My Modern Mother

My Modern Mother
Salju pertama


__ADS_3

Jun-Hee, setelah sarapan dan menghabiskan waktu selama beberapa jam dengan keduanya, ia akan pergi ketika makan siang selesai.


Untuk makan siang kali ini, mereka melakukan delivery, memesan makanan yang ingin dimakan oleh semua orang, Jun-Hee bahkan membelikan kedua saudara kembar makanan.


"Besok akan natal, kalian tak kembali dan mengunjungi orang tua kalian?" tanya Jun-Hee pada dua saudara kembar


Gong-Min menggeleng, "Eomma menyuruh kami untuk tetap berada di Seoul dan tak mengijinkan kami untuk pulang ke Changwon [1]."


"Kenapa?" Bagaimana bisa ada orang tua yang tak mau anaknya pulang, tentu saja Jun-Hee bingung


"Corona. Eomma Appa tak mau kami pulang, padahal mereka selalu mengatakan merindukan kami. Ckck...orang tua ini memang rumit," sambung Gong-Min


Dong-Min memukul kepala belakang adiknya, "Yak! .. Mereka hanya tak ingin kita mendapatkan masalah, ingat kau masih dalam proses penelitian mu." ucapnya memperingatkan


"Lalu kenapa kau harus memukul kepalaku? .. Kau terlalu kejam padaku, apa aku sungguh adikmu?" balas Gong-Min protes


"Benar, kau bukan adikku...Kau anak yang kami ambil dari jalan, lalu melakukan bedah plastik agar kau memiliki wajah yang sama denganku. Puas?" bahkan ekspresi nya juga mendukung, membuat nyali Gong-Min menciut dan kembali memakan makanannya dengan diam


"Changwon?" ulang Do-Hyun, dia tak tahu tentang kota ini


"Hmm.. Itu merupakan kota di Gyeongsang Selatan, kau tahu?" tanya Dong-Min


"Aniyo," balas Do-Hyun menggeleng


"Changwon sangat terkenal dengan sakura di musim semi. Ada festival sakura disana, sangat indah jika kau berkunjung." Ucap Gong-Min pamer


"Sungguh?" tanya Do-Hyun dan diangguki oleh kedua saudara kembar. Ia menoleh pada Ibunya, "Eomma. Bagaimana jika kita pergi kesana? Aku berada di Indonesia, jadi tak pernah melihat festival sakura, ayo kita pergi?"


"Kau ingin kesana?" tanya Eun-Kyun memastikan.


"He'em." Do-Hyun mengangguk pasti.


"Baiklah, bagaimana jika Papa membawa kalian ke Changwon musim semi nanti, kau mau?" tawar Jun-Hee yang mengambil kesempatan.


"Baiklah, terima kasih." balas Do-Hyun senang


Jun-Hee menoleh pada Eun-Kyun, "menurut perkiraan cuaca, akan turun salju pertama malam ini. Bagaimana jika kita melihatnya?"


"Salju pertama?" Do-Hyun lah yang merespon


"Ya, salju pertama. Kau mau melihatnya?" balas Jun-Hee, jika anak ikut maka Ibunya juga pasti akan ikut. Hehehee.. ini saat yang tepat untuk mengungkapkan perasaan nya pada Eun-Kyun


Namun sebelum itu, mari pergi membeli cincin.


"Tentu saja, aku sangat ingin melihat dan bermain salju. Papa, ayo kita pergi," ajak Do-Hyun semangat.


"Ayo," balas Jun-Hee tersenyum lembut "Namun, Papa harus pergi ke suatu tempat dulu, kita akan pergi melihat salju di Namsan tower malam nanti, pemandangan dari sana lebih bagus."


"Jadi, kau ingin pergi kemana?" sambung Eun-Kyun

__ADS_1


"Ada hal yang harus kulakukan sebelumnya. Kau bawalah Do-Hyun kesana, aku akan menunggumu di Namsan tower." ucap Jun-Hee


Eun-Kyun mengangguk, "Baiklah. Lagi pula, kau memang memiliki banyak pekerjaan namun masih sempat datang ke mari. Terima kasih,"


Jun-Hee membalasnya dengan senyuman manis.


Setelah itu, Jun-Hee benar-benar pergi dan melakukan apa yang dia inginkan.


Saat Jun-Hee pergi, Eun-Kyun merasakan rasa tak nyaman dalam hatinya, namun juga ada rasa gembira dalam waktu yang bersamaan.


Apa yang dilakukan oleh pria itu di hari yang dingin ini, meskipun dia mengenakan mantel (jaket) yang tebal namun, tetap saja Eun-Kyun merasa tak nyaman.


Namun, dia juga merasa senang. Salju pertama musim salju? .. Bukankah hal ini hanya dilakukan oleh sepasang kekasih atau orang yang sudah menikah? ..Hal yang romantis ini, entahlah tapi jantungnya berdebar dan membuat pipinya merasa panas.


...........


Sementara itu, Jun-Hee pergi ke toko perhiasan.


Janji telah dibuat, tentunya manager toko berada disana dan langsung melayani Jun-Hee secara pribadi. Ini merupakan tamu terhormat, oke?


Jun-Hee duduk dalam ruang VIP dan dilayani oleh para pekerja toko yang sudah terampil.


"Ini adalah anak desain cincin yang Anda minta, Tuan." ucap manager toko


Jun-Hee membalas dengan mengangguk, matanya tertuju pada beberapa jenis cincin yang sudah jadi, didesain dengan beberapa batu mulia yang mahal.


Jun-Hee memilih dari sekian banyak, cincin dengan batu Ruby dan mahkota berlian yang indah. Pilihan yang dia pikir akan sangat cocok, harganya? Jangan tanya lagi, satu cincin yang dia ambil ini seharusnya berharga 120 juta atau lebih Won.


Set Cincin Pertunangan Ruby Alami Dengan Mahkota Berlian Marquise.


Satu set cincin cantik dengan cincin pertunangan ruby ​​solitaire dipasangkan dengan pita berlian marquise. Detail Batu Permata Utama: Lainnya


Dan dibawa Namsan tower, pria itu menyuruh asistennya agar menyiapkan sesuatu yang manis (romantis) disana.


Ketika hari mulai malam, persiapan yang diminta oleh Jun-Hee juga setelah dibuat.


Jun-Hee segera mengirimkan pesan agar kedua orang itu segera datang ke lokasi yang sudah mereka janjikan.


Eun-Kyun yang menerima pesan itu segera bersiap dan pergi dengan dengan putranya, ia mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang di jalanan.


Butuh waktu 35 menit sebelum akhirnya keduanya tiba di lokasi, dan disana Jun-Hee telah menunggu mereka di jalan umum. Eun-Kyun menghentikan mobil di dekat pria itu, sebelum akhirnya mereka berdua turun.


"Woohhh... aku tak sabar ingin lihat salju," ucap Do-Hyun bersemangat


"Hahahaha..." dua orang dewasa itu tertawa geli, Do-Hyun sangat bersemangat saat ini.


Karena baru saja pukul 07:15 pm, mereka pergi ke restoran yang masih di buka namun terbatas untuk para pelanggan. Makan malam dibersama dalam ruang pribadi, karena sekarang masih awal mereka makan dengan tenang.


Salju akan turun pukul sembilan malam, setelah makan mereka berjalan-jalan bersama. Do-Hyun berada dalam gendongan Jun-Hee sepanjang waktu, anak itu yang biasanya pendiam saat ini sedang membicarakan banyak hal seperti anak kecil pada umumnya.

__ADS_1


Dia terlihat sangat ceria bersama Jun-Hee yang lembut pada anak-anak.


Eun-Kyun yang berjalan disamping Jun-Hee, tangannya digenggam oleh pria itu dan dimasukkan tangannya kedalam jaket nya.


Beruntung ada masker yang menutupi wajahnya, jika tidak maka akan terlihat kalau pipinya saat ini sedang memerah.


Do-Hyun mendongak saat sesuatu berwarna putih terjatuh di kepala Jun-Hee, anak kecil itu yang terus berada dalam gendongan Jun-Hee tentu saja melihat benda itu. Saat ia menyentuh nya, benda itu hancur, apa ini..salju?


Saat kepalanya mendongak keatas, ternyata memang benar dugaannya. "Eomma, Papa.. Lihat, ada salju.. salju pertama telah turun.." ucapnya dengan gembira


"Ehh?" Jun-Hee dan Eun-Kyun juga mengangkat kepala mereka, ternyata memang benar.


Butiran salju melayang di udara, terlihat cantik.


Beberapa orang yang berada disana dan mendengar suara Do-Hyun juga mendongak dan menyaksikan salju pertama telah turun.


"Wahhh... beruntungnya bisa melihat salju pertama ditahun ini."


"Sudah turun salju? ..Aku melupakannya, padahal sudah ada di perkiraan cuaca hari ini."


"Indahnya salju pertama."


"Semoga saja Corona cepat berlalu, aku ingin merayakan natal dan tahun baru dengan keluarga ku."


"Aku harus mengabari kekasihku untuk datang kesini. Ini saat yang paling romantis."


Banyak orang mulai menatap kearah langit, orang-orang menghentikan langkah mereka sejenak untuk melihat salju pertama ditahun ini.


"Papa, turunkan aku.. Aku ingin berjalan sendiri," ucap Do-Hyun pada Jun-Hee, membuat pria itu menurunkan anak laki-laki yang manis dan pintar itu.


"Jangan berlarian, ada banyak orang disekitar sini." ucap Jun-Hee memperingatkan anak itu.


"Ne, ihaehaessseubnida." [Iya, aku mengetahui.] balas Do-Hyun


Jun-Hee menoleh kearah arloji yang melekat pada pergelangan tangan, 'salju turun lebih awal?'


Padahal baru pukul 08:35 pm, namun sudah turun salju. Perkiraan cuaca memang tidak sepenuhnya akurat, ya?


Keduanya berjalan dibelakang Do-Hyun yang berjalan sambil melompat kecil untuk mengambil butiran salju.


Mereka pergi ke tempat yang lebih sedikit orang, Jun-Hee mengambil beberapa gambar Do-Hyun yang gembira bermain salju.


Mata Jun-Hee sesekali melirik ke arlojinya, waktu hampir tiba. Dia menjadi gugup dari waktu ke waktu, jantungnya berdebar dengan kencang.


"Do-Hyun, bagaimana kalau Papa membawa kita ke suatu tempat?" ucapnya membuat anak itu menoleh padanya


"Suatu tempat? Dimana?" balas Do-Hyun


"Ada saja, ayo." ajak Jun-Hee. Tangannya menarik Eun-Kyun lagi, lalu menggendong Do-Hyun ke tempat yang sudah ia siapkan

__ADS_1


..............


[1] Changwon: Changwon adalah sebuah kota di Korea Selatan yang merupakan ibu kota dari provinsi Gyeongsang Selatan. Kota tuan rumah Festival Bunga Sakura, sangat cocok didatangi saat musim semi untuk berfoto-foto.


__ADS_2