
Dengan Eun-Kyun yang menerima lamarannya, Tantu saja Jun-Hee benar-benar sangat bahagia.
Senyum tak pernah lepas dari wajahnya, membuat pria itu terlihat semakin tampan sepanjang waktu.
Jun-Hee tentu saja mengabadikan momen itu, asisten dan beberapa pelayan rumah berada disana dan beradaptasi dengan semua orang.
Mereka turut bersukacita
"Ayo, kita berfoto bersama Do-Hyun" panggil Jun-Hee
Do-Hyun telah melihat Ibu dan calon ayahnya berfoto beberapa kali, dan saat ini dia yang akan masuk kedalam foto mereka.
Tiga orang itu diambil gambarnya oleh seorang pelayan yang memegang kamera.
"Senyum, 3...2...1!"
Ckrek!
Ckrek!
Ckrek!
Beberapa pose mereka diganti selama beberapa kali, sebelum akhirnya berhenti sejenak.
"Tunggu sebentar, ponselku berdering." ucap Eun-Kyun menghentikan mereka
Eun-Kyun beranjak beberapa meter, membiarkan Do-Hyun dan Jun-Hee berpose disana.
Tentu saja masih ada beberapa orang disana, mereka menunggu sebentar agar bisa berfoto di tempat itu
"Annyeonghaseyo." sapa Eun-Kyun saat melihat nomor asing
"Noona, ini aku. Min-Hyuk"
Mendengar nama itu, Eun-Kyun langsung tahu. Ternyata adik tirinya, "Ahh, kamu. Kukira siapa, apa kau memerlukan sesuatu?" tanya Eun-Kyun dengan baik.
Sangat tumben anak ini menelponnya
"Noona, apa kau sedang sibuk?" tanya Min-Hyuk dengan hati-hati.
Kening Eun-Kyun mengerut, 'Pasti telah terjadi sesuatu.'
__ADS_1
"Ada apa, apa telah terjadi sesuatu pada Appa?" balas Eun-Kyun
"Noona, Appa... Appa masuk rumah sakit, kali ini aku sudah tak memiliki uang lagi. Apa kau memiliki uang, aku meminjamnya sebentar.. aku akan mengembalikan nya nanti" ucap Min-Hyuk dengan gugup.
Sebelum Eun-Kyun mengatakan sesuatu, ia bisa mendengar suara lain didalam sana
"Mengapa kau meminjamnya dari wanita ****** itu? ..Dia adalah putrinya, mengapa dia tidak membayar biaya rumah sakit ayahnya? ..Dasar anak si4lan!"
"Eomma benar, dia anak yang tidak pernah berterima kasih pada Appa.. kenapa dia tak membayar biaya rumah sakit Appa saja!"
"Bisakah kalian diam!" bentak Min-Hyuk namun Eun-Kyun bisa mendengar nya, sambungan telepon masih tersambung.
"Kau membentakku dan kakakmu hanya karena anak si4lan itu? ..Kau benar-benar sangat berani yah!"
Eun-Kyun bisa menebak, jika itu adalah ibu tiri dan saudara tirinya. Dua orang ini... benar-benar sialan!
Dibalik layar, Min-Hyuk benar-benar sangat malu memiliki dua orang ini sebagai keluarga nya. Remaja itu tak melanjutkan panggilan lagi, dia dengan segera mematikan sambungan itu dan menatap marah pada Ibu serta kakak kandungnya
"Eomma, Ju-Kyun.. Apa kau tak malu pada Noona? ..Dia tak tinggal bersama kita, dia juga harus merawat anaknya.. Kalian benar-benar-"
"Mengapa tidak? ..Dia juga anak Appa, anak kandung Appa dengan istri pertamanya..Dia juga harus merawat Appa!"
"Itu benar! ..Dia hanya anak si4lan, lagi pula dia telah dirawat oleh ku selama 2 tahun!"
"Apa lagi? ..Appa sedang dalam kondisi kritis, dia harus merawat Appa juga, setidaknya harus mengirimkan uang untuk membayar biaya rumah sakit.. Dasar j4lang!"
"Noona bukan wanita seperti itu!" bentak Min-Hyuk
"Bukan wanita seperti itu? ..Lalu mengapa dia memiliki anak diluar nikah? .. Bukankah hanya seorang wanita j4lang lah yang akan melakukan hal itu.. melahirkan anak-"
"Diam!" bentak ibunya, mata wanita itu terlihat merah dan wajah yang menghitam. Anak ini bicara tanpa menyadari siapa dia
Ju-Kyun terdiam, dia memukul mulutnya sendiri. Bagaimana dia bisa bicara seperti itu padahal... juga mengalami hal yang sama?
"Kalian berdua kali ini benar-benar keterlaluan. Appa dalam masa kritis, namun kalian malah membicarakan Noona ku. Apa kalian tidak malu? ..Appa mengalami hal ini karena kalian berdua?"
"Apa hanya wanita j4lang itu saja kakak perempuan mu? ..Yak, Park Min-Hyuk! Aku kakak perempuanmu dari rahim yang sama.. ingat itu!" ucap Ju-Kyun galak
"Sudahlah, aku akan meminjam uang dari orang lain, kalian berdua tak berguna!" gumam Min-Hyuk dan meninggalkan dua wanita itu disana.
Dia lupa untuk bersembunyi saat menelpon Eun-Kyun tadi, jika tidak kakak perempuannya dari Ayah tidak akan mendengar hal memalukan itu.
__ADS_1
Min-Hyuk keluar dari rumah sakit dan duduk dihalaman rumah sakit. Dia menelpon beberapa kenalan dan teman ayahnya untuk meminjam uang
Biaya rumah sakit ayahnya sangat besar, uang hasil penjualan ayam di restoran sudah ia ambil semuanya untuk biaya rumah sakit kali ini. Semua tabungan sudah hampir habis, tak ada gunanya lagi.
Lagi pula, hasil restoran juga tidak banyak seperti sebelumnya. Dia yang masih remaja harus menabung sepertiga untuk biaya obat dan konsultasi ayahnya.
Dan sisa restoran lainnya digunakan untuk membeli bahan, sisanya diambil oleh Ibu dan Kakak perempuannya yang lain.
Yang pasti, dia harus mendapat uang malam ini juga, ini demi ayahnya.
Jika tidak, dia mungkin akan melakukan sesuatu yang bisa menghasilkan uang, dia masih memiliki tubuh yang sehat.
.............
Dari dua suara dua orang itu saja, Eun-Kyun telah mengetahui situasinya.
Ibu tiri tak berubah sejak dulu. Wanita itu hanya mempedulikan uang dan uang! Dia tak mempedulikan Ayah dan anak laki-laki yang sudah dilahirkan olehnya.
Begitu juga dengan saudara tiri yang kasar dan kejam itu. Wanita gila yang sangat persis seperti ibunya, seorang wanita gil4!
Apa mereka mengambil biaya rumah sakit ayahnya? ... Yah, mau tak mau dia harus menganggap Pria itu sebagai ayahnya karena tubuh ini milik putrinya.
Bagaimanapun, dia harus membalas budi karena telah membiarkan 'Eun-Kyun' melanjutkan Sekolah menengah di Seoul 10 tahun lalu...
Eun-Kyun lupa menanyakan dimana ayahnya berada dan dirawat, namun segera ia tak menelpon anak itu lagi. Dia tahu, pasti mereka ribut (berdebat) di rumah sakit setelah anak itu menutup teleponnya
Eun-Kyun fokus dengan ponselnya, dia segera melacak keberadaan Min-Hyuk dari ponsel anak itu.
Hanya mengandalkan handphone, dia tak memerlukan banyak waktu sebelum akhirnya menemukan lokasi anak itu berada.
Jun-Hee pergi menyusul Eun-Kyun karena wanita itu terlihat sedikit lebih lama dari biasanya, bahkan setelah telepon mati, Eun-Kyun masih fokus dengan ponsel ditangannya.
'Apa telah terjadi sesuatu?' pikir Jun-Hee
"Terjadi sesuatu?" tanya Jun-Hee
Eun-Kyun menoleh sebentar, "He'em.. Appa masuk rumah sakit, namun wanita itu sepertinya tak mau memberikan uang untuk membayar. Min-Hyuk menelpon ku untuk meminjam, namun mereka sepertinya bertengkar disana." jelas Eun-Kyun dengan wajah yang sedikit datar.
Jun-Hee mengetahui kondisi kesehatan Ayah Eun-Kyun, pria itu memang sangat malang karena menikahi seekor rubah untuk menjadi istri keduanya.
"Dimana mereka berada? ..Ayo pergi," ajak Jun-Hee. Hatinya merasa sakit, kenapa kabar buruk ini datang diwaktu yang tidak tepat? Dia baru saja bahagia, namun malah harus kembali sedih, benar-benar sangat disayangkan!
__ADS_1
'Tenang... Ini pasti ujianmu, Jun-Hee' batin pria itu