My Modern Mother

My Modern Mother
Chapter 12


__ADS_3

12 hari telah berlalu, itu artinya mereka akan segera meninggalkan hotel dalam dua hari lagi.


Eun-Kyun menghubungi agen perumahan, ia meminta untuk dicarikan apartemen yang ingin disewa selama beberapa bulan sebelum membeli rumah sendiri.


Agen mengatakan; dapat mencari yang sesuai dengan keinginan nya. Ia akan menemani Eun-Kyun melihat-lihat apartemen yang nyaman, dan dengan harga yang pas.


Eun-Kyun tentu menyetujui nya. Ia harus secepatnya mendapatkan apartemen untuk disewa, tak mungkin mereka berdua akan berada di hotel untuk waktu yang lama. Terlebih, ia juga akan menetap di negara ini.


.....


"Eomma sudah selesai?" tanya Do-Hyun setelah melihat ibunya yang sudah rapi, dengan pakaian kasualnya.


"He'em.." balas Eun-Kyun, ia menatap Do-Hyun yang sedang duduk manis diatas sofa.


"Ayo pergi," ajak Eun-Kyun.


Do-Hyun beranjak dari sofa, memegang tangan ibunya lalu keluar dari kamar mereka.


Hari ini adalah hari terakhir mereka melakukan karantina, kemarin mereka kembali melakukan pemeriksaan. Dan hasilnya menunjukkan mereka benar-benar negatif dan boleh keluar setelah masa karantina selesai.


TINGG!!


Pintu lift terbuka, ibu dan akan itu segera keluar dari sana. Berjalan kearah resepsionis, "Permisi." panggil Eun-Kyun.


"Ya, ada yang bisa saya bantu?" tanya resepsionis.


"Saya akan keluar dengan anak saya, karena ada urusan yang harus diselesaikan..." Eun-Kyun menjelaskan tujuannya keluar hotel dengan singkat.


Resepsionis juga mengatakan mereka boleh keluar hotel, dan memberikan surat keterangan medis yang mengatakan; Karantina berjalan dengan baik, dia dan putranya tak sakit selama masa karantina dan lainnya lagi.

__ADS_1


Eun-Kyun dan Do-Hyun pergi setelah mendapat persetujuan itu.


"Eomma, apakah masih jauh?" tanya Do-Hyun.


Saat ini mereka dalam perjalanan ke tempat biro perumahan, ia akan bertemu dengan agen disana. Yang akan mengantar mereka untuk melihat-lihat apartemen di South.


"Sebentar lagi," balas Eun-Kyun.


Do-Hyun duduk dengan patuh, ia memandangi kota dari balik kaca Taksi.


Sebenarnya, Eun-Kyun tak mau membawa Do-Hyun keluar Hotel, ia tak ingin anaknya terpapar oleh virus. Namun apa boleh buat, dia juga tak mungkin meninggalkan Do-Hyun di Hotel sendirian. Terlebih lagi, Do-Hyun masih berumur 4 tahun, anak ini masih balita untuk dibiarkan sendirian didalam kamar hotel.


Ketika mereka tiba 10 menit kemudian, Eun-Kyun segera memasuki biro perumahan. Ada seorang agen yang membawa mereka untuk melihat-lihat apartemen yang ia pikir sesuai dengan keinginan Eun-Kyun.


Pria berumur 30-an itu membawa Eun-Kyun dan Do-Hyun kesalah satu distrik yang ada di Seoul. Disana terdapat beberapa bangunan apartemen yang disewakan, tinggal memilih yang sesuai saja.


Ketika mereka pergi ke bangunan A-V, Eun-Kyun memeriksa kenyamanan disana.


"Anda bisa melihat sendiri, Nona. Kamar ini tidak terlalu besar maupun kecil, sangat cocok untuk ditempati oleh anda-" Agen menjelaskan sambil membuka pintu kamar yang sedikit lebih besar, dengan ukuran 5X7 meter.


"Didalamnya juga telah terdapat lemari-" kembali mulutnya mengucapkan kata-kata untuk membuat Eun-Kyun berminat.


"Apakah airnya bagus?


Maksudku, kamar mandinya. Itu haruslah bisa diatur suhunya 'bukan?" Eun-Kyun.


"Tentu saja Nona, sesuai keinginan anda. Suhu airnya bisa disesuaikan-" Memasuki kamar mandi dan menjelaskan nya pada Eun-Kyun.


Ia pikir, wanita ini benar-benar sangat teliti. Tak meninggalkan sedikitpun.

__ADS_1


Eun-Kyun benar-benar teliti, mulai dari kamar, kamar mandi, dan dapur. Semuanya di cek olehnya sendiri.


"Bagaimana Nona, apakah anda tertarik?" tanya Sang Agen.


Eun-Kyun menoleh pada Do-Hyun yang sejak tadi hanya terus memperhatikan ibunya dengan agen ini.


Kepalanya mengangguk, tanda setuju.


Mata pria itu juga mengikuti tindakan kecil Eun-Kyun, bertanya-tanya dalam hatinya; Bagaimana bisa, ibunya malah meminta pendapat dari seorang anak kecil?


Melihat anaknya yang setuju, Eun-Kyun mau tak mau juga ikut setuju.


"Baiklah, saya akan ambil apartemen ini. Tolong bantuannya, Tuan Lee."


Bagaimanapun, kenyamanan Do-Hyun juga sangat diperlukan.


Eun-Kyun tak mengira, jika anak ini juga memperhatikan segalanya sejak tadi. Mulai dari lingkungan, hingga apartemen yang mereka sewa, semuanya diperhatikan oleh anak ini!


Mereka pergi dari sana. Sedangkan Agen tadi segera membantu Eun-Kyun dengan mengurus segala sesuatu yang terkait dengan apartemen tersebut.


Eun-Kyun berkeliling, ia membeli beberapa kebutuhan rumah. Salah satunya yang penting adalah kasur dan tempat tidur, lalu sofa dan kebutuhan lainnya.


Ibu dan anak itu sibuk untuk satu hari ini, semuanya mereka cari dari toko-toko dalam Mall.


Eun-Kyun juga menyewa satu mobil box untuk membantu membawa semua barang-barang nya ke apartemen yang sudah ia setujui


Mobil Box berada dibelakang Taksi yang ditumpangi oleh ibu dan anak itu. Mereka berhenti di depan bangunan apartemen, dimana sang Agen juga telah menunggu disana.


Beruntung, Eun-Kyun telah memesan sejak dua hari lalu. Sehingga agen menyiapkan beberapa apartemen yang ia pikir akan sesuai dengan keinginan Eun-Kyun. Setelah konfirmasi pagi ini dan pembayaran, kliennya juga langsung pindah pada hari yang sama di jam yang berbeda.

__ADS_1


Beberapa orang terlihat sangat sibuk dengan mengangkat barang-barang yang telah dibeli oleh Eun-Kyun,


__ADS_2