My Modern Mother

My Modern Mother
Chapter 8


__ADS_3

Detik berganti menit, lalu menit berganti jam. Dan jam berganti hari, dengan begitu hari berganti Minggu dan bulan.


Hari ini sudah berakhir bulan Oktober, dan akan memasuki bulan November. Itu artinya, kontrak kerja Eun-Kyun benar-benar telah selesai satu bulan yang lalu.


"Eomma, dimana iPad ku?" teriak Do-Hyun yang baru saja selesai belajar, dan ingin bersantai dengan bermain game yang sudah Eun-Kyun install di iPad.


"Memangnya dimana terakhir kau melihatnya?" balas Eun-Kyun yang sedang kerepotan dengan masakan nya.


"Aku menyimpannya diatas sofa, mengapa tak ada?" balas Do-Hyun dengan berjalan kearah dapur, melihat ibunya yang sedang belajar memasak dari YouTube dengan mengikuti instruksi dari sang host.


"Cobalah cari baik-baik, lihat didalam kamarmu. Eomma sedang memasak, jadi tak bisa mencarinya untukmu." ucap Eun-Kyun, ia melanjutkan acara masaknya.


Melihat ibunya yang tak bisa diandalkan untuk saat ini, Do-Hyun mulai mencarinya sendiri.


Memasuki kamarnya, lalu mulai mencari-cari namun tak menemukannya, ia kemudian mencari iPad nya di seluruh tempat dalam apartemen itu.


Eun-Kyun hanya bisa bersabar melihat rumah yang sudah ia bereskan menjadi berantakan lagi karena singa kecil itu.


"Do-Hyun, jangan lupa bereskan kembali kekacauan yang kau buat. Mengerti?" pekik Eun-Kyun dari dapur


"Ne, Eomma." balas Do-Hyun yang masih terus mencari iPad nya.


Detik berikutnya, sepertinya Do-Hyun mengingatkan sesuatu.


'Jika tidak salah tadi-' Do-Hyun membantin.


Langkah kakinya langsung mengarah ke kamar, didalam sana ia mencari tas sekolahnya. Membuka resleting, lalu menemukan iPad yang sejak tadi ia cari.


Ternyata, tadi tak sengaja ia masukkan kedalam tas bersama buku-bukunya, karena mengira itu salah satu buku yang harus ia bereskan setelah belajar.


Setelah menyimpan tasnya, Do-Hyun kembali ke depan televisi. Duduk dan mulai bermain game dengan berbaring diatas sofa.


Eun-Kyun selalu mengamati anak itu sejak tadi, setelah ia keluar dari kamar dan berbaring diatas sofa dengan santainya.

__ADS_1


Secara bersamaan, masakan yang sedang ia masak telah selesai.


Eun-Kyun sedang belajar membuat ayam rica-rica, sangat baik karena bahan-bahannya berada dalam kulkas.


Dimasa lalu, Eun-Kyun tak bisa melakukan hal-hal di dapur. Yang bisa ia lakukan hanyalah memasak Mie dan juga nasi, lalu menghangatkan makanan diatas kompor atau microwave.


Memangnya apa yang ia lakukan ketika di Organisasi?


Tentulah mereka di didik dengan sangat ketat. Makan, minum dan semua kebutuhan disediakan secara berkala. Mereka dituntut untuk bisa melakukan apapun yang diajarkan oleh Organisasi, bermain dalam saham, kemampuan membela diri, bersenjata, dan lainnya lagi.


Tak ada yang bisa memasak dengan alasan 'Hobi' karena tak disediakan untuk para anggota. Hanya para pekerja lah yang melakukan hal-hal itu, memasak, membersihkan ruangan, mencuci, dan semuanya dilakukan oleh pekerja atau staf disana.


Dan setelah dewasa, Eun-Kyun bahkan hanya melakukan hal-hal mudah di dapur. Ketika dia menginginkan sesuatu untuk dimakan, ia akan memesannya. Ingin sesuatu untuk diminum, tinggal memesannya juga.


Dimasa depan, banyak restoran yang Chef nya adalah robot.


Semua hal yang dilakukan oleh robot, karena menghemat tenaga manusia.


....


Tutt..


Panggilan berakhir, Eun-Kyun juga meletakkan ponsel diatas meja, setelah itu pergi dari depan komputer.


Baru saja, guru sekaligus wali kelas Do-Hyun menelponnya. Mengatakan jika ia telah membicarakan tentang Do-Hyun yang akan pindah sekolah ke Seoul, sehingga kepala sekolah juga telah menyiapkan berkas yang diperlukan.


Sebenarnya, Eun-Kyun juga telah menghubungi kepala sekolah, sehingga hal ini menjadi lebih mudah.


Setelah kontrak kerja nya selesai, Eun-Kyun mulai mempersiapkan diri nya dengan Do-Hyun yang akan segera kembali ke Seoul.


Seperti menyiapkan berkas-berkas pindah sekolah, dan lainnya yang mungkin saja ia kerepotan.


Gaji yang dia dapatkan dari Kantor juga lumayan banyak, yakni 80 juta mata uang rupiah.

__ADS_1


Jika ditambah dengan hasil dari investasi maka sangat banyak, hanya dalam dua bulan Eun-Kyun berinvestasi, ia telah mendapatkan 137 juta, dan jika dijumlahkan semuanya maka 210 juta.


Jumlah ini, Eun-Kyun sendiri tak menganggap ini banyak. Di kehidupannya dimasa depan, uang yang ia hasilkan 2 juta dolar setiap bulan, jadi jumlah ini masih sangat sedikit untuknya pribadi.


1 juta dolar adalah targetnya pada akhir tahun.


Karena dimasa depan, dia harus memiliki banyak uang untuk menghidupi dirinya dan Do-Hyun, dia ingin memberikan banyak hal pada anak ini, dia ingin membuat ayah biologis Do-Hyun menyesal karena telah meninggal Eun-Kyun dan memilih menikahi wanita lain.


Tentulah dia ingin membalas dendam pada ayah biologis Do-Hyun, ini adalah keinginan nya. Dan itu harus ia lakukan!


"Eomma? Kau ingin keluar?" tanya Do-Hyun saat melihat ibunya yang sudah rapi, dan sedikit berdandan.


"Ya, kau mau ikut?" balas Eun-Kyun.


"Memangnya Eomma mau kemana?" Do-Hyun.


"Ke sekolah mu, Eomma akan mengambil berkas-berkas agar kau pindah sekolah di Seoul." Eun-Kyun.


"Ahh.. begitu, baiklah.


Tapi, bisakah aku berdua dengan nenek saja? Aku tak ingin keluar rumah." pinta Do-Hyun, entah mengapa anak ini tak ingin keluar dari apartemen. Mungkinkah karena Virus?


"Baiklah, ayo pergi." Eun-Kyun.


Do-Hyun segera mengambil iPad dan juga tasnya yang berwarna biru. Didalamnya terdapat beberapa mainan kesuksesan Do-Hyun, ia kemudian menghampiri Eun-Kyun lalu keluar dari apartemen mereka.


Ningg... Nongg..Ningg...Nongg..


Bel pintu berbunyi beberapa kali sebelum akhirnya-


Ckekk..


"Kalian? Ayo masuk." suara Mama Ina terdengar didalam.

__ADS_1


Do-Hyun langsung masuk, melepaskan sandalnya dibalik pintu dan menghampiri Mama Ina yang berada di sofa kulit.


Wanita itu sedang memakan buah anggur dan salak.


__ADS_2