
Eun-Kyun ingin menarik kembali kepalanya, namun tangan Jun-Hee lebih dulu menekan dan menahan tengkuk wanita itu. Dia tak membiarkan Eun-Kyun melepaskan diri lagi.
Jantung Eun-Kyun berdetak dengan kencang, kepalanya juga tiba-tiba sedikit pusing, namun tidak sakit saat jantungnya berdetak dengan tak normal. Aneh!
Dan sensasi ini, dia mencoba untuk merasakannya. Hal ini benar-benar baru baginya, sehingga tanpa sadar Eun-Kyun membalas ciuman Jun-Hee.
Jun-Hee sangat senang dalam hatinya, Eun-Kyun sudah tak melawan lagi dan malah membalasnya. Jun-Hee mengambil kesempatan ini untuk memperdalam ciuman mereka
Keduanya saling membalas yang pada akhirnya membuat hasrat itu datang.
Jun-Hee tak mau melepaskan kesempatan ini lolos darinya, keinginan kuat untuk merasuki wanita ini. Sudah 11 tahun dia menahan diri, hari ini dia tak akan melepaskan kesempatan ini lagi.
Namun, udara dalam paru-paru Eun-Kyun mulai berkurang, apa lagi Jun-Hee tak membiarkan nya mengambil nafas lebih dari dua detik dan akan kembali menyerangnya.
Eun-Kyun melepaskan tautan mereka, menundukkan kepalanya dan menghirup udara dengan rakus. Udara di paru-paru nya sudah berkurang, ini karena ulah Jun-Hee yang tiba-tiba.
Jun-Hee menatap Eun-Kyun yang sedang menunduk, "kenapa berhenti?" tanya Jun-Hee sambil berusaha menahan dirinya agar tak menyerang bibir itu lagi.
"Mengapa juga kau tiba-tiba menciumiku?" balas Eun-Kyun bertanya, wanita itu mengangkat kepalanya dan menatap Jun-Hee dengan bertanya
"Itu karena kau sangat menggemaskan saat gugup, aku tak bisa menahan diriku. Jadi, jangan salahkan aku," balas Jun-Hee santai. "Mau lanjutkan?" godanya
Wajah Eun-Kyun tiba-tiba memerah, dia sadar jika tadi dia membalas ciuman Jun-Hee. Melempar bantal pada wajah Pria itu, "Lanjutkan sendiri dengan bantal itu." Eun-Kyun melarikan diri kedalam kamar dan menutup pintu dengan keras.
Jun-Hee terkekeh geli melihat tingkah Eun-Kyun yang malu ini, sangat menggemaskan. Namun, Jun-Hee juga ikut melarikan diri kedalam kamar mandi dan menyelesaikan apa yang sudah dia perbuat, ciuman ini tentu saja membangkitkan hasrat laki-lakinya.
Sementara Eun-Kyun, dia membungkus tubuhnya dengan selimut. Dia benar-benar sangat malu, jantungnya juga berdetak kencang. Namun ini tidak sakit seperti sebelumnya, rasanya berbeda sehingga membuatnya merasa aneh.
Ini adalah ciuman pertamanya, maksudnya ciuman nya dan bukan 'Eun-Kyun' yang asli.
Meskipun jiwanya berasal dari masa depan, namun dia yang berada disana tak memiliki pengalaman ini.
Kehidupan nya datar dan monoton. Setelah keluar dari 'Secret Organisasi' dia telah berumur 22 tahun, meskipun begitu setelah keluar dari sana, dia tak begitu dekat dengan pria lebih dari teman dan tak pernah berkencan.
Diluar, setelah Jun-Hee selesai dengan 'urusan' pribadinya, pria itu kembali ingin menggoda Eun-Kyun.
Namun, sepertinya dia tak memiliki kesempatan itu. Pelayan di rumah menelpon jika ayah dan wanita itu berada di rumah saat ini dan sedang menunggunya disana.
Bahkan, mereka tak mengijinkan mu untuk merasa senang sebentar saja?. Dengan enggan, pria itu pergi berpamitan dengan Eun-Kyun yang sedang bersembunyi dalam kamar.
Ketukan di pintu membuat Eun-Kyun membuka selimut yang menutupi kepalanya, "Siapa?"
__ADS_1
"Ini aku." suara Jun-Hee terdengar dibalik pintu
"Ada apa?" Eun-Kyun masih malu sehingga wajahnya juga masih merah, saat mendengar suara Jun-Hee jantungnya kembali berdetak tak beraturan
"Aku harus kembali, ada urusan yang harus ku selesaikan... Jadi, aku tak bisa bermalam disini," ucap Jun-Hee, dia benar-benar tak mau pulang namun keributan dirumahnya yang dilakukan oleh wanita itu pasti akan semakin menjadi-jadi.
Begitu mendengar Jun-Hee akan pergi, Eun-Kyun langsung terduduk ditempat tidur. "Kau akan kembali? ..Jadi kau berpamitan?"
"Hmm... Sampaikan salamku pada Do-Hyun ketika dia bangun besok... Jadi, bisa kau keluar dari sana sebentar?" Jun-Hee ingin melihat wanita itu sebelum dia pulang.
"Ba-baiklah," Eun-Kyun beranjak dari tempat tidur, dia membuka pintu perlahan dan mengintip keluar.
Jun-Hee tersenyum geli melihat wanita itu masih tampak malu, "Kenapa wajahmu merah?" godanya
"Ti-tidak.. kata siapa wajahku merah? ..Aku hanya kepanasan saja," Eun-Kyun mengalihkan pandangannya kearah lain dan tak mau melihat wajah pria itu.
"Baiklah.. Aku tak akan menggodamu lagi.. Jadi, bisa antar aku kembali keluar?" pinta Jun-Hee
"Ba-baiklah..." Eun-Kyun keluar dari kamarnya dan mengantar pria itu sampai kedepan lift apartemen.
"Aku pergi, sampai nanti." ucap Jun-Hee
Eun-Kyun mengangguk, "Sampai nanti. Berati-hati dijalan," balasnya
Jun-Hee menekan tombol lift, setelah pintu terbuka pria itu masuk kedalamnya. Sebelum pintu kembali tertutup, keduanya melambaikan tangannya.
Eun-Kyun kembali ke apartemennya, setelah wanita itu duduk sebentar disofa, matanya tertuju pada proposal bisnis Jun-Hee yang ketinggalan.
Matanya tertuju pada jam yang menggantung, otaknya langsung bekerja dengan cepat.
Dia membutuhkan 1 menit untuk tiba di lift, lalu jika sampai ke lantai dasar akan memakan waktu 3 menit.
Pada dasarnya, dia bisa mengejar Jun-Hee yang mungkin baru sampai dilantai dasar. Dengan cepat, tangannya menyambar berkas itu, kakinya dengan cepat melangkah kearah pintu. Memakai sandal dan langsung keluar dari apartemen nya
Setelah tiba di lift, beruntung dia tak membutuhkan banyak waktu untuk menunggunya. Saat pintu lift tertutup, tangannya dengan cepat menggeser ikon telepon dan menghubungi pria itu.
Jun-Hee baru memasuki mobilnya saat ponselnya berdering, saat dilihat ternyata Eun-Kyun. Baru saja ia menggeser ikon hujan untuk menerima telepon, suara Eun-Kyun langsung terdengar diujung sana.
"Yak,, proposal mu tertinggal. Tunggu aku didepan, aku berada di lift sekarang." setelah mengatakan niatnya, sambungan telepon telah berakhir bahkan sebelum Jun-Hee membalas wanita itu.
Jun-Hee tertawa kecil, pria itu turun dari mobil dan menunggu Eun-Kyun di parkiran. Kepalanya menoleh dan melihat beberapa mobil berada disana, serta ada pula motor sport para penghuni apartemen.
__ADS_1
Tak beberapa lama, Eun-Kyun tiba disana sambil membawa proposal itu ditangannya. Saking buru-buru nya dia, wanita itu bahkan lupa untuk menggunakan masker saat keluar dari apartemen.
"Kenapa kau tak menggunakan masker?" omel Jun-Hee, dia mendekati Eun-Kyun dan menerima berkas yang diberikan oleh wanita itu.
"Karena aku mengejar mu. Jangan lupa hal-hak penting ini lagi dimasa depan," ucap Eun-Kyun mengingatkan.
"Baiklah-baiklah, aku buru-buru tadi dan melupakannya. Terima kasih telah membawanya untukku," ucap Jun-Hee sambil mengusap kepala Eun-Kyun
"Kembalilah, hari ini sangat dingin namun kau tak menggunakan jaket juga saat keluar? .. Kembali dan hangatkan tubuhmu dikamar, oke?" ucap Jun-Hee perhatian
"Baiklah," balas Eun-Kyun pasrah.
"Aku pergi dulu, jaga dirimu baik-baik saat aku tak ada, jika merindukan ku maka panggil saja. Aku selalu akan datang jika kau panggil," goda Jun-Hee lalu mengecup bibir itu lagi namun dengan cepat ia juga melarikan diri dari sana.
Eun-Kyun ingin marah, namun dia hanya bisa meneriaki pria itu yang sudah masuk kedalam mobil dan melarikan diri.
"Jeon-Jun-Hee!!"
"saranghae...hahahaaa" Jun-Hee pergi dengan gembira, dia berhasil mencuri ciuman lagi namun dia harus menyalahkan dirinya karena menggunakan masker saat ini. Jika tidak, dia bisa merasakan bibir lembut dan manis itu lagi.
Terlebih, saat melihat wajah Eun-Kyun yang memerah seketika, dia terlihat sangat menggemaskan.
Eun-Kyun yang kembali memerah wajahnya, berdiri terpaku ditempat. 'saranghae... Dia mengatakan cinta padaku?'
Eun-Kyun menepuk pipinya dengan kedua telapak tangannya, hal ini agar dia kembali pada dunia nyata dari pada pergi ke khayalan.
Tiupan angin lembut membawa rasa dingin membuat Eun-Kyun sedikit kedinginan. Wanita itu dengan segera memeluk tubuhnya sendiri sambil melangkah kearah lift
Namun, karena dia tak fokus pada sekitar, tiba-tiba saja ada tangan yang menarik tubuhnya kedalam pelukan yang asing.
Eun-Kyun terkejut, saat dia ingin memberikan pelajaran pada b4jingan ini, tiba-tiba saja suara pria yang sedikit familiar terdengar ditelinga nya.
"Ini aku..Aku sangat merindukanmu, Eun-Kyun." ucap pria itu
Entah kenapa, tubuh Eun-Kyun tiba-tiba saja membeku dan tak bisa melakukan apa-apa
'Suara ini..'
.
.
__ADS_1
.
.