
Keinginan Min-Hyuk begitu kuat, namun Eun-Kyun tetap tidak mengijinkan adiknya untuk mengikuti seleksi Idol.
Eun-Kyun sempat berfikir, apakah Bias Min-Hyuk adalah Min Yonggi, atau biasa lebih dikenal dengan nama panggung Suga, dari BTS?
Keluarganya menentang keinginan untuk menjadi Idol bertahun-tahun yang lalu, namun sekarang Dia telah membuktikan jika dia benar-benar berhasil dan memiliki penggemar di seluruh dunia.
Yah, kesuksesan dari BTS memberikan motivasi bagi para Idol lainnya. Mereka menjadi lebih bersemangat, bahkan sekarang sedang dalam puncak kesuksesannya.
Tapi, kesuksesan itu juga di dukung kuat oleh penggemar mereka dari seluruh dunia, yang berawal dari perusahaan kecil dan anggota terbuang sekarang telah menjadi perusahaan top di Korea Selatan yang menciptakan bakat tak tertandingi. Siapa pun yang mengikuti mereka akan tahu perjuangan mereka dari nol hingga sesukses ini.
Yang paling di khawatirkan oleh Eun-Kyun adalah masa training para idol sebelum debut Masa training seseorang tidak menentu, ada yang cepat dan ada yang lama.
Dengan Eun-Kyun yang menentang keinginan Min-Hyuk, remaja itu menjadi tidak bersemangat dan bahkan bersikap sedikit acuh pada kakak perempuannya.
Eun-Kyun tidak menganggap kemarahan Min-Hyuk sebagai sesuatu yang serius. Ini hanyalah emosi labil seorang remaja yang sedang dalam masa pubertas, bukanlah hal yang benar-benar serius.
Do-Hyun keluar dari kamarnya, membawa iPad dan duduk disamping Ibunya. "Eomma, apa yang terjadi pada Paman?" tatapan Do-Hyun tertuju pada pintu kamarnya yang tertutup.
"Entahlah," balas Eun-Kyun mengangkat baju. Dia memilih untuk mengambil mangkuk dan memakan stroberi yang masih ada disana.
Do-Hyun juga tidak mengambil pusing tingkah Paman kecilnya, dia menggeser layar iPad dan menonton video-vidio pendek yang ada di aplikasi TikTok, aplikasi yang sedang populer beberapa tahun belakangan ini. Dengan pengguna di seluruh dunia pula
Eun-Kyun hanya melirik sebentar, namun ia tiba-tiba mendapatkan suatu ide.
Sekarang, banyak orang menghabiskan waktu mereka dengan ponsel, menonton sesuatu yang menghibur di aplikasi-aplikasi seperti ini.
.......
Saat hari hampir malam, Eun-Kyun pergi ke toserba yang tak jauh dari apartemen sekaligus jalan-jalan untuk menghirup udara segar. Dia kehabisan pasta bawang putih, saos tiram, penyedap rasa dan daging ayam.
Eun-Kyun tidak membawa dua bocah itu, membiarkan mereka berada dalam rumah yang hangat dari pada pergi ke luar yang suhunya sekarang sedang rendah.
Membuka toserba di sekitar area permukiman adalah keuntungan bagi seorang pengusaha marketing. Lagi pula, jika ada sesuatu yang kurang maka pasti akan keluar untuk dibeli, anak-anak juga suka makan jajanan, eskrim dan sebagainya.
Eun-Kyun masuk toserba, suara kasir yang sedang berjaga menyambut dengan kata "Selamat datang"
"Ye," balas Eun-Kyun sebelum mengambil keranjang dan pergi mengambil apa saja yang dia butuhkan.
Bahan-bahan tersebut kemudian dimasukkan ke dalam keranjang belanja, Eun-Kyun juga mengambil beberapa Snack untuk dua anak laki-laki di rumah, serta eskrim juga.
Setelah kasir menghitung dan dibayar oleh Eun-Kyun, ia segera pergi dari sana dengan kantong belanja.
Namun, sepertinya perjalanan kembali tidak sebaik perjalanan datang. Lantaran telinganya sepertinya menangkap adanya suara kegaduhan, tangisan seorang wanita serta benturan disertai pukulan.
__ADS_1
Rasa penasaran membuatnya melangkah mendekati gang, dimana suara tangisan itu berasal.
Yang dia lihat adalah sekelompok berandal tengah memukul sepihak seorang pemuda. Meskipun pencahayaan di dalam gang tidak begitu baik, namun Eun-Kyun masih melihat dengan jelas wajah pria muda itu sudah membiru karena pukulan serta ada darah ditangannya.
Sepertinya luka yang dialaminya cukup parah, dan lebih menarik perhatiannya nya lagi ada seorang gadis yang tengah berteriak menangis serta terus meminta maaf.
Alis Eun-Kyun berkerut, dia bukan tipe orang yang suka ikut campur urusan orang lain, dia menjadi iba dengan pria yang sedang dipukuli.
"Kya..... Wo...Wo.. kumohon lepaskan dia, aku-aku tidak akan bersamanya lagi!"
Teriakkan wanita itu membuat Eun-Kyun kesal, dia ingin segera pergi namun teriakan gadis itu membuat gerakannya terhenti.
Eun-Kyun sudah mengangkat ponselnya dan akan menekan panggilan darurat ke kantor polisi, namun gerakannya terhenti.
"Tolong berhenti! ..Tolong bantu dia, kumohon!" Eun-Kyun melihat wanita itu berlari kearahnya dengan bodoh, mengapa wanita ini meminta bantuan padanya? . Apakah kepalanya memiliki lubang di otaknya? Bukannya menelpon polisi atau ambulance, dia malah pergi meminta pertolongan padanya.
Jika wanita lain yang sedang berjalan dengan pria dan ada yang meminta pertolongan, maka pria itu pasti akan pergi dan menjadi pahlawan. Namun, ini adalah seorang wanita yang berjalan sendiri tanpa adanya pria disampingnya.
Tatapan Eun-Kyun jatuh pada wanita yang sekarang sedang memegang tangannya yang lain berisi kantong belanja, "Tolong bantu dia, dia sudah sangat terluka...kamu tidak inginkah membantu kami?" Air mata wanita itu dengan deras keluar dari matanya
Eun-Kyun menatap acuh pada wanita itu, lalu pada pemuda yang tengah berbaring di tanah.
Para berandalan yang sedang memukuli pria itu terkejut karena ada orang lain yang datang, namun ketika melihat jika itu hanyalah seorang wanita yang tampak lemah mereka malah tersenyum senang
"Wanita bodoh itu malah minta bantuan pada wanita lain, dasar naif!"
"Wah.... Dia memiliki wajah yang acuh.. Cantik, apakah kau ingin bermain bersama kami?"
Tatapan Eun-Kyun menyapa pada kelompok yang terdiri dari tiga orang yang memiliki penampilan berandalan. Ada yang memiliki rambut keriting panjang dengan tindik di telinga, kedua temannya tidak lebih buruk bahkan lebih buruk dari yang keriting itu. Kemeja putihnya terbuka dengan kancing yang mungkin rusak, dileher mereka terdapat kalung rantai dengan wajah yang memiliki bekas sayatan dimasing-masing orang.
Tatapan jahat tidak senonoh itu membuat Eun-Kyun kesal, dia menatap mereka lebih dingin lagi. "Hmm?" Ingin bermain dengannya? .. Apakah, mereka kuat?
Wanita itu tersentak dan mundur ke belakang dan bersembunyi dibalik punggung Eun-Kyun, ibu muda itu masih acuh dan tidak mengucapkan satu katapun sejak awal.
"apakah kau takut,.cantik? .. jangan takut, Appa tidak jahat."
"Atau, apa kau sedang bingung memilih diantara kami?"
"Ayolah saudaraku, ada dua wanita cantik disini. Tidak bisakah kita berbagi saja?"
Tawa jahat tiga orang itu membuat wanita yang bersembunyi dipunggung Eun-Kyun menggigit ketakutan. Sedangkan pria yang dipukuli tidak berdaya diaspal yang kasar, dia tidak bisa melakukan apapun dan berharap mereka berdua melarikan diri dari sana.
"Sudah selesai? .. permisi!" Eun-Kyun hendak pergi ketika wanita yang menangis itu menahan tangannya.
__ADS_1
"Kamu- kau tidak bisa bisa pergi meninggalkan ku sendiri berurusan dengan mereka semua!" Mata wanita biru merah, dan ekspresi nya berubah.
Eun-Kyun dengan tenang menarik tangannya, namun gadis itu seolah memiliki rencana dan mundur, ia langsung jatuh dengan sendirinya.
"Kamu! ..Jika tidak ingin membantu, mengapa malah menyakitiku?!" Ucap wanita itu seolah tidak percaya.
Mulut Eun-Kyun berkerut dibalik maskernya, bukankah dia bertemu dengan lotus putih yang legendaris? ..Ini merepotkan.
"Wanita cantik itu sangat kejam!"
"Namun, bukankah wanita kejam sangat cocok dengan kita?" Mereka tertawa senang.
Wanita itu berhenti menangis dan menatap sekelompok orang dengan tak percaya, "Mengapa kalian malah tertawa, kenapa tidak terharu atau langsung memarahinya? ..Dasar bodoh!" Teriaknya marah
Wajah Eun-Kyun berkerut, otak wanita ini memang tidak beres dan mungkin rusak.
"Sayang, jangan marah... Kami hanya menggodanya saja, lagi pula pria yang kau dekati ini tidak begitu kaya... Cantik, mau ikut kami?" Pria dengan rambut keriting mengubah eskpresi nya menjadi lebih menjijikkan.
Mata Eun-Kyun tertuju pada pria yang tengah terbaring di tanah, ia merasa pria ini telah dibodohi oleh sekelompok orang ini, terlebih wanita yang merupakan komplotan berandal ini.
Sudah dia duga sejak awal, itulah kenapa tidak ingin ikut campur.
Wanita yang masih berada di tanah dan berpura-pura jatuh itu menyeret kakinya dan ingin menjatuhkan Eun-Kyun dari bawah, namun Eun-Kyun melompat lalu menendang kaki wanita itu
"Argg!" Teriaknya kesakitan
Teman-temannya yang melihat kejadian ini langsung berlari mendekatinya Eun-Kyun, mereka ingin menjatuhkan wanita yang memiliki wajah cantik ini.
Salah satu memegang bahu Eun-Kyun, menatapnya dengan tatapan jahat dan mesum.
"Menjijikkan!" Eun-Kyun langsung membalikkan pria itu dengan back hand, membuat pria itu tersungkur hingga membentur ke tanah, sama seperti yang dia lakukan pada Woon-Hoo beberapa waktu lalu.
Eun-Kyun dengan kejam menginjak tangan yang telah menyentuh bahunya, hingga tangan itu berbunyi "Krakk", tulang pergelangan tangannya retak, membuat pria itu berteriak kesakitan
"Argg!! Tangkap j4lang ini, tanganku patah karena dia!"
Dua pria lainnya maju dan ingin menangkap Eun-Kyun, wanita biru dengan lihai menghindari tangan kotor menjijikkan yang mencoba menyentuhnya. Karena tidak berhasil menangkap Eun-Kyun, mereka berdua mengubah strategi dengan salah satu datang menyerang Eun-Kyun berlebihan dahulu.
.
.
.
__ADS_1
.