena ada dua orang yang mengantarkan barang ke apartemen, masing-masing dari mereka membawa beberapa pot bunga
Eun-Kyun melihat kearah sudut ruangan yang memiliki cukup cahaya matahari untuk menyinari tanaman hias itu. "Ohh, letakkan saja disitu"
Pria itu mengangkat pot yang berukuran sedang ke dekat jendela, lalu meletakkan nya disana.
Do-Hyun dan Min-Hyuk juga ikut membantu, terdapat beberapa pot berukuran kecil yang berisi berbagai jenis kaktus. Kedua bocah itu membawa pot dan meletakkan di dekat jendela, atas meja dan beberapa tempat.
Min-Hyuk, anak itu telah menyesuaikan diri selama beberapa hari bersama kakak perempuan dan keponakan nya.
"Nona, tugas kami telah selesai." ucap kedua pria
Eun-Kyun tersenyum, "Terima kasih telah membantu."
"Tak apa, ini merupakan tugas kami." ucap salah satu pria
"Yah, ini adalah pekerjaan kami. Jangan khawatir," sambung yang lain
Eun-Kyun pergi ke kamarnya, lalu mengambil beberapa lembar uang, ia memberikan nya pada dua pria yang talah mengantarkan barang yang dipesannya.
Setelah mereka pergi, Min-Hyuk membantu kakaknya memindahkan beberapa pot berukuran besar ke dekat balkon. Mereka membereskan rumah, dan lainnya dengan gembira. Karena sekarang adalah musim dingin dan salju turun maka tanaman juga akan layu dan mati di hari yang bersalju, bunga-bunga ini telah dirawat didalam rumah kaca sebelum akhirnya ada orang yang memesan bunga-bunga ini.
Sebenarnya, karena tak ada bunga dalam rumah, Min-Hyuk mengeluh. "Rumah sangat polos, tak ada tanaman hias apapun disini." semacam itulah ucapannya.
Do-Hyun, anak kecil itu mengambil alat penyiram dan mengisinya dengan air. "Eomma, ini." ia memberikan nya pada Eun-Kyun
"Terima kasih," ucap Eun-Kyun sambil mengusap kepala Do-Hyun sebentar.
Min-Hyuk membuka karung pupuk organik yang juga dibeli, remaja itu membantu Eun-Kyun memberikan pupuk ke dalam pot bunga.
Ini hanyalah kegiatan sederhana mereka untuk mengisi waktu luang, lagi pula kehidupan mereka tenang-tenang saja belakang ini.
__ADS_1
Sudah seminggu berlalu sejak hari kematian Tuan Park dan Woon-Hoo yang tiba-tiba datang.
Dan tahun baru juga akan datang, hari ini merupakan akhir dari tahun 2020 dan sebentar lagi akan masuk ke tahun 2021.
Biasanya, seseorang akan kembali ke rumah keluarga dan bertemu dengan ayah-ibunya untuk merayakan tahun baru bersama. Anak-anak akan memberikan salam kepada orang yang lebih tua, terutama cucu kepada keponakannya.
Namun karena sudah setahun ini Virus Corona melanda bumi, banyak orang yang mengeluh. Mereka tak bisa kembali ke rumah orang tua dan merayakan tahun baru bersama
"Besok, ayo kita kunjungi Ayah." ucap Eun-Kyun tiba-tiba saat mereka sedang memainkan mainan puzzle.
Min-Hyuk tersenyum, "Ayo." namun, nadanya terdengar paruh. Terdapat kesedihan didalamnya
Jika biasanya dia akan merayakan tahun baru bersama ayahnya, tahun ini sangat berbeda. Ayah telah tiada, dan dia tetap harus melanjutkan hidupnya dengan tenang. Dalam hatinya, Min-Hyuk sangat bersyukur karena memiliki kakak perempuan seperti Eun-Kyun yang mau merawatnya dan memperlakukan nya dengan sangat baik.
...........
Jun-Hee, saat hari menjelang sore, pria itu tiba di apartemen dengan bag berisi kue basa. Do-Hyun sangat senang, anak itu menghabiskan dua potongan kue black forest sama halnya dengan Min-Hyuk juga.
"Hari masih sore, apa yang ingin kau masak?" tanya Jun-Hee mengikuti Eun-Kyun ke dapur dan membiarkan dua bocah itu memakan kue diruang tamu.
Mengambil kesempatan tidak dilihat oleh dua bocah itu, Jun-Hee memeluk Eun-Kyun dari belakang dan ingin bermesraan disana
"Lepas, bagaimana jika mereka melihatnya?" ucap ibu muda tersebut dengan wajah tersipu malu
"Mengapa? ..Kau malu?" goda Jun-Hee sambil mencium tengkuk calon istrinya itu.
"Jangan seperti ini, anak-anak tidak boleh melihatnya." mata Eun-Kyun mengawasi, jangan sampai kedua bocah itu melihatnya.
Terlebih Min-Hyuk, anak itu sedang dalam masa pubertas dan emosinya sedang tidak dapat dikontrol dengan baik.
Min-Hyuk bisa saja tersipu malu hanya dengan melihat mereka berdua yang bermesraan, tidak seperti Do-Hyun yang belum mengetahui apapun tentang dunia orang dewasa.
"Jadi, apa yang harus kubantu?" tanya Jun-Hee yang melepaskan pelukannya karena melihat tatapan Min-Hyuk yang tiba-tiba datar saat melihatnya bermesraan dengan Eun-Kyun.
__ADS_1
Apa yang dipikirkan oleh remaja itu? Bukankah aku sangat baik padanya?. Pikir Jun-Hee
Min-Hyuk disisi lain, 'Tidak bisakah kalian bermesraan dikamar atau ditempat lain dan tidak dilihat oleh kami berdua? .. Tolong, ada jomblo disini' :-!(╥﹏╥)
"Ayo bantu aku keluarkan daging sapi dikulkas," ucap Eun-Kyun yang mulai mengeluarkan blender dan beberapa bumbu lainnya.
"Apa yang ingin kau masak untuk malam ini?" Jun-Hee bergegas ke kulkas, lalu mengeluarkan bungkusan daging sapi yang hanya berisi ototnya saja.
"Bakso... Jangan banyak tanya dan bantu aku," ucap Eun-Kyun.
Jun-Hee membantu Eun-Kyun memasak. Karena dia tahu, jika ibu tunggal ini mulai masak dari sore hari maka, makanan itu pasti memiliki proses yang panjang.
Eun-Kyun menghaluskan daging sapi dengan blender, kemudian ada tepung tapioka yang ditambahkan, merica, bawang putih, dan bahan lainnya untuk membuat bakso.
Semua proses ini, dibantu oleh Jun-Hee. Keduanya memasak bersama.
Pada malam harinya, dua saudara kembar datang ke apartemen Eun-Kyun. Mereka makan malam bersama sebagai suatu keluarga.
Karena dua saudara kembar, Dong-Min dan Gong-Min tak bisa kembali ke kampung halaman mereka, maka mereka bergabung dengan keluarga ini. Dari pada merayakan akhir tahun berdua saja?
Jun-Hee, selama ini dia merayakan akhir tahun sendiri atau akan pergi ke rumah ayah nya dan merayakan nya dengan kedua orang itu. Namun sekarang, karena Eun-Kyun telah kembali, tentu saja Jun-Hee memilih untuk merayakan nya bersama Eun-Kyun saja. Karena jika dia kembali lagi ke rumah ayahnya, maka ia harus melihat wajah ibu tiri menyebalkan itu ditambah dengan keponakannya yang selalu dipasang-pasangkan dengannya.
Semua orang bermain game bersama, membuat suasana menjadi meriah didalam ruang tamu.
Saat waktu telah menunjukkan pukul 11:40, mereka membuka pintu balkon dan menyiapkan kembang api dan petasan.
Anak-anak hanya boleh bermain kembang yang tidak berbahaya bagi mereka, ini khusus untuk Do-Hyun dan Min-Hyuk.
sedangkan untuk Dong-Min dan Gong-Min, mereka membakar petasan yang kemudian diarahkan ke langit sehingga kembang api akan menyala di udara
Dengan hitungan mundur, petasan telah dibakar dan kembang api meluncur ke langit lalu 'Duarr!' langit diwarnai dengan warna-warna cerah yang indah
"Happy New Year!" hanya kata ini yang terdengar, semua orang bergembira dengan pergantian tahun ini
__ADS_1