My Modern Mother

My Modern Mother
Chapter 48


__ADS_3

Eun-Kyun dan Min-Hyuk tiba di depan ruang gawat darurat, Ayah mereka masih berada dalam sana.


Setelah Eun-Kyun melakukan pembayaran di resepsionis, keduanya langsung pergi ke sana.


Dalam ruangan, terdapat Ayah Eun-Kyun yang tengah berbaring dengan bantuan alat pernapasan dan detak jantung yang terhubung ke monitor.


Eun-Kyun melihat dua sosok wanita yang berada disamping ayahnya, ia hanya terdiam sambil melihat mereka.


Entah kenapa, tangannya terangkat dan menyentuh tangan ayahnya. Hatinya benar-benar merasa sakit, dia tak tahu namun ia masih berfikir ini adalah reaksi dari tubuh ini. Yah, dia tak memiliki perasaan terhadap pria ini karena dia merupakan jiwa yang lain, namun tidak dengan tubuh ini, bukan?


"Cihh.. Datang juga kau," ucap Ibu tiri


Eun-Kyun tak mempedulikan wanita itu, dia bahkan bahkan tak melirik ibu tirinya itu.


Melihat Eun-Kyun yang tak peduli, wanita itu semakin besar kepala. "Apakah kau memiliki uang? ..Cepat bayar biaya rumah sakit Ayahmu yang penyakitan ini. Jangan harap aku akan membayarnya, hanya tau menyusahkan saja." ucap Ibu tiri lagi


"Eomma!" bentak Min-Hyuk, dia tak suka dengan sikap ibunya ini.


"Kenapa? ..Kita memang tak memiliki yang untuk membayar biaya rumah sakit Ayahnya." sambung Ju-Kyun


"Dia juga ayahku, dia suamimu Eomma. Bukan hanya ayah Noona saja" ucap Min-Hyuk


"Kau senang bukan? ..Adik laki-laki berdiri didepanmu untuk membelamu dan memarahi kami, kau senang?" ucap Ju-Kyun pada Eun-Kyun


"Jangan keterlaluan, Ju-Kyun!" ucap Min-Hyuk dengan penuh tekanan


"Jika kalian hanya tau ribut, lebih baik pergi dari sini. Kami tak membutuhkan kalian berdua, menyusahkan!" Akhirnya Eun-Kyun membuka mulutnya dan menatap kejam pada dua wanita itu


"Cihh...Ayo pergi, Eomma. Dua anaknya sudah disini," nyali Ju-Kyun menciut lalu menarik tangan ibunya untuk pergi dari sana.


Beberapa orang disana tentu saja menyaksikan sikap keluarga ini pada wanita yang baru saja masuk dengan remaja laki-laki, mereka menggelengkan kepala terhadap sikap dua wanita itu.


Sebelum dua orang ini datang, mereka terus memarahi pasien yang sedang beristirahat.


Mengatakan; mengapa tidak cepat mati dan kerjaannya hanya menyusahkan saja. Apakah mereka benar-benar keluar pasien? Benar-benar keterlaluan


Setelah Ibu tiri dan saudara tirinya keluar, ternyata mereka tak pergi dari rumah sakit malah berada dilorong rumah sakit. Memaki dan mengutuk Eun-Kyun dengan segala macam kutukan


Dokter masuk dan memeriksa kembali kondisi tubuh ayah Eun-Kyun, ia kemudian menoleh pada Eun-Kyun dan Min-Hyuk yang sedang menjaga disana.


"Pasien telah melewati masa kritisnya dan saat ini telah kembali stabil, beruntung cepat dibawa ke rumah sakit jika tidak, kami tidak bisa melakukan apapun lagi." ucap Dokter yang menangani Ayah Eun-Kyun

__ADS_1


"Lalu, sebenarnya apa yang terjadi pada nya, Dok?"


"Pasien memiliki jantung yang lemah dan juga ginjal nya juga lemah, apakah pasien melakukan sesuatu atau minum sesuatu sebelumnya?" tanya dokter


Eun-Kyun menoleh pada Min-Hyuk, remaja itu menggeleng. "Appa tak minum apapun selain air putih, aku yang menyiapkan makan malam tadi. Tak ada apapun, namun Appa tiba-tiba terjatuh dari kursi sehingga aku segera memanggil ambulance," Min-Hyuk menceritakan kejadian sebelumnya


Dokter mengangguk, dia menjelaskan beberapa hal pada keduanya sebelum akhirnya pergi dari sana dan menyuruh perawat untuk memindahkan pasien ke ruang rawat inap.


Ditepat yang berbeda, dua wanita sedang menggerutu dan mengutuk.


"Eomma, jika Eun-Kyun berada disini berarti dia pasti memiliki uang untuk membayar biaya pengobatan Appa yang mahal, bukan?" ucap Ju-Kyun


Ibunya mengangguk, "sepertinya begitu. Pengobatan dan konsultasi ayahnya Ir sangat mahal, dia pasti memiliki banyak uang sehingga kemari " balasnya


"Berapa banyak yang dia punya?"


"Entahlah, namun sepertinya tidak sedikit juga."


"Lalu, bagaimana jika Appa meninggal. Berapa banyak uang asuransi yang akan kita terima?" tanya Ju-Kyun, dia tak mempedulikan Eun-Kyun karena pasti Eun-Kyun tak memiliki lebih dari 100 juta Won.


"100 juta? ..tidak bukan, 120 juta?.. Eomma, berapa banyak yang bisa kita ambil?"


"Kenapa? ..Apa dia yang akan menerima semuanya?" sambung Ju-Kyun cepat


"Tidak, bukan seperti itu bodoh! ..Dia telah membayar biaya pengobatan dan rumah sakit, Ayahmu pasti akan selamat. Kita tidak akan pernah memiliki uang itu, pabo!" ucap Ibunya dengan kesal, padahal sebelumnya dia sudah bermimpi uang itu datang padanya namun sekarang semua uang itu tiba-tiba menghilang dari pandangannya.


"Lalu, apa yang harus kita lakukan?" tanya Ju-Kyun dengan frustasi. Sama seperti Ibunya, dia juga telah membayangkan semua uang datang padanya lalu dia bisa menghabiskan untuk membelanjakan nya dengan berbagai barang yang ia inginkan.


"Kondisi Ayahmu telah berada dibatas akhir, Eun-Kyun mungkin memiliki uang, namun pria bodoh itu masih memerlukan bantuan alat untuk bisa hidup lebih lama... Aku memiliki rencana, ayo pergi ke menemui pria bodoh itu." ucap Ibunya lalu menarik tangannya ke ruang gawat darurat lagi.


Namun disana, mereka tak menemukan tiga orang ini, malah mendapati kabar jika pasien telah dipindahkan ke ruang rawat inap.


Mereka pergi dan menanyakan dimana ruangannya, lalu mencari dimana ruangan itu berada.


Sementara di ruang rawat, setelah Ayah Eun-Kyun dimasukkan kesana. Tak beberapa lama kemudian akhirnya pria itu membuka mata, dia melihat jika dua anaknya berada disana sementara istrinya dan putri yang lain tidak ada.


"Eun-Kyun...Min-Hyuk" panggilnya dengan suara paruh


Min-Hyuk segera menghampiri ayahnya, diikuti oleh Eun-Kyun dibelakangnya.


"Appa, kau sudah bangun.. Syukurlah," ucap Min-Hyuk dengan senang.

__ADS_1


"Kalian disini, lalu dimana ibu dan kakakmu?" ucap Tuan Park.


"Eomma dan Ju-Kyun berada diluar, jangan khawatirkan mereka." balas Min-Hyuk


Tuan Park mengangguk dengan lemah, ia menatap kearah Eun-Kyun yang berada disana. Dia senang Eun-Kyun mau menjenguknya dirumah sakit, "Appa senang kau disini. Mengapa Appa tak melihat Do-Hyun, dia tidak datang?"


"Dia dan Papanya berada diluar, anak kecil dilarang masuk kedalam rumah sakit." balas Eun-Kyun. "Jangan khawatir, dia baik-baik saja dengan calon Papanya itu," sambung Eun-Kyun lagi


"Jadi, kau sudah menemukan calon Ayah untuk Do-Hyun? .. Apakah dia pria yang baik? .. Apa dia menerima Do-Hyun?" Tuan Park mengkhawatirkan Putri dan Cucunya.


Dia hanya khawatir jika calon suami Eun-Kyun tak menerima Do-Hyun dan membuat anak itu sedih. Do-Hyun telah mengambil hatinya, anak itu tampan, sangat pintar dan menggemaskan.


"Dia baik-baik saja, Do-Hyun lah yang menemukan Ayahnya sendiri." balas Eun-Kyun, dia senang saat melihat keduanya bersama. Jun-Hee benar-benar memanjakan Do-Hyun dan memberikan nya kasih sayang yang melimpah bahkan saat dia tahu jika Do-Hyun bukanlah putranya.


"Uuu...jadi Do-Hyun yang menemukan calon suami untuk mu, Noona?" ucap Min-Hyuk dengan menggoda kakak perempuannya ini.


"Anak kecil diam!"


"Anak kecil? ..Aku sudah 15 tahun, aku bukan anak kecil lagi." dengan cepat, Min-Hyuk juga meresponnya


Tuan Park senang karena keduanya akur, bahkan terlihat akrab sehingga bisa saling menggoda. Senyum tipis terlihat di wajahnya


Lalu, mata Tuan Park tak sengaja melihat cincin yang melekat dijari manis putrinya, "jadi, dia sudah melamarmu? ..Appa senang jika kau bisa menemukan pria yang baik."


"Ehh?" Eun-Kyun sedikit terkejut, ternyata ayahnya memang telah melihat cincin di jarinya. "Yah, begitulah."


"Uuu... jadi, sebentar lagi kau akan menikah, Noona?" Min-Hyuk kembali membuka mulutnya.


"Jangan menggodaku," omel Eun-Kyun dengan sedikit malu.


Jun-Hee yang sudah menitipkan Do-Hyun pada Asistennya segera mencari dimana ruangan Ayah Eun-Kyun berada, dia lebih cepat tiba disana dari pada dua wanita yang lain.


"Annyeonghaseyo," sapa Jun-Hee


Min-Hyuk dan Eun-Kyun segera menoleh kearah Jun-Hee, "kau disini? ..Lalu, dimana Do-Hyun?" tanya Eun-Kyun


"Jangan khawatir, Do-Hyun sudah bersama asistenku. Kita akan menjemputnya setelah kita pulang," balas Jun-Hee. Ia menoleh kearah Tuan Park yang sedang menatapnya juga saat ini


"Halo Paman, kita bertemu lagi. Senang bertemu dengan Anda," ucapnya


Tuan Park mengingat pria ini, "jadi itu kau? ..Senang bisa melihatmu lagi," balasnya.

__ADS_1


__ADS_2