My Modern Mother

My Modern Mother
Chapter 29


__ADS_3

Sudah lima hari sejak kedatangan Jun-Hee, pria itu tak lagi menunjukkan wajahnya di apartemen Eun-Kyun.


Akibat Corona Virus yang semakin menyebar dan membuat Pemerintah semakin melarang masyarakat untuk beraktivitas diluar rumah. Semua pekerja, pelajar, pengajar, dan banyak aktivitas yang harus dilakukan dari rumah. Ini membuat situasi menjadi sulit


Banyak berita tentang Corona Virus di tiap stasiun televisi, jumlah penularan dan jumlah kematian terus bertambah tiap hari, bahkan tiap menit. Para petugas medis dan kesehatan bahkan tak henti-hentinya bekerja di rumah sakit. Bahkan mereka mengorbankan diri mereka untuk merawat para pasien, tak lepas akan ada dokter maupun perawat yang tertular virus ini.


Jumlah kematian di tiap-tiap negara membuat banyak orang berduka cita, hal ini membuat banyak orang merasa sangat tidak puas dengan ini. Mereka dengan terang-terangan mengatakan jika mereka membenci keadaan seperti ini, membenci Corona Virus yang membuat semua orang tenggelam dalam kegelapan.


Eun-Kyun menatap televisi yang sedang menyiarkan berita tentang pembaharuan terbaru tentang Corona Virus. Dia (jiwa) yang datang dari 100 tahun kemudian mengetahui hal ini, dan ini sudah pasti, bahkan menjadi sejarah di seluruh dunia.


Tapi dia tak menyangka, akan mengalami hal ini. Di 100 tahun yang akan datang, Corona Virus sudah tak ada lagi di bumi, namun banyak orang tetap waspada jika sewaktu-waktu akan terjadi hal yang sama.


Eun-Kyun tak khawatir tentang uang, karena dia memiliki uang yang sangat cukup saat ini. Hanya saja, ia bosan dengan keadaan ini. Beruntung, Eun-Kyun menghabiskan waktu dengan cukup baik dengan putranya.


Eun-Kyun menganggap Do-Hyun sebagai teman nya saat ini. Mereka melakukan banyak hal yang menyenangkan; belajar bersama, bermain beberapa game yang cukup seru, memasak, membuat kue dan lainnya. Ini membuat keduanya semakin dekat dari hari ke hari


Do-Hyun juga semakin pintar sejak Eun-Kyun yang sekarang mengajarinya banyak hal.

__ADS_1


"Eomma, aku ingin belajar tentang komputer." ucap Do-Hyun di suatu waktu


"Ehh? .. Belajar tentang komputer?" tanya Eun-Kyun sedikit bingung


"He'em" anak itu mengangguk, dia mendekati ibunya dan berkata, "Aku melihat Eomma melakukan banyak hal di komputer. Eomma bahkan tak bekerja, namun masih ada yang yang masuk kedalam rekening. Aku juga ingin melakukannya," ucapnya dengan penuh percaya diri.


"Ehh... dari mana kau tahu?" Eun-Kyun terkejut dengan ucapan yang keluar dari mulut kecil putranya ini.


"Aku selalu memperhatikan Eomma jika sedang bermain dengan laptop. Eomma tak bekerja seperti dulu, aku sering melihat Eomma bermain game dengan taruhan dan kemudian akan mendapatkan uang. Apa.... Eomma juga dihentikan seperti para pegawai yang di PHK?" tanya Do-Hyun dengan serius


"Tak perlu berpura-pura lagi, jadi kau juga di PHK? .. Sekarang ini Eomma jadi seorang pengangguran, makanya bermain game dengan taruhan untuk mendapatkan uang? Begitu?" Do-Hyun


Uhukk.. uhukk...!


Tiba-tiba Eun-Kyun merasa tenggorokan nya gatal, dia bahkan tersedak air liur nya sendiri.


Mengibaskan tangannya, "Sudahlah... jangan khawatir tentang uang sekarang, Eomma memiliki uang yang cukup untuk membiayai hidup kita berdua. Jangan khawatir tentang uang, tugasmu hanya belajar saja." ucap Eun-Kyun pada Do-Hyun yang masih berdiri disampingnya.

__ADS_1


"Eomma, aku serius ingin belajar komputer ...Aku baru saja selesai nonton 'The Fifth Estate' bersama Dong-Min Hyung, aku ingin seperti mereka yang bisa membobol laptop seseorang yang melakukan kejahatan Maya ...Eomma, bisakah?" ucap Do-Hyun serius


Eun-Kyun menatap Do-Hyun yang kini sudah ia tarik keatas sofa disampingnya. Anak berusia 4 tahun ini, apa yang membuat nya menjadi tertarik dengan komputer dan jaringan? "Kau menonton film, lalu datang dan mengatakan ingin belajar komputer. Apa kau sedang bercanda?" ucap Eun-Kyun


Jika ini di 100 tahun yang akan datang, dia akan mempercayai anak ini. Itu karena dia telah terbiasa melihat banyak anak jenius didalam Organisasi.


"Eomma, aku serius ...Lagi pula, bukankah akan baik jika aku bisa menjadi seorang anak jenius komputer dan jaringan? ... Eomma, jangan lupa jika aku bukan anak seperti pada umumnya." Do-Hyun bahkan tak ragu untuk mengingatkan ibunya ini.


Dapat dimana anak berusia 4 tahun yang mampu mengerjakan soal-soal yang sulit? Dia bahkan saat ini telah berhasil menguasai pelajaran anak SMP kelas 1 tanpa adanya bimbingan dari guru atau mentor. Hanya sedikit bimbingan dari ibunya saja


Eun-Kyun menatap dalam-dalam pada Do-Hyun, sebelum akhirnya dia mengangguk, "Baiklah... Aku akan mengajarimu tentang komputer dan jaringan, tapi jangan memaksakan dirimu. Kau masih terlalu muda untuk belajar hal-hal rumit ini, mengerti?" Ia memperingatkan putranya


"Baik, aku mengerti. Aku akan belajar dengan perlahan," balas Do-Hyun dengan penuh keyakinan membuat Eun-Kyun tak ragu lagi untuk mengajari anak itu tentang komputer secara mendalam.


"Sebelum semua dimulai, kau seharusnya memiliki komputer sendiri. Tapi tak apa, gunakan saja milikku untuk saat ini ...Mari kita mulai," ucap Eun-Kyun sebelum akhirnya mengajari Do-Hyun dari awal, bagian yang mudah-mudah saja.


Dia tak tahu, jika dimasa depan, dengan ajaran nya. Do-Hyun bahkan bisa menyelamatkan dia disaat-saat yang cukup kritis. (Ini akan diceritakan nanti)

__ADS_1


__ADS_2