
"Hyun-ah.." panggil seorang wanita muda yang sedang merapikan beberapa baju didalam koper.
"Ne, Eomma?" Balas Do-Hyun, ia melangkah kearah ibunya ya g sedang kerepotan.
"Semua mainan mu sudah dibereskan?" Eun-Kyun.
"Sudah, Eomma." Balas Do-Hyun, ia baru saja membereskan semua mainan dan buku-bukunya.
Tak banyak mainan yang ia miliki saat ini, tentunya karena akan sulit membawanya dari Indonesia, mainan yang bukan favorit nya ia tinggalkan disana.
Sementara buku-bukunya, hanya beberapa saja yang bersamanya.
"Baiklah.... Ayo, Eomma akan membantumu mandi."
Eun-Kyun juga baru saja selesai membereskan barang-barangnya, menyisihkan baju yang akan ia dan putranya kenakan setelah mandi.
"Ne. Eomma," dengan patuh, Do-Hyun melepaskan baju kotornya dan menyisakan kain yang menutupi area terlarang anak itu.
Tanpa disuru dua kali, Do-Hyun segera masuk kedalam kamar mandi dengan membawa bebek mainan berwarna kuning.
Sementara Eun-Kyun juga menyusul anak itu dikamar mandi.
Menghidupkan shower, mengatur suhu agar airnya hangat sehingga anak itu mandi dengan nyaman.
Do-Hyun masuk kedalam Bathtub, dimana airnya sudah hampir setengah.
Sementara ibunya mengambil sabun dan shampo, lalu mulai membantunya mandi.
Do-Hyun keluar setelah 15 menit, tubuhnya sudah dililit dengan handuk putih yang lembut.
Eun-Kyun membantu anaknya mengenakan pakaian, lalu mengeringkan rambutnya dengan hairdryer.
Rambut Do-Hyun yang sedikit keriting telah kering dan ditata dengan sangat baik oleh ibunya, ia terus menatap wajahnya yang mungil didepan cermin.
"Nah, karena Hyun-ah sudah selesai, sekarang nonton sebentar. Eomma akan mandi dulu," ujar Eun-Kyun, ia segera mengambil langkah kemar mandi dan mulai membersihkan tubuhnya.
__ADS_1
Do-Hyun yang tak memiliki apapun untuk dilakukan hanya terdiam, ia dengan tenang berjalan kearah sofa lalu mengambil iPad nya dan mulai berseluncur di dunianya sendiri.
...........
"Eomma, warna itu tidak cocok dengan wajahmu." Komentar Do-Hyun saat melihat warna lipstik yang ingin digunakan oleh ibunya.
"Oh yah? Sungguh?"
"He'em." Kepalanya mengangguk, ia menunjuk kearah lainnya.
"Jika gunakan warna itu, tambahkan yang ini agar warnanya jadi cantik." Saran Do-Hyun.
Eun-Kyun menatap anak yang berada disampingnya dengan tatapan terkejut. Anak ini malah memberikannya saran?
Namun, untuk menyenangkan hati anaknya, Eun-Kyun mencoba mengikuti saran Do-Hyun.
Mengkombinasikan dua warna itu, dan hasilnya juga sangat baik.
Eun-Kyun menatap Do-Hyun dengan terheran-heran, bagaimana bisa anak ini memiliki ide untuk hal seperti ini?
'Apakah, kedepannya aku harus menanyakan hal-hal seperti ini pada Do-Hyun juga?' Batin Eun-kyun.
Eun-Kyun kembali menyibukkan dirinya dengan barang-barang mereka, menyimpan pakaian kotor dalam paparbag lalu menelpon ke resepsionis; Ia meminta untuk dibantu membawa barang-barang nya ke Taksi yang sudah dipesan.
Tak lama kemudian, dua orang office boy mengetuk pintu. Mereka membantu ibu dan anak itu membawa barang-barang yang sedikit banyak.
Didepan pintu hotel, Taksi yang dipesan telah tiba. Barang-barangnya dimasukkan kedalam bagasi, lalu mereka pergi dari sana.
...........
"Gamsahabnida, Ahjussi," ucap Eun-Kyun sambil menundukkan kepalanya.
"Yah, tak apa... ini bukan masalah, sulit bagimu membawa barang-barang ini sendirian." Supir taksi
"Itu benar, kau tak harus membawa semua ini sendirian.. Kami sebagai laki-laki harus membantu juga," penjaga keamanan.
__ADS_1
Saat ini, dua orang pria itu baru saja membantu Eun-Kyun membawa barang-barang nya kedalam apartemen. Supir taksi yang baik hati dan juga penjaga keamanan di lantai bawah.
"Ini, aku memiliki beberapa barang baik... Tolong diterima sebagai tanda terima kasih... Maaf telah merepotkan Anda berdua," ucap Eun-Kyun.
"Bukan masalah... Lagi pula, anda penghuni apartemen ini... Ini sudah menjadi kewajiban ku," ucap penjaga keamanan dengan tulus.
"Haha.. namun aku tak enak... bagaimanapun anda berdua telah membantu, mendapatkan sedikit barang baik bukanlah masalah.." ujar Eun-Kyun.
"Ah.. baiklah... aku tak akan menolak," ucap supir taksi. Jarang-jarang ia bisa menemui orang baik seperti Eun-Kyun hari ini.
"Kalau begitu, aku juga berterima kasih," penjaga keamanan juga menerima niat baik Eun-Kyun.
"Kalau begitu, tunggulah sebentar. Saya akan mengambilnya dulu," Eun-Kyun berbalik lalu membongkar kopernya yang berada dalam tas.
Didalamnya terdapat beberapa makanan ringan dan biskuit kesuksesan Do-Hyun. Kebetulan Eun-Kyun membelinya lebih, sehingga bisa dibagikan pada kedua pria itu
Selain dua biskuit kelapa, Eun-Kyun juga membuka kulkas dan mengeluarkan 2 Cup puding yang sempat ia beli semalam. Itu tak habis karena Eun-Kyun membelinya sedikit banyak, sebagai ucapan terima kasih pada orang-orang yang membantunya memindahkan barang-barang dari mobil Box.
"Maaf menunggu lama, ini dia," Eun-Kyun meletakkan barang-barang itu diatas meja, membuat dua pria itu saking lirik dan tersenyum canggung.
Mereka tak menolak lagi, setelah itu mereka juga pergi dari sana tak lama kemudian. Supir taksi juga telah mendapatkan bayarannya, sehingga pergi dengan senang.
Sementara penjaga keamanan yang kembali, meletakkan hal baik itu diatas meja. Ia mengajak temannya yang sedang bertugas untuk mencicipi juga.
............
Sementara Eun-Kyun dan Do-Hyun mulai membereskan barang-barang mereka. Meletakkan pakaian dalam lemari, meletakkan beberapa barang ditempat yang seharusnya, dan membersihkan rumah.
Pakaian kotor segera Eun-Kyun masukkan kedalam keranjang yang sudah dibeli kemarin.
Beruntung, sejak kemarin mereka telah melakukan beberapa hal, sehingga hari ini tak banyak yang harus dilakukan oleh keduanya.
Apartemen memiliki dua kamar, yang lebih besar milik Eun-Kyun, sementara yang lebih kecil milik Do-Hyun.
Barang-barang anak itu juga dibereskan dengan baik, menyusun pakaian, lalu beberapa digantung, ada pula tas dan mainan Do-Hyun ditata diatas meja dan tempat yang sudah Eun-Kyun sediakan.
__ADS_1
Keduanya beristirahat ketika jam makan siang. Hari yang sedikit melelahkan bagi ibu dan anak itu karena baru saja pindah